menu bar
close-grey

Mengapa minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan itu penting: Tinjauan untuk Eropa

Posted: May 19, 2023 4 minute read SMART 0 Likes

Tahukah Anda bahwa minyak kelapa sawit merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam produk kemasan, mulai dari makanan dan minuman hingga kosmetik dan produk pembersih? Hampir separuh dari semua produk kemasan mengandung minyak kelapa sawit.

Selama lima dekade, produksi minyak kelapa sawit global terus melonjak. Menurut Grand View Research, pasar minyak kelapa sawit global bernilai USD 63,7 miliar pada tahun 2022. Angka ini diperkirakan tumbuh 5,1% per tahun pada periode 2022-2030.

Tantangan minyak kelapa sawit: Pelestarian habitat

Meski demikian, pesatnya ekspansi pasar minyak kelapa sawit menimbulkan kekhawatiran tentang pembukaan sejumlah habitat paling berharga dan rentan di planet kita untuk melapangkan jalan bagi usaha perkebunan.

Praktik yang tidak berkelanjutan, seperti pembukaan hutan, dapat mengakibatkan hilangnya kawasan hutan hujan dan hutan bakau yang tak tergantikan, yang kaya akan keanekaragaman hayati. Hal ini akan memengaruhi habitat spesies satwa terancam seperti orang utan, harimau, gajah, dan badak.

Apakah memungkinkan apabila peningkatan jumlah lahan untuk perkebunan dilakukan tanpa membuka kawasan hutan?

Ya, bisa. Kita dapat menggunakan kawasan atau lahan terdegradasi yang sebelumnya telah digunakan untuk tanaman lain.

Sebagai pasar, Eropa telah menjadi pendukung vokal untuk minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan yang diharapkan dapat menjawab tantangan ini. Bahkan, kini mereka tetap menjadi pendorong utama untuk permintaan terhadap Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan yang Bersertifikasi (Certified Sustainable Palm Oil).

Keberlanjutan wajib: Sebuah bahan dalam resep Eropa untuk mewujudkan dunia yang lebih ramah lingkungan

Eropa siap memperkuat upayanya untuk mempromosikan minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan dengan regulasi baru yang mewajibkan perusahaan memastikan bahwa rantai pasok mereka bebas deforestasi sehingga produk mereka dapat dijual di pasar Uni Eropa.

new-eu-regulation

Kendati kami belum mempelajari semua detailnya, ada tiga syarat yang ditetapkan bagi pembeli dari Uni Eropa. Persyaratan tersebut antara lain:

  1. Informasi mengenai lokasi spesifik plot lahan produksi
  2. Pemeriksaan apakah terjadi deforestasi
  3. Pengecekan legalitas produksi

Berbagai peraturan lain juga akan terbit, seperti arahan Uji Tuntas Keberlanjutan Perusahaan. Aturan ini akan mengharuskan agar perusahaan untuk memastikan bahwa mereka tidak merusak lingkungan atau melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Uni Eropa juga sedang merumuskan aturan untuk menghentikan produk yang menerapkan kerja paksa dalam produksinya untuk memasuki pasar Uni Eropa. Rincian lebih lanjut akan diumumkan tahun ini.

Minyak kelapa sawit mungkin merupakan komoditas yang paling siap untuk memenuhi persyaratan baru tersebut. Sektor ini telah mencatat kemajuan yang cukup signifikan dalam mengatasi deforestasi selama satu dekade terakhir, berkat upaya bersama yang menghasilkan penurunan substansial laju deforestasi kelapa sawit di Indonesia. Selain itu, sebagian besar impor minyak kelapa sawit (93%) sudah mengantongi sertifikasi, yang merupakan langkah besar untuk memenuhi persyaratan baru itu. Walau masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, industri minyak kelapa sawit berada pada posisi yang baik untuk memimpin upaya produksi komoditas yang berkelanjutan dan menjadi teladan bagi sektor lain.

