Ruang Berita

Masyarakat

Tingkatkan kehidupan masyarakat melalui Program Mata Pencaharian Alternatif


Program Mata Pencaharian Alternatif, yang diperkenalkan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food tahun 2016, mengajarkan masyarakat desa untuk melakukan praktik pertanian berkelanjutan tanpa menggunakan bahan kimia dan api yang intensif dalam membuka lahan. Selain dapat meningkatkan swasembada pangan, program ini membantu warga desa untuk menanam tanaman pangan mereka sendiri dengan hasil panen yang lebih variatif. Kemudian hasil panen tersebut dapat mereka jual ke pasar lokal sehingga memberikan penghasilan tambahan.

Seperti yang kita ketahui sebagian besar kebakaran hutan terjadi karena pembukaan lahan untuk pertanian. Banyak warga desa melakukan ini karena mereka sangat bergantung pada lahan pertanian untuk keberlangsungan hidup, dan tanpa disadari atau keterbatasan akses, mereka akhirnya membuka lahan dengan cara membakar. Upaya mendorong peralihan dalam membuka lahan tanpa bakar harus berfokus pada penawaran alternatif bagi petani, metode berkelanjutan dalam persiapan lahan, dan juga menjamin ketahanan pangan bagi keluarga mereka. Program Mata Pencaharian Alternatif dilaksanakan  dengan masyarakat setempat dalam Perencanaan Konservasi Partisipatif kami sebelum pembangunan atau konservasi lahan.

peserta dalam program desa Lembah Hijau
Para peserta dalam program desa Lembah Hijau 2 bersama dengan perwakilan Sinar Mas Agribusiness and Food.

Bagaimana program dijalankan?

  • Edukasi tentang dampak kebakaran hutan dan lahan
    Kami mengajarkan masyarakat desa tentang pentingnya habitat alami dan dampak kebakaran yang tidak baik. Kami bekerjasama dengan kepala desa untuk mengumpulkan masyarakat desa dan memberikan mereka ilustrasi bagaimana cara kerja rantai makanan melalui permainan. Dengan demikian mereka dapat mengetahui bahwa setiap tindakan (dalam hal ini pembakaran lahan) dapat menyebabkan beberapa hewan musnah atau kerusakan tanah. Hal ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan hidup mereka sendiri.
  • Evaluasi Mata Pencaharian Berkelanjutan (Sustainable Livelihood Assessment / SLA)
    Pada tahap ini kami menyiapkan waktu tiga hingga empat minggu untuk membantu masyarakat desa memprioritaskan rencana pengembangan lahan mereka. Kami bekerjasama dengan mereka untuk menentukan bagaimana memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengurangi biaya. Contohnya adalah dengan menanam aneka sayuran, membudidayakan ternak dan ikan dapat membantu satu kepala keluarga menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp 300.000 per bulan.

    Proses diskusi selama program SLA.
  • Peningkatan kapasitas di sekolah lapangan
    Sebanyak 30 petani pilihan dari masing-masing desa dilatih untuk menerapkan pertanian terpadu secara ekologis. Para petani ahli mengajarkan mereka bagaimana merencanakan penggunaan lahan; membuat kompos padat / cair, pestisida nabati, mikroorganisme lokal, zat pengatur tumbuh tanaman; membudidayakan ternak; dan mengendalikan hama. Pelatihan ini membutuhkan waktu mulai dari tiga hingga enam bulan tergantung pada jenis tanaman dan kondisi lahan. Setelah panen pertama dari sekolah lapangan mereka terjual, desa tersebut kemudian mengalokasikan uang yang diperoleh untuk 30 petani ini agar meniru metode pertanian ramah lingkungan di lahan mereka sendiri.

    Para petani mempelajari Rumah Kompos Desa (strukturnya di sebelah kiri foto) dalam sekolah lapangan. Rumah Kompos Desa memiliki mesin kompos yang membantu petani menghasilkan pupuk kompos secara berkala sebagai kebutuhan mereka dalam pertanian ekologis.
  • Jaringan petani ekologis
    Kami membentuk lingkungan kerja kelompok dari tahap awal pelatihan petani . Hal ini dilakukan karena kami percaya ini dapat membantu mereka saling memotivasi dan mempengaruhi petani lain di sekitarnya untuk belajar serta menerapkan praktik ekologis di perkebunan mereka sendiri. Tujuan kami menjalankan program ini di beberapa desa adalah membentuk wadah bagi masyarakat untuk saling bertukar ide tentang teknik budidaya dan pemasarannya. Jaringan antar desa ini berpotensi membantu para petani mendapatkan akses sumber daya lebih banyak dari institusi atau pemerintah.
  • Perbaikan akses pasar
    Kami membantu meningkatkan akses petani untuk masyarakat lainnya di tingkat kabupaten dan daerah dengan membiarkan mereka menjual hasil panen dari konsesi milik Sinar Mas Agribusiness and Food. Dengan begitu, mereka dapat menjual hasil panen dengan harga yang lebih tinggi.
  • Pemantauan dan evaluasi
    Setelah melalui proses ini, para petani akan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan program tersebut serta berbagi hasil pengamatan dan pembelajaran mereka dengan tim Sinar Mas Agribusiness and Food.

    Para petani dalam sekolah lapangan.

Manfaat dan dampak
Program Mata Pencaharian Alternatif memberikan manfaat bagi masyarakat desa dalam memperluas pengetahuan akan metode pertanian alternatif. Mereka juga dapat mengenal berbagai tanaman baru yang dapat dikonsumsi sendiri atau hasil panennya dapat dijual di pasar untuk penghasilan tambahan. Dengan membuka lahan tanpa bakar, hutan pun dapat dilestarikan dan kemungkinan kabut dapat diminimalisir.

Hingga sekarang kami telah melaksanakan program ini di Desa Nanga Bian dengan perkebunan rumah dan meluncurkan proyek contoh pertanian organik di Desa Lembah Hijau 2. Kami saat ini sedang melaksanakan program ini di Desa Tajok Kayong dan tiga konsesi lainnya di Kalimantan Barat.

Program Mata Pencaharian Alternatif adalah salah satu cara kami melakukan pendekatan dalam ketahanan pangan untuk masyarakat setempat dalam program Desa Makmur Peduli Api. Pelajari lebih lanjut di sini.

| | |