Ruang Berita

Tokoh

Jalan menuju perubahan nyata terletak pada praktik berkelanjutan yang cermat dan konsisten


Seluruh dunia baru saja memperingati hari-hari bertemakan lingkungan hidup – Hari Flora dan Fauna Sedunia, Hari Air Sedunia, Hari Hutan Sedunia, dan yang terbaru, Earth Hour. Saya selalu bertanya-tanya mengapa peringatan hari-hari itu jatuh pada bulan yang sama, yaitu Maret. Apakah itu diam-diam merupakan upaya kolektif berbagai organisasi dalam rangka memanfaatkan tingginya frekuensi peringatan hari-hari bertemakan serupa dalam waktu berdekatan, untuk mengarahkan perhatian orang terhadap persoalan iklim dan keberlanjutan?

Selama bulan Maret Anda mendapati banyak orang membicarakan berbagai isu penting, membeli kaos dengan pesan tertentu yang menyerukan dukungan pada perjuangan melawan perdagangan hewan ilegal dan bahkan mungkin mematikan lampu selama 60 menit saat Earth Hour. Namun tanpa dorongan nyata untuk mewujudkan perubahan, kebanyakan orang cenderung kurang peduli mengenai bagaimana dampak praktik mereka terhadap bumi dan iklim selama 11 bulan lainnya. Saya sendiri juga tidak luput dari kesalahan serupa, tetapi bekerja di perusahaan yang sepanjang waktu berupaya membenahi hal-hal terkait keberlanjutan membantu saya untuk tetap fokus.

Earth Hour adalah gerakan mematikan lampu yang sudah berlangsung sejak 2007.

Akan tetapi, jika dipikir-pikir, sebenarnya apa gunanya berhati-hati selama satu bulan dari 12 bulan yang ada dalam setahun? Sebagian orang mungkin berkata berbuat sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi saya melihatnya secara berbeda, karena jika kita melakukan sesuatu secara berlebihan dalam waktu singkat, kita cenderung akan mencoba mengimbanginya secara berlebihan juga. Misalnya Anda memutuskan untuk berolahraga di gym selama satu jam lebih lama setiap hari, dan karena upaya ekstra itu Anda lebih permisif dan menyantap makanan dalam porsi yang jauh lebih banyak dari biasanya – bagaimana itu bisa membantu? Saya tidak mengatakan hal itu terjadi pada semua orang, tetapi seringkali orang pada akhirnya berperilaku seperti itu.

Begitu penting melaksanakan praktik keberlanjutan secara konsisten. Persoalan ini adalah masalah yang selalu ada, 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun, tidak akan hilang atau jadi lebih baik hanya karena diperingatinya hari kesadaran akan sesuatu satu tahun sekali. Kiranya tidak baik jika kita mematikan semua lampu selama satu jam pada suatu hari dalam setahun, tetapi tetap membiarkannya menyala secara sembarangan di semua hari lain, bahkan saat Anda tidak di dalam ruangan. Perubahan apa yang akan muncul?

Demikian pula, bagi organisasi, upaya sehari-hari sangat penting untuk membawa perubahan nyata. Sebagai contoh, GAR memiliki sistem pelaporan kebakaran kuat yang melibatkan anggota dari tim lintas fungsi, yang bekerja bersama setiap hari untuk memastikan waktu respons lebih cepat dalam mengirimkan bantuan, menanggulangi api dengan lebih baik, dan memastikan transparansi terkait penyebab kebakaran. Pelaporan kebakaran yang baik menyediakan data handal yang kemudian dapat dijadikan landasan untuk banyak inisiatif keberlanjutan GAR.

Perubahan pada rantai pasok juga dipicu oleh upaya perusahaan untuk secara rutin melibatkan peran pemasok pihak ketiga. Setiap minggu, tim rantai pasok GAR mengunjungi pemasok di seluruh Indonesia, meninjau ulang kepatuhan mereka terhadap Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (GAR Social and Environmental Policy atau “GSEP”), dan memberi mereka pelatihan mengenai praktik produksi berkelanjutan. Upaya cermat di bidang ini sejak tahun 2015 telah membuahkan hasil berupa tercapainya 100% Kemamputelusuran hingga ke kebun (Traceability To Plantation/TTP) di semua pabrik milik GAR pada akhir 2017, dan akan membantu perusahaan mencapai target 100% TTP untuk keseluruhan pabrik di tahun 2020.

GAR menyelenggarakan pelatihan rutin bersama pemasok.

Perusahaan juga memiliki tim khusus yang membina kerja sama dengan masyarakat dalam program Desa Makmur Peduli Api dan Program Konservasi Partisipatif, yang keduanya telah memperlihatkan hasil nyata yaitu berkurangnya titik panas (hotspot) yang diakibatkan praktik tebang dan bakar lahan, serta peningkatan luas kawasan konservasi hutan.

Kegiatan ini membutuhkan upaya yang konsisten dan waktu agar dapat diterapkan dengan baik dan telah menunjukkan perubahan serta hasil nyata. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa perubahan yang dianjurkan agar kita semua wujudkan berdasarkan dorongan semangat hari-hari istimewa tersebut bersifat berkelanjutan dan berdampak nyata, alih-alih impulsif dan hanya berumur pendek?

  1. Banyak membaca.

    Kenali dengan baik perubahan apa yang akan Anda mulai dan mengapa. Jika Anda memutuskan untuk hanya menggunakan produk dengan minyak kelapa sawit berkelanjutan bersertifikat, pastikan Anda tahu cara mengidentifikasinya, mengapa Anda melakukannya, dan apa yang harus dilakukan jika tidak menemukan pengganti untuk produk yang belum disertifikasi.

  2. Mulailah dengan satu tindakan konsisten dan terus lakukan

    Jangan terlalu ambisius. Sangat mudah untuk membuat pernyataan hebat untuk sepenuhnya mengubah cara hidup agar lebih berkelanjutan, tetapi Anda mungkin kurang menyadari betapa banyak yang harus dilakukan untuk mewujudkan perubahan tersebut.

  3. Beritahukan tujuan Anda dengan orang-orang terdekat.

    Pertama, mereka dapat membantu Anda tetap berada di jalur yang benar. Kedua, tindakan Anda mungkin memengaruhi mereka untuk berkomitmen juga terhadap perubahan.

  4. Akhirnya, tetapkan tonggak pencapaian dan tinjau tindakan Anda dari waktu ke waktu.

    Apakah hal ini bermakna? Apakah Anda melihat daya tarik positif dari tindakan itu? Apakah Anda siap untuk berbuat lebih?

    Akhirnya, perubahan membutuhkan waktu dan tidak mungkin terjadi dalam rentang satu atau dua bulan yang penuh kesibukan acara bertema lingkungan. Harap diingat, tindakan konsisten lebih berdampak dibanding tindakan ad-hoc yang mencolok, jadi mulailah lakukan peran Anda demi lingkungan kita!

Terinspirasi untuk membuat perubahan? Mari melangkah bersama dan ikuti kabar terbaru terkait perkembangan keberlanjutan GAR dengan berlangganan newsletter kami.

| | |