Ruang Berita

Masyarakat

Yang diinginkan perempuan – tempat kerja inklusif gender


Kesetaraan. Di seluruh dunia, dan sepanjang sejarah, orang-orang telah berjuang untuk mewujudkannya. Dari gerakan memperjuangkan hak pilih untuk kaum perempuan yang dimulai pada akhir abad ke-19 hingga gerakan hak sipil di pertengahan abad ke-20. Diperlakukan secara setara telah menempati kedudukan yang fundamental dalam pemahaman kita mengenai tempat dan identitas.

Bagi perempuan, kesetaraan di tempat kerja tetap menjadi tantangan di berbagai bidang, Pada tahun 2019, hanya 33 CEO dari perusahaan dalam daftar Fortune 500 yang berjenis kelamin perempuan. Ini adalah rekor tertinggi. 33. Dari 500.

Di bidang pertanian, FAO memperkirakan lebih dari 40% tenaga kerja pertanian/perkebunan di seluruh dunia adalah perempuan.

Meskipun secara tradisional, dan masih dalam jumlah signifikan, hal ini mencerminkan gambaran tentang petani perempuan dan pekerja pertanian, kini perempuan berkecimpung di seluruh aspek agrobisnis, pertanian, dan produksi pangan.

Dalam industri yang didominasi pria seperti sektor sawit, peran laki-laki memang masih dominan. Sebagian karena sifat fisik pekerjaan panen, dan faktor terpencilnya lokasi kerja di perkebunan.

Tetapi ada lebih banyak hal di sektor sawit daripada kebun, dan ada banyak peluang bagi perusahaan seperti GAR untuk memberdayakan dan mendorong perempuan. Dibutuhkan diskusi yang melibatkan laki-laki maupun perempuan terkait cara Perusahaan memaksimalkan kesempatan tersebut. Inklusivitas dan keberagaman menuntut agar semua dilibatkan.

Kami pun bertanya kepada para perempuan dari seluruh jaringan bisnis internasional Perusahaan, yang memegang berbagai peran, apakah arti #EachforEqual – tema Hari Perempuan Internasional tahun ini – bagi mereka.

Donna Floyd, Financial Controller, AS

Sebagian besar perusahaan cenderung berasumsi bahwa tempat kerja mereka sudah menerapan keberagaman. Akan tetapi, tempat kerja yang beragam itu tidak hanya terkait rasio jumlah pekerja pria dan wanita. Hal itu juga menyangkut praktik inklusi, usaha mempromosikan forum terbuka, dan tingkat keterwakilan yang setara bagi semua.

Mempromosikan keragaman gender dapat menetapkan irama dalam pencapaian kinerja unggul yang harus diperjuangkan semua manajer di perusahaan masing-masing. Bekerja sama dengan tim yang memiliki keberagaman akan membuka pintu yang memungkinkan lahirnya konsep dan gagasan kreatif dari orang dengan berbagai latar belakang, pengalaman, dan cara kerja. Sebagai perempuan kulit hitam, saya telah merasakan pengalaman terkait perlakuan tidak setara di tempat kerja. Di perusahaan-perusahaan Amerika, sering kali perempuan tersisih dalam penentuan posisi dan jabatan tertentu. Namun, berkat cara didik orang tua, saya diajari untuk berjuang demi meraih keunggulan dan bahwa semua bisa saya capai melalui kerja keras.

Selama bertahun-tahun, saya telah melihat berbagai perubahan di lingkungan kerja. Baru-baru ini, saat membaca majalah Fortune, saya mencatat tahun lalu ada peningkatan kecil pada jumlah CEO perempuan yang memimpin perusahaan besar, dan minggu lalu saya bahkan menyaksikan kemunculan pelatih wanita pertama di pertandingan American football di ajang National Football League (NFL). Meskipun mungkin ini perubahan kecil, tetap saja hal itu adalah perubahan yang berarti penting. Saya sendiri akan terus berjuang demi keunggulan, meraih bintang, berbagi pengetahuan, dan merayakan setiap pencapaian, karena jika keragaman adalah sebuah tarian maka inklusi adalah ajakan untuk ikut menari bersama.

 

Beatriz Lopez Dieguez, Senior Finance Manager, Spanyol

Bagi saya, kesetaraan gender di tempat kerja berarti adanya peluang yang sama dalam hal akses pekerjaan, posisi kepemimpinan, dan pengambilan keputusan di semua tingkatan – tak ada lagi langit-langit kaca (glass ceiling) sebagai batas bagi perempuan. Kesetaraan gender di tempat kerja sangat penting karena dapat menghadirkan sudut pandang yang lebih luas. Sebagai contoh, kendati siapa pun dengan keterampilan teknis yang serupa dan rasa tanggung jawab yang kuat dapat bekerja di pekerjaan yang sama, sifat dan kecerdasan emosional wanita mampu membawa banyak nilai tambahan. Saya sungguh meyakini bahwa wanita mampu memberikan perspektif berbeda, bukan karena lebih pintar atau lebih siap, tetapi karena nalurinya sangat berbeda.

