menu bar
close-grey

Tiga hal yang harus diketahui tentang minyak kelapa sawit di Amerika Latin

Posted: Jul 14, 2023 6 minute read SMART 0 Likes

Minyak kelapa sawit telah menjadi komoditas pokok di sepanjang sejarah Amerika Latin, dan mulai dibudidayakan secara komersial sejak tahun 1932. Sejak saat itu, kawasan ini mencatat pertumbuhan produksi minyak kelapa sawit yang stabil, yang didorong upaya pemerintah untuk membangun kawasan pedesaan serta permintaan pasar lokal terhadap minyak kelapa sawit.

Saat ini, Amerika Latin terus mengambil langkah signifikan menuju produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan dan semakin memantapkan posisinya di pasar global. Inilah tiga hal yang harus Anda ketahui tentang hal tersebut.

1. Kecil, tapi kuat

Amerika Latin memproduksi lebih sedikit minyak kelapa sawit dibanding Asia Tenggara, tetapi kawasan ini masih merupakan produsen terbesar kedua di dunia.

Volume produksi minyak kelapa sawit Amerika Latin dibandingkan dengan Asia Tenggara
Volume produksi minyak kelapa sawit Amerika Latin dibandingkan dengan Asia Tenggara1

Banyak negara Amerika Latin, seperti Kolombia, Guatemala, Honduras, dan Brasil, dikenal sebagai produsen minyak kelapa sawit terdepan. Kolombia, pada khususnya, merupakan yang terdepan di kawasan ini dalam hal produksi, mencatat produksi dan pendapatan ekspor yang signifikan (yaitu $470 juta pada tahun 2021).

 

Negara-negara penghasil minyak kelapa sawit
Negara-negara penghasil minyak kelapa sawit2

Tidak hanya itu, budidaya kelapa sawit di Amerika Latin mengalami pertumbuhan pesat didorong oleh melonjaknya kebutuhan dunia. Sebagai contoh, Guatemala, eksportir minyak kelapa sawit terbesar di Amerika Latin, memperluas lahan yang digunakan untuk budidaya kelapa sawit sebesar 10 persen setiap tahunnya dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar perluasan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

Produksi minyak kelapa sawit di negara-negara Amerika Latin masih memiliki ruang untuk berkembang. Produksi minyak kelapa sawit dunia diproyeksikan meningkat dari sekitar 80 juta ton pada tahun 2021 menjadi 90 juta ton pada tahun 2030. Akan tetapi, perluasan lahan budidaya di Asia Tenggara sudah hampir mencapai batasnya, dan pertumbuhan diprediksi hanya akan dicapai melalui peningkatan produktivitas panen. Karena itu, para pakar di industri ini mengharapkan adanya pertumbuhan di kawasan lain, seperti Amerika Latin.

Walau memiliki potensi pertumbuhan, Amerika Latin menghadapi masalah yang sama dengan Asia Tenggara, antara lain kebutuhan akan peningkatan produktivitas per hektar dan kepatuhan terhadap regulasi keberlanjutan yang terus berubah. Tantangan ini semakin kompleks oleh situasi yang mana sektor minyak kelapa sawit Amerika Latin sebagian besar terdiri dari produsen skala kecil dan menengah, bukan perkebunan berskala besar seperti di Asia Tenggara. Hal ini kian meningkatkan tuntutan agar perusahaan bekerja sama dengan petani sehingga mereka dapat menerapkan praktik berkelanjutan dan memiliki akses terhadap pasar.

Bagaimana Perusahaan membantu pemasok di Amerika Latin?

Salah satu cara kami membantu mitra di Amerika Latin untuk meningkatkan volume produksi minyak yang dihasilkan per hektar adalah membagikan bibit unggul Dami Mas DxP berproduktivitas tinggi kepada mereka.

2. Target ekspor utama: Antar negara Amerika Latin & Uni Eropa

Kawasan Amerika Latin mengonsumsi sekitar tiga perempat dari minyak kelapa sawit yang mereka hasilkan. Akan tetapi, volume ekspor dan impor di masing-masing negara Amerika Latin bervariasi karena berbagai faktor seperti tingkat konsumsi, produktivitas panen, dan peraturan setempat.

Salah satunya adalah mandat biodiesel di Kolombia. Kendati Kolombia merupakan penghasil minyak kelapa sawit terbesar dari segi volume di kawasan ini, “Kira-kira separuh dari konsumsi lokal digunakan untuk biodiesel,” ungkap Herbert Davila Rothman, Commercial Manager GAR untuk Amerika Latin. Inilah yang justru membuat Guatemala menjadi negara pengekspor terbesar.

Tahukah Anda?

Hanya ada dua negara di Amerika Latin yang saat ini memiliki mandat biodiesel, yaitu Kolombia dan Brasil.

Begitu pula, “Alasan mengapa [negara-negara lain seperti Guatemala, Honduras, dan Kosta Rika] volume ekspornya sangat besar adalah karena konsumsi mereka hanya untuk manusia,” tambahnya.

Brasil dan Meksiko, yang merupakan negara pengimpor bersih, menjadi pendorong ekspor di kawasan tersebut. Untuk mencukupi kebutuhan lokal, mereka juga mengimpor minyak kelapa sawit dari Asia Tenggara.

