Ruang Berita

Tokoh

SMART SPOT Medan bahas Hak Asasi Manusia dalam bisnis dan ketenagakerjaan


Isu Hak Asasi Manusia (HAM) sehubungan dengan ketenagakerjaan merupakan salah satu hal yang seringkali di asosiasikan dengan industri kelapa sawit. Walaupun terdapat banyak pelaku usaha yang telah menerapkan standard ketenagakerjaan yang tinggi dan perlindungan HAM secara ketat dalam operasinya, namun masih banyak pelaku usaha lainnya yang belum memahami mengenai penerapan prinsip-prinsip kunci dari HAM itu sendiri.

Sehubungan dengan hal ini, Sinar Mas Agribusiness and Food menyelenggarakan pelatihan SMART Sustainable Palm Oil Training (SPOT) yang bertemakan “Hak Asasi Manusia dalam Bisnis dan Ketenagakerjaan”. Pelatihan yang mengundang para pemasok perusahaan dari Suamatera Utara dibawakan oleh tiga pemateri yaitu Ono Haryono perwakilan dari Komnas HAM, Rajani Lindung Sirait perwakilan dari Disnakertrans Sumatera Utara, dan Irfan Afandi perwakilan dari International Labor Organization (ILO).

Melalui pelatihan ini para peserta mendapatkan informasi mengenai pembaruan berbagai regulasi dan aturan yang terkait dengan ketenagakerjaan dan K3, serta mendorong para pemasok perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip kunci HAM. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh para perserta untuk berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan prinsip-prinsip dasar HAM di perusahaan masing-masing sesuai dengan United Nation Guiding Principle on Business and Human Rights.

Dalam acara ini banyak hal menarik yang didapatkan seperti materi “Prinsip-Prinsip Kunci HAM dalam Bisnis” yang dibawakan oleh Ono Haryono dari Komnas HAM:

“Diplomasi sawit Indonesia ke dunia internasional perlu dibarengi dengan perbaikan internal industri sawit. Misalnya dengan penghormatan terhadap HAM, penyusunan mekanisme uji tuntas HAM, identifikasi risiko pelanggaran HAM dalam industri, dan mekanisme remediasi yang mudah diakses masyarakat”

Ono Haryono mejelaskan materi mengenai “Prinsip-Prinsip Kunci HAM dalam Bisnis”

Yang tak kalah menarik pada hari kedua, Irfan Afandi dari ILO menyatakan:
Kegiatan pengembangan kapasitas mengenai ketenagakerjaan seperti ini merupakan salah satu strategi untuk mendorong terciptanya Pekerja layak di industri kelapa sawit.

Para peserta SMART SPOT antusias bermain “Mana yang Mudah-Murah-Cerdas” dalam sesi Keselamatan Kerja dengan pembicara Irfan Afandi (ILO)

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari pada 7 – 8 Mei 2018 di Hotel Grandhika, Medan dihadiri oleh 28 orang peserta dari 12 perusahaan pemasok.  Kegiatan ini merupakan salah satu bukti dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemasok untuk meningkatan dan menerapkan praktik-praktik produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Diharapkan dengan diadakannya acara seperti ini para pemasok perusahaan dapat  memperoleh pemahaman yang memadai mengenai prinsip HAM dan ketenagakerjaan  dan terus menyempurnakan penerapannya dalam operasional bisnisnya masing-masing.

Tim Supply Chain perusahaan juga rutin mengadakan acara SMART SEED (Social and Environmental Excellence Development) untuk memastikan kemamputelusuran hingga ke kebun dan praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab bersama para pemasoknya. Baca selengkapnya di sini.

Ayu Pratiwi Lubis adalah lulusan Universitas Indonesia (Program Studi Kesehatan Lingkungan) dan Institut Teknologi Bandung (Master of Business Administration) yang bekerja sebagai supply chain development specialist di Sinar Mas Agribusiness and Food. Ia tertarik pada bidang kesehatan lingkungan dan banyak bekerja sama dengan pemasok minyak kelapa sawit perusahaan. Fokus pekerjaannya adalah untuk meningkatkan kepatuhan para pemasok terhadap Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (GSEP).

| | |