Sebagian pengamat cuaca memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahunnya El Niño ‘super’. Peristiwa sekali dalam sepuluh tahun ini diperkirakan akan menyebabkan suhu panas serta cuaca kering yang ekstrem di Asia Tenggara, sehingga meningkatkan risiko kebakaran.
Kebakaran dapat menghancurkan habitat yang penting, melepaskan Gas Rumah Kaca (GRK), mengganggu kehidupan sehari-hari, serta berdampak pada produktivitas pertanian. Memadamkan kebakaran barulah sebagian dari pekerjaan. Mencegah kebakaran adalah awal pekerjaan yang sesungguhnya.
Menjelang musim kemarau, segala bentuk persiapan untuk menghadapinya sudah berjalan. Dari mengamati pola cuaca dan mengelola tumbuhan sampai memperkuat tim pemadam kebakaran serta bergotong royong dengan masyarakat setempat, setiap langkah berperan dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan kabut asap.
Berikut enam cara Perusahaan bersiap menghadapi musim kemarau.
1. Bersikap tegas melawan kebakaran
Kebijakan Tanpa Bakar kami termasuk yang pertama ada dalam industri ini pada saat diluncurkan pada tahun 1997. Kebijakan ini melarang penggunaan api untuk mempersiapkan serta mengembangkan lahan. Kebijakan tanpa toleransi terhadap kebakaran ini berlaku di seluruh rantai pasok Perusahaan, dari perkebunan milik sendiri sampai ke semua pemasok kami.
2. Melindungi lahan gambut dari risiko kebakaran

Dari seluruh bentang daratan Indonesia terdapat lanskap luas lahan gambut—sebuah ekosistem unik yang terbentuk selama ribuan tahun dan berisi lapisan tumbuhan yang sebagiannya telah membusuk. Bentang lahan ini penting bagi keragaman hayati serta proteksi iklim karena menyimpan karbon sebanyak dua kali lipat dari simpanan karbon seluruh hutan di dunia.
Tetapi, bila menjadi kering atau terdegradasi, lahan gambut akan mudah terbakar dan melepas GRK dalam jumlah besar. Selain itu, kebakaran lahan gambut terkenal sangat sulit dipadamkan, serta melepas asap dan partikulat yang membahayakan kesehatan.Perusahaan melindungi lahan gambut dengan Kebijakan Tanpa Gambut, yang tidak mengizinkan penanaman baru di lahan gambut. Kami juga membantu melindungi ekosistem ini—saat ini, lebih dari 48.000 hektar lahan gambut berada dalam perlindungan kami.
Kami juga bekerja sama dengan para mitra untuk menyehatkan kembali lahan gambut yang terdegradasi. Bersama Nestlé dan South Pole di Kalimantan Barat, serta Nestlé dan PepsiCo di Jambi, kami sudah berhasil memulihkan ribuan hektar lahan gambut.
Dengan komitmen Collective for Impact, kami akan terus merawat wilayah tersebut, sekaligus melindungi masyarakat serta satwa liar yang menyandarkan hidup mereka pada wilayah tersebut.
3. Memanfaatkan teknologi untuk deteksi kebakaran sedini mungkin

Sekepulan asap bisa membawa perubahan besar bila terdeteksi sejak dini.
Sejak tahun 2022, kami memanfaatkan teknologi tinggi sebagai solusi untuk membantu mengidentifikasi titik panas lebih cepat dan akurat. Aplikasi GeoSMART adalah salah satu contohnya. Teknologi ini memanfaatkan teknologi satelit, termasuk MODIS[1], VIIRS[2], SUOMI[3], and NOAA[4], sehingga memungkinkan kami mengidentifikasi titik panas tiga kali lebih cepat dibanding sebelumnya.
Perusahaan juga sudah melakukan uji coba penggunaan sistem berteknologi AI di perkebunan kami, yang menganalisis rekaman langsung CCTV untuk mendeteksi tanda-tanda awal asap dan api di seluruh perkebunan serta kawasan sekelilingnya. Sistem ini mampu mendeteksi asap dari jarak hingga 17 kilometer, bahkan dalam kondisi cahaya redup atau berawan. Setiap menara pantau dengan perlengkapan AI mampu memantau luas wilayah yang setara dengan luas pantauan lima atau delapan menara pantau tradisional.
4. Mewujudkan tanggap cepat kebakaran

Saat merespons kebakaran, setiap detik berharga.
Di seluruh perkebunan kami, setiap kebun dilengkapi dengan peralatan khusus pemadam api. Kami juga mempunyai lebih dari 10.000 anggota Tim Tanggap Darurat terlatih yang siap siaga bergerak setiap saat dibutuhkan.
Gabungan dari semua sumber daya tersebut membantu kami memadamkan api secepat mungkin serta meminimalkan dampaknya bagi warga masyarakat, perkebunan, dan lingkungan sekitar.
5. Meningkatkan kewaspadaan bersama

“Pencegahan adalah investasi yang harus dilakukan sebelum risiko berkembang menjadi kebakaran.”
Haskarlianus Pasang, Head of Operations Sustainability
Usaha menghadapi musim kemarau melibatkan banyak pihak. Sepanjang tahun, kami bekerja sama dengan instansi pemerintah, penegak hukum, masyarakat setempat, dan perusahaan lain untuk bersama-sama mengurangi risiko kebakaran.Kami mengambil bagian dalam patroli terpadu dan pelatihan publik. Kami juga berlatih serta mempersiapkan diri bersama untuk menghadapi kebakaran. Tim memeriksa peralatan pemadam kebakaran, berlatih merespons kebakaran serta evakuasi, dan berbagi teknik pemadaman api. Semua itu membantu setiap orang mengetahui peran masing-masing ketika terjadi kebakaran.
6. Bekerja sama dengan masyarakat

Kebakaran tidak mengenal batas perkebunan. Dengan arah angin yang tidak seperti yang diharapkan dan kondisi kering, bahkan api kecil yang dimaksudkan untuk membuka lahan di lingkungan dekat perkebunan kami dapat dengan mudah menjadi tak terkendali. Hal ini menyebabkan risiko serius bagi masyarakat setempat, bisnis, serta perkebunan kami.
Melalui program masyarakat bebas kebakaran kami, Desa Makmur Peduli Api (DMPA), yang mencakup inisiatif pencegahan kebakaran sukarela dan program pengelolaan lahan gambut berbasis komunitas sebagaimana diamanatkan pemerintah, kami mengajarkan cara mencegah serta menangani kebakaran kepada masyarakat. Kedua program tersebut juga membentuk keterampilan bertani serta mengelola lahan gambut secara lebih berkelanjutan, dengan mengurangi ketergantungan pada api secara bertahap.
Membangun masa depan bebas kebakaran dimulai dari generasi berikutnya. Melalui penyuluhan oleh sekolah serta sumber pembelajaran menarik, kami membantu anak-anak untuk memahami bagaimana kebakaran hutan bermula, mengapa hal itu perlu dipahami, dan tindakan sederhana apa saja yang dapat mereka lakukan untuk melindungi tempat yang menjadi rumah mereka.
Ingin mengenal orang-orang yang bekerja di balik layar dalam upaya kami mencegah kebakaran?
Silakan menyimak keseharian Oko Supajar, dan perhatikan bagaimana teknologi satelit, verifikasi lapangan, serta kerja sama tim didayagunakan dalam membantu melindungi hutan kita.
[1] MODIS: Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer
[2] VIIRS: Visible Infrared Imaging Radiometer Suite
[3] Suomi NPP: Suomi National Polar-orbiting Partnership
[4] NOAA: National Oceanic and Atmospheric Administration
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang