Ruang Berita

Tokoh

Sebarkan semangat cinta kasih universal melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak di Kalimantan Barat


Birunya langit Kalimantan Barat hari itu menjadi hal yang berkesan bagi Anita S. Dradjat. Bersama dengan relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas lainnya, Anita dengan penuh cinta kasih membantu para pasien yang akan menjalani operasi katarak. Tidak sedikit para pasien yang telah berusia lanjut, sehingga diperlukan kesabaran dan kehati-hatian dalam membantu mereka. “Ini penanganannya harus ekstra. Mereka sulit melihat, jadi kita harus menuntun dengan penuh perhatian dan kesabaran”, ujar Anita S. Dradjat, salah seorang relawan bakti sosial operasi katarak.

Relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas Anita (kiri) membantu salah satu pasien Katarak yang telah berusia lanjut

Bakti sosial operasi katarak yang dilaksanakan pada 14 -15 Desember 2018 merupakan kerja sama antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sinar Mas Agribusiness and Food dan Korem 121/ Alambhana Wanawai Sintang. Masyarakat dari empat kabupaten yaitu Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Sekadau dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui proses yang telah ditentukan sebelumnya. Adanya laporan peningkatan penyakit katarak yang diderita oleh warga empat kabupaten tersebut setiap tahunnya menjadi latar belakang dilaksanakannya bakti sosial operasi katarak bagi 238 pasien terebut.  Selain itu kegiatan ini juga merupakan upaya Sinar Mas Agribusiness and Food untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar area operasi perusahaan.

Daliyah, seorang pasien asal Sekadau Hilir turut merasakan kebahagiaan dan manfaat dari kegiatan bakti sosial ini. Menempuh perjalanan beberapa jam dari rumahnya menuju lokasi bakti sosial operasi katarak di Rumah Sakit Tingkat IV 12 07 02 Sintang, Daliyah didampingi para relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas bergabung dengan para pasien lainnya untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter.

 “Sewaktu perban dibuka dan diperiksa saya kaget dan senang sekali, saya bisa melihat dengan jelas. Bersyukur sekali saya mendapat kesempatan ini,” ungkap Daliyah usai menjalani pemeriksaan paska operasi.

Bakti sosial katarak kerjasama Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia perwakilan Sinar Mas dan Korem 121/ABW di Sintang, Kalimantan Barat

Hingga sore hari, Anita dan relawan lain yang berjumlah lebih dari 100 orang masih dengan penuh semangat bahu membahu mendampingi para pasien. Tim dokter dari TIMA (Tzu Chi International Medical Association) sebanyak sembilan orang yang datang dari Jakarta, Sintang, dan Perkebunan Sinar Mas juga terus melayani pasien satu demi satu. Semua saling berbagi peran dan tugas agar masyarakat yang menjalani operasi katarak dapat terlayani dengan baik. “Saya sangat terharu ketika seorang ibu bilang ke saya bahwa beliau sangat bersyukur diperlakukan dengan sangat baik dalam kegiatan ini”, tutur Anita.

Pada sisi lain, CEO Sinar Mas Agribusness and Food Wilayah Kalimantan Barat sekaligus Pembina Tzu Chi Sinar Mas wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang turun tangan langsung membantu masyarakat yang akan melaksanakan operasi katarak. Tak segan, ia menuntun dan mengarahkan pasien lanjut usia menuju antrian pasien.

CEO Sinar Mas Agribusness and Food Wilayah Kalimantan Barat sekaligus Pembina Tzu Chi Sinar Mas wilayah Kalimantan Barat, Susanto Yang turut hadir untuk memberikan dukungan kepada para pasien operasi katarak

Ucapan terima kasih ia sampaikan langsung kepada seluruh Jajaran Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah), baik Bupati Sintang, Bupati Melawi serta Bupati Kapuas Hulu, Danrem 121/ABW Sintang dan Dinas Kesehatan, serta relawan Tzu Chi Sinar Mas sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Ia berharap dengan adanya kegiatan baksos ini, para warga penderita katarak dapat sembuh sehingga hidup dengan lebih sehat dan produktif.

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial operasi katarak ini juga sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Juang Kartika yang menjadi hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Pihak Korem 121/ Alambhana Wanawai Sintang menerjunkan pasukannya untuk membantu menyukseskan kegiatan ini mulai dari tahap screening (penyeleksian) pasien hingga paska operasi.

Baksos operasi katarak ini merupakan kegiatan pertama kali yang diselenggarakan bersama para relawan Tzu Chi. Mayor Infantri Syafendi sebagai Kepala Penerangan Korem berharap kerja sama dengan relawan Tzu Chi dapat terus berlanjut.

Kegiatan bakti sosial operasi katarak yang berlangsung selama dua hari ini menjadi sebuah cerminan dan pesan moral bahwa hakikat menjadi seorang manusia seutuhnya adalah ketika mereka bisa bermanfaat bagi sesamanya. Terus melakukan hal yang baik bagi yang membutuhkan dan menebarkan semangat cinta kasih yang universal.

Moses Silitonga saat ini aktif di Sinar Mas Peduli, sebuah bagian dari unit usaha Sinar Mas Agribusiness and Food yang bergerak di bidang sosial. Dalam pelaksanaanya, Sinar Mas Peduli mengedepankan praktik dan nilai-nilai kemanusiaan yang bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mengelola media komunikasi dengan berbagai materi program yang dijalankan merupakan salah satu tanggung jawab Moses dalam kesehariannya. Ia menyelesaikan pendidikan paska sarjana di Universitas Indonesia dengan menempuh program studi Manajemen Komunikasi.

| | |