Saya percaya bahwa seharusnya tidak ada orang yang dinilai berdasarkan gender, walaupun rangkaian keterampilan yang kita memiliki bisa berbeda. Perusahaan seperti GAR memetik manfaat dari pemberdayaan laki-laki maupun perempuan dalam struktur organisasinya, dan sebagai wanita kami jelas merasakan manfaat bekerja di lingkungan yang positif. Saya benar-benar sangat bangga bekerja di perusahaan seperti ini.

Dalam kehidupan profesional, saya beruntung tidak mengalami ketidaksetaraan gender. Namun, saya yakin banyak orang lain tidak seberuntung saya dalam hal ini, dan jalan menuju tercapainya kesetaraan secara penuh dalam hal jaminan hak dan peluang laki-laki maupun perempuan di banyak negara di dunia masih panjang. Tetapi, saya tetap akan terus membela hak-hak tersebut.

 

Lily Wawolumaja, Head of Strategic Procurement, Indonesia

Sejak membaca perjuangan R.A. Kartini, pahlawan wanita terkemuka Indonesia untuk kesetaraan gender, saya terinspirasi guna melanjutkan perjuangan beliau demi kesetaraan perempuan di negara ini.

Semua orang harus memiliki hak yang sama untuk belajar karena pengetahuan adalah kekuatan nyata dari keberadaan seseorang. Saya bersyukur karena keluarga mendukung saya untuk mengenyam pendidikan dan bekerja di sejumlah lembaga di dalam maupun luar negeri yang menganut kesetaraan gender.

Pengalaman-pengalaman tersebut mengajarkan kepada saya untuk menerima kenyataan bahwa pria dan wanita itu setara, tetapi tidak identik. Masing-masing memiliki kelebihan dan tujuan hidup sendiri. Semestinya tidak ada orang yang menggunakan kesetaraan gender sebagai alasan untuk tidak mencapai keunggulan, dan kita harus selalu berjuang dengan semangat meraih keunggulan. Pengakuan akan datang bersama kerja keras dan prestasi adalah sesuatu yang mesti diraih, bukan diberikan. Karena itu, mari berjuang! #EachforEqual.

Lim Su Khim, Oleochemicals Manager, Singapura

Saya meyakini keragaman itu penting dan terkait erat dengan peningkatan kinerja organisasi. Keragaman gender membawa perspektif dan cara pandang yang berbeda, yang terakumulasi dari waktu ke waktu melalui berbagai pengalaman kerja dan paparan ke berbagai hal.

Organisasi yang menghargai dan merangkul kesetaraan gender juga dapat menciptakan reputasi positif, sehingga meningkatkan kemampuannya menarik dan mempertahankan talenta pekerja.

Karier sebagai salah satu pemimpin wanita bagi saya sejauh ini menyenangkan dan memuaskan. Saya memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan yang aktif merangkul keberagaman dan inklusi, sehingga memastikan setiap karyawannya memiliki peluang yang adil/setara untuk meraih keunggulan dan berkembang dalam karier maupun cita-cita. Berkat teknologi dan pengaturan kerja yang fleksibel, saya dapat bertumbuh dalam karier dan mencapai keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.

 

Lilianawati, Head of HR Central Business Services, Indonesia

Saya pernah bertanya kepada kolega yang bekerja di industri perkapalan, apakah pernah ada anggota kru perempuan yang dipekerjakan. Jawabannya ya, tetapi mereka tidak akan melakukannya lagi karena terlalu berisiko. Ini adalah contoh di mana ketimpangan gender masih terjadi di tempat kerja di mana pengusaha lebih suka mempekerjakan laki-laki karena tidak ingin mengambil risiko membawa perempuan ke bidang yang didominasi laki-laki.

Menurut saya, kesetaraan gender akan membawa banyak manfaat bagi perusahaan karena akan menciptakan cara pandang yang berimbang dan rentang pilihan perspektif yang dihadirkan juga lebih luas. Keberadaan wanita di dalam tim yang didominasi pria dan sebaliknya juga akan mempromosikan lingkungan kerja yang lebih menarik, menyenangkan, dan menantang. Sayangnya, hingga hari ini, tampaknya masih lebih lazim jika kita menempatkan laki-laki di ruang kerja yang mayoritas perempuan dibanding sebaliknya.

Kelihatannya tidak adil bagi kita sebagai wanita, tetapi seharusnya hal ini tidak menghalangi kita untuk menggapai impian. Karena saya meyakini jika kita kompeten, dengan tekad dan kerja keras, kita bisa menjadi apa pun yang kita kehendaki.

GAR berinvestasi pada upaya menjamin terbukanya peluang bagi perempuan, baik di tempat kerja maupun di masyarakat pedesaan. Simak keterangan lebih lanjut di sini.

| | |