menu bar
close-grey

Dari Ibu Rumah Tangga hingga Menjadi Peternak Ayam: Perjalanan Komunitas

Posted: Aug 31, 2023 5 minute read SMART 0 Likes

*Kisah berikut dituturkan dari sudut pandang orang pertama

Mungkin memang terdengar agak klise, tapi saya meyakini pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Bagi saya, jika betul-betul bertekad dan memberikan yang terbaik sepenuhnya, kita bisa mengatasi segala rintangan dan mewujudkan impian yang diraih.

Saya senang karena telah membuktikannya. Sebagai peternak ayam petelur di Desa Tanjung Harapan, Kalimantan Barat, bersama anggota Usaha Bersama lainnya, kami telah mendirikan usaha yang tidak hanya menafkahi keluarga serta masyarakat, tetapi juga pada akhirnya meningkatkan taraf hidup kami.

Kelompok tani Usaha Bersama
Kelompok tani Usaha Bersama

Keluargaku, motivasiku

Perjalanan saya sebagai peternak ayam tidaklah mudah, namun setiap langkah sangatlah berharga. Sebelum memulai usaha ini, saya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Sebagian besar waktu saya digunakan untuk mengurus keluarga.

Meskipun mengurus rumah tangga merupakan hal yang membahagiakan bagi saya, saya tetap ingin menjadi lebih dari “sekadar ibu rumah tangga”. Saya ingin menghasilkan uang untuk menunjang kebutuhan keluarga. Aspirasi ini mendorong saya untuk bekerja sama dengan tujuh orang lainnya yang sepemikiran dan membentuk sebuah kelompok tani guna meningkatkan kesejahteraan keluarga kami.

Awal mula

Ide untuk memulai usaha peternakan ayam muncul dalam sebuah pertemuan bersama masyarakat. Saya mengobrol dengan para petani dan ibu rumah tangga lainnya di komunitas kami tentang tantangan yang kami hadapi bersama, dan bagaimana kami dapat bekerja sama demi masa depan keluarga yang lebih baik. Gagasan tentang peternakan unggas menarik minat kami, mengingat wilayah kami di pedalaman dan kesulitan kami dalam mendapatkan telur segar. Menyadari bahwa telur adalah sumber nutrisi yang luar biasa, kami merasa sangat tertarik untuk menyediakan telur segar setiap hari, dan peternakan unggas adalah pilihan tepat bagi kami. Saat itu juga kami membentuk sebuah kelompok tani khusus untuk mewujudkan ide ini.

Beternak unggas adalah hal yang asing bagi sebagian besar dari kami, namun kami semangat untuk belajar. Kami pun menghadiri lokakarya dan meminta bimbingan dari peternak berpengalaman, termasuk yang diperkenalkan oleh tim Bright Future Initiative dari Sinar Mas Agribusiness and Food.

Bright Future Initiative tidak hanya membekali kami dengan keterampilan praktis dan sumber daya berharga dalam beternak ayam, tetapi juga memberikan pemahaman yang komprehensif tentang manajemen bisnis yang efektif. Kami belajar bagaimana menemukan pasar yang potensial untuk penjualan telur, menghitung biaya awal, mengelola keuangan, dan mengawasi saluran distribusi. Keahlian praktis dan sekaligus pemahaman yang jelas tentang mengelola bisnis memberikan fondasi yang kokoh bagi usaha kami untuk berkembang.

Sesi pelatihan pengelolaan bisnis
Sesi pelatihan mengenai pengelolaan bisnis dari program Bright Future Initiative yang saya hadiri bersama dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lainnya di Kalimantan Barat

Begitulah ceritanya bagaimana kemudian pada tahun 2019, saya beserta kelompok tani saya merintis usaha dengan 300 ekor ayam, kandang, pakan, dan satu paket obat-obatan suplemen unggas.

Mengatasi rintangan

Banyak tugas dalam merawat ayam yang melibatkan pekerjaan fisik berat, seperti memberi pakan ayam, membersihkan kandang, dan menyiapkan suplemen herbal untuk hewan ternak kami.

Kami juga pernah mengalami tantangan eksternal ketika menjalankan usaha. Sebagai contoh, cuaca di tempat tinggal kami sering tidak bisa diprediksi, bahkan seringkali disertai ancaman banjir. Saat musim penghujan, kami bergotong-royong dalam memindahkan kandang ke tempat yang lebih tinggi, melepas baterai dari kandang untuk mencegah korsleting, dan selalu membersihkan saluran pembuangan agar air dapat mengalir ke luar kandang.

Hikmah yang dapat saya rasakan dari tantangan-