Ruang Berita

Tokoh

Bekerja saat pandemi COVID-19: Tetap produktif hadirkan sawit berkelanjutan (Bagian 2)


Industri pertanian dapat dikatakan cukup konservatif- bahkan sebagian orang menganggapnya kuno. Setelah munculnya pandemi COVID-19, banyak karyawan kami harus beradaptasi dengan perubahan drastis dalam pekerjaan mereka. Bekerja dari Rumah atau Work from Home (WFH) dan adaptasi penggunaan teknologi dengan cepat hanyalah beberapa elemen baru dalam melakukan pekerjaan kami.

Anda telah mengetahui pendapat dari beberapa karyawan kami yang saat ini melakukan WFH dan bagaimana mereka mengatasi pengaturan sistem kerja baru tersebut. Namun, dalam agribisnis seperti kita, ada pekerjaan yang masih mengharuskan karyawan hadir secara fisik di tempat kerja.

Simak pendapat dari karyawan penting kami – mulai dari perkebunan hingga pabrik – dan bagaimana mereka memastikan minyak sawit masih diproduksi secara berkelanjutan, dengan tindakan pencegahan tambahan. *Catatan: Foto tanpa masker diambil sebelum pandemi COVID-19.


Septianus Harianja, Regional Controller
Indonesia
“Kegiatan di kebun kami jalankan seperti biasa, mulai dari memanen kelapa sawit hingga mengolahnya di pabrik. Perlunya kesadaran dari setiap orang akan bahaya COVID-19 ini dan kami selalu mensosialisikan hal tersebut melalui spanduk di tempat umum dan melarang kerumunan di area perumahan karyawan. Kegiatan apel pagi dan absensi finger print kami berikan jarak. Selepas bekerja kami juga menghimbau karyawan untuk langsung melepas baju seragam dan segera mandi sebelum akhirnya makan. Perumahan, kantor, fasilitas umum juga rutin kami semprot disinfektan seminggu satu kali. Setelah jam sembilan malam kami tidak mengizinkan karyawan keluar rumah untuk menjaga keselamatan mereka dan warga sekitar. Saya pribadi bersyukur tinggal di area kebun dengan udara bersih yang dikelilingi oleh pohon sawit.”


Doctor Kurnia, Klinik Jakluay Estate
Indonesia
“Sejak pertengahan Maret 2020 kehidupan saya berubah. Bersama tenaga paramedis lainnya, kami harus berjaga lebih lama di kilinik untuk antisipasi penanganan COVID-19. Selama jam istirahat pun, kami tidak pulang ke rumah untuk mencegah penularan virus ke anggota keluarga terutama yang memiliki balita dan orang tua. Profesi kami sebagai dokter dan paramedis harus profesional dalam segala situasi termasuk ketika ada pasien yang marah-marah karena kami tegur saat tidak menggunakan masker atau masih menerima tamu dalam masa karantina. Namun hal itu kami lakukan demi kebaikan bersama.”


Lingga Buana, Sustainable Palm Oil Officer
Indonesia
“Bekerja di kebun, perubahan yang terjadi tidak sebanyak bekerja di kota. Tantangannya adalah menyadarkan sesama karyawan pentingnya social distancing agar sistem kerja kami semua tidak terhambat. Oleh karena itu kami terus melakukan sosialiasi pencegahan COVID-19. Audit dan sertifikasi biasanya dilakukan pada akhir tahun yakni Oktober-Desember. Saat ini kami tetap melakukan update data dan dokumen untuk kepentingan tersebut. Jika nanti prosesnya dilakukan secara online, kami harus bersiap-siap akan perubahan tersebut.”


Tigor Sardion, Head of Refinery HR and General Affairs
Indonesia
“Uniknya data karyawan justru menunjukkan angka penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas dan diare menurun drastis karena kebersihan pribadi sekarang menjadi hal yang lebih diperhatikan. Ini adalah kebiasaan baik yang perlu diteruskan. Bekerja di pabrik, kami menjalankan operasional seperti biasa sesuai dengan pembagian shift yang ada. Perubahan terbesar adalah perilaku orang menyesuaikan SOP yang baru, yaitu wajib pakai masker dan cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, dan masuk ke dalam bilik embun disinfektan yang kami buat sendiri serta melakukan social distancing. Sejak pandemi ini terjadi, tenaga medis dan ambulans di tempat kami siap siaga selama 24 jam. Kami bahkan menyediakan ruang isolasi khusus untuk mengantipasi karyawan yang kurang baik kesehatannya.”


Ketut Suyadnya, Refinery Operations Manager, Marunda
Indonesia
“Kita tetap dapat beroperasi mulai dari hulu ke hilir untuk produksi sawit berkelanjutan jika kita semua bekerja sama dan memiliki satu tujuan utama yakni menyediakaan kebutuhan pokok ini bagi masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID -19. Dengan demikian, saya yakin kita dapat bekerja penuh semangat dan ikhlas. Pemantauan terhadap kebersihan dan kesehatan karyawan menjadi lebih ketat, setiap hari kami bahkan mengkonsumsi multivitamin yang disediakan oleh perusahaan dan juga menyemprotkan disinfektan ke alat-alat pengolahan produk minyak sawit.”



Liu Li, Plant Manager
China
“Memastikan lingkungan bebas virus sangat penting dalam produksi makanan karena konsumen pasti akan memikirkan hal tersebut. Upaya kami rutin menyemprot disinfektan dan membersihkan area kerja juga telah mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Saya bangga dengan tim kami dapat menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa dalam situasi sekarang. Belum ada dari kami yang mengambil cuti. Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan produksi pangan berkelanjutan, dan menyumbangkan mie instan Huafeng ke rumah sakit setempat.”


Kami salut dengan semua karyawan kami – bekerja di garda depan dan dari rumah- yang tetap berupaya memastikan pasokan kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan untuk para pelanggan dan konsumennya. Bersama kita dapat melewati ini semua.

Cek cerita Bagian Pertama di sini. Merasakan ketidakpastian dan kekhawatiran semasa pandemi ini? Baca dan unduh beberapa tips untuk kesehatan mental Anda di sini.

| | |