Pola perdagangan kelapa sawit dari negara-negara produsen di Amerika Latin
Bagan 1. Pola perdagangan kelapa sawit dari negara-negara produsen di Amerika Latin (Sumber: Trademap, 2021)

Di luar kawasan tersebut, Amerika Latin diuntungkan dengan meningkatnya kebutuhan pasar global, khususnya di pasar Uni Eropa. Hampir seluruh ekspor internasional mereka ditujukan ke Eropa (lihat Bagan 1 di atas).

Alasannya?

“Alasan utama adalah karena Uni Eropa bebas pajak,” ujar Rothman. Minyak kelapa sawit tercakup dalam Association Agreement antara Uni Eropa dan Amerika Tengah.

Untuk mengamankan posisi di rantai pasok Uni Eropa, produsen minyak kelapa sawit Amerika Latin mengambil keputusan strategis untuk berfokus pada distribusi ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO). Pilihan inilah yang membedakan mereka dari rekan-rekannya di Asia Tenggara yang akhir-akhir ini mengalihkan fokus pada produk olahan, seperti pakan, oleokimia, dan bahan bakar nabati.

3. Siap berkembang secara berkelanjutan

Dengan perubahan lanskap regulasi dan kebijakan Uni Eropa, kebutuhan Amerika Latin akan rantai pasok yang kokoh, dapat ditelusuri, dan berkelanjutan semakin menguat. Untungnya, mereka berada di posisi yang baik untuk memproduksi minyak kelapa sawit secara bertanggung jawab.

Sertifikasi minyak kelapa sawit berkelanjutan menjadi semakin populer di kawasan tersebut, dengan naiknya jumlah petani bersertifikasi hingga dua kali lipat dan perluasan area yang bersertifikasi Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) hingga hampir 470.000 ha pada periode 2017 hingga 2021. Amerika Latin juga memiliki persentase Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan Bersertifikasi (Certified Sustainable Palm Oil) tertinggi (yaitu 27 persen) dari semua kawasan di dunia.

Industri sawit Amerika Latin telah berhasil memutuskan keterkaitan deforestasi dengan produksi minyak kelapa sawit dengan memprioritaskan penggunaan lahan yang sudah dibuka, seperti padang rumput, lahan pertanian, dan perkebunan pisang. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa 79 persen ekspansi sawit di kawasan tersebut dilakukan di atas lahan yang sudah dibuka atau dialihfungsikan. Sisanya yaitu 21 persen bertempat di lahan bervegetasi kayu, termasuk hutan.

Tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya untuk mencegah ekspansi kebun ke dalam ekosistem hutan. Kita juga harus berhati-hati agar kelapa sawit tidak menggusur tanaman lain ke kawasan hutan yang lebih dalam. Namun demikian, produsen minyak kelapa sawit di kawasan ini yakin bahwa rekam jejak penghapusan deforestasi dari produksi minyak kelapa sawit menunjukkan mereka siap untuk mematuhi regulasi baru Uni Eropa.

Petani adalah yang utama

Memasuki pasar baru bukanlah hal mudah, khususnya di lokasi di mana hubungan kerja sama telah terjalin selama puluhan tahun bersama mitra-mitra sebelumnya.

Kendati begitu, seperti dijelaskan Rothman, “Sebelum menjadi eksportir dan pengolah kelapa sawit kelas dunia, Perusahaan bermula sebagai produsen.”

“Perusahaan bermula sebagai produsen, sebelum kemudian menjadi eksportir dan pengolah kelapa sawit kelas dunia.”

– Commercial Manager LatAm, Herbert Davila Rothman

Perusahaan bermula sebagai produsen, begitu pula para pemasok kami di Amerika Latin. Perusahaan memahami tantangan yang dihadapi di lapangan dan memiliki tujuan yang sama dalam hal mengoptimalkan produktivitas dan bertransisi secara berkelanjutan menuju minyak kelapa sawit yang diproduksi secara bertanggung jawab. Inilah salah satu keunggulan utama kami dari kompetitor lainnya.

Tujuan kami bukanlah perdagangan yang bersifat oportunistik, melainkan menggandeng mitra dari Amerika Latin ikut serta dalam perjalanan kami menyediakan bahan pangan dan bahan bakar bagi dunia secara berkelanjutan.

“Perkebunan adalah mitra, dan terintegrasi dalam rantai pasok kami,” ujar General Manager untuk Eropa & Amerika Latin Gerardo Pla Otanez.

“Kami tidak ingin sekadar membeli CPO murah untuk memasok pabrik rafinasi. Kami ingin menjadi penghubung yang benar-benar transparan antara para mitra dan pasar,” imbuhnya.

—–
Tujuan kami adalah mengintegrasikan mitra dari Amerika Latin ke dalam rantai pasok kami dan menghubungkan mereka dengan pasar global. Hal ini dilakukan dengan bekal keahlian kami selama bertahun-tahun sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan terbesar dengan kemampuan distribusi yang mumpuni.

Jika Anda tertarik untuk bekerja sama dengan kami, silakan kirim pesan di sini. Selain itu, Anda dapat membaca blog lainnya dalam serial ini untuk mengetahui selengkapnya mengenai kehadiran dan peran Perusahaan di Amerika Latin.
—–

1 Informasi diambil dari: www.expertmarketresearch.com

2 Informasi diambil dari: www.worldagriculturalproduction.com

fb twitter linkedin mail