Unggul lebih dulu: Bagaimana GAR mengantisipasi aturan baru Uni Eropa

Kelapa sawit dapat ditanam secara bertanggung jawab, dengan memperhatikan baik lingkungan maupun masyarakat setempat. Berkat investasi awal Perusahaan dalam pelestarian hutan dan kemamputelusuran, kami memiliki bekal yang kuat untuk membantu pelanggan memenuhi persyaratan baru ini.

Komitmen Perusahaan untuk melindungi hutan sudah terbentuk sejak tahun 1997 ketika kami menetapkan Kebijakan Tanpa Bakar. Berdasarkan kebijakan ini, Perusahaan mengedukasi, melatih, dan membantu pemasok serta masyarakat lokal membangun keterampilan pemadaman api guna mencegah serta memadamkan kebakaran.

zero-burning-policy-2021-r1

Pada tahun 2011, kami mengambil langkah lebih lanjut dengan diluncurkannya Kebijakan Konservasi Hutan, yang memayungi upaya Perusahaan untuk melestarikan hutan dengan Stok Karbon Tinggi (SKT) dan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Pada tahun 2015, Perusahaan memperluas pelaksanaan kebijakan ini ke rantai pasok pihak ketiga. Berkat upaya awal tersebut, kini Perusahaan melindungi lebih dari 79.000 hektar kawasan konservasi di wilayah operasional, mendukung pemasok dalam melestarikan kawasan hutan seluas 110.000 hektar, dan bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk melindungi 43.000 hektar hutan lainnya – dengan total luas lahan mencapai 220.000 hektar.

luas area konservasi

Demikian pula, Perusahaan memulai perjalanan kemamputelusuran di awal tahun 2014, dan mencapai Kemamputelusuran ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sepenuhnya pada 2015. Lalu, di akhir 2017, kami meningkatkan upaya kemamputelusuran ke level berikutnya, dengan mewujudkan Kemamputelusuran ke Perkebunan (TTP) penuh untuk PKS Perusahaan. Sejak saat itu, TTP tercatat mencapai 98 persen dan Perusahaan terus mengejar tujuan agar 100 persen TTP dapat terwujud dengan langkah nyata seperti pemantauan satelit, kunjungan lokasi, serta verifikasi data oleh pihak ketiga untuk memastikan tingkat transparansi dan akuntabilitas tertinggi dalam rantai pasok Perusahaan.

Komitmen kami untuk memerangi deforestasi sudah terlaksana sejak lama. Sebagai pelopor produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan, kami memiliki komitmen kuat untuk melindungi hutan. Dan dengan rekam jejak yang terbukti dalam mencapai kemamputelusuran di rantai pasoknya, Perusahaan memiliki keahlian dan data untuk mendukung pelanggan memenuhi persyaratan Uni Eropa yang baru.

Kesempatan untuk mengubah cerita

Menyampaikan informasi keberlanjutan di tingkat per pengiriman berdasarkan peraturan Uni Eropa yang baru akan menimbulkan tantangan, dan peraturannya juga masih belum jelas. Namun, boleh dibilang, peraturan ini membuka pintu bagi industri minyak kelapa sawit untuk menunjukkan komitmen terhadap pasokan yang bebas deforestasi, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial.

Upaya bersama sektor publik dan swasta telah berhasil mendorong penurunan 82 persen dalam laju deforestasi akibat minyak kelapa sawit Indonesia selama satu dekade terakhir.

Dengan menonjolkan upaya keberlanjutannya, produsen minyak kelapa sawit dapat mengubah persepsi negatif seputar industri ini, dan membuktikan bahwa minyak kelapa sawit dapat diproduksi secara bertanggung jawab serta meraih kepercayaan dari konsumen di Eropa.

—–

Perusahaan selalu membidik peluang untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang menganut nilai-nilai yang sama seperti kami. Lihat halaman Produk & Layanan untuk berkolaborasi bersama kami dalam menciptakan produk yang sesuai dengan peraturan Uni Eropa.

—–

fb twitter linkedin mail