Ruang Berita

Tokoh

Kisah Waluyo: Menggapai Cita-cita dengan Beasiswa Smart Planters


Waluyo adalah seorang lulusan baru, penerima program beasiswa SMART Planters pada 2016. Berasal dari Cilacap, Waluyo mengembangkan ilmunya di kampus INSTIPER di Yogyakarta, jurusan Agro-ecotechnology, khususnya mempelajari praktik agronomi di perkebunan kelapa sawit. Pada 31 Oktober 2020, pria berusia 23 tahun ini lulus sebagai mahasiswa terbaik di angkatannya.

“Saya bangga menjadi bagian dari program ini karena kader mahasiswa yang direkrut untuk beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food adalah yang terbaik. Ini merupakan tantangan sekaligus batu loncatan bagi saya untuk dapat bersaing secara sehat di perguruan tinggi. ”

Mengingat proses seleksi pada 2016 lalu, Waluyo menjalani serangkaian tes – diantaranya tes psikologi dan potensi akademik, wawancara, dan tes kesehatan. Hanya 30 orang yang terpilih dari ribuan pelamar yang berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Nusa Tenggara.

Saat Waluyo mendengar bahwa lamaran beasiswanya berhasil, ia merasa sangat senang dan bersyukur atas kesempatan tersebut.

“Setelah lulus SMA, saya memiliki keinginan dan cita-cita untuk melanjutkan kuliah, tetapi keluarga saya berasal dari ekonomi kurang mampu. Jadi saya mencari beasiswa sebagai cara saya untuk kuliah. Saya sangat bersyukur dapat menerima beasiswa SMART Planters pada 2016, karena beasiswa ini telah membantu saya mencapai posisi saya sekarang. ”

Selain beasiswa untuk biaya kuliah, perusahaan juga memberikan tunjangan bulanan berupa uang saku sebagai tambahan untuk sepuluh mahasiswa dan mahasiswi terbaik dalam program tersebut.

“Menurut saya ini sangat bagus, karena insentif ini terus memompa semangat belajar mahasiswa,” kata Waluyo.

Waluyo juga mendapatkan pengalaman kerja yang berharga selama jeda semester melalui program magang, termasuk bekerja di perkebunan kelapa sawit.

“Kami bisa melihat bagaimana materi yang kami pelajari di kelas dipraktikkan di lapangan – mulai dari administrasi perkebunan, hingga pengelolaan tanaman kelapa sawit yang produktif. Kami jadi mengetahui seperti apa kondisi sesunguhnya di lapangan dan perkebunan kelapa sawit. Magang dan kerja lapangan adalah batu loncatan yang bagus untuk mempersiapkan kita menghadapi dunia kerja yang nyata. ”

Waluyo mendapatkan pekerjaan sebagai Asisten Agronomi di Sinar Mas Agribusiness and Food setelah menyelesaikan studinya. Orang tuanya yang berprofesi sebagai pembuat gula aren dari pohon kelapa sangat bangga.

Waluyo memiliki pesan ini untuk para pelamar beasiswa.

“Tetap semangat dan persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Dengan demikian, Anda dapat memanfaatkan sepenuhnya kesempatan ini untuk bergabung dalam salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. ”

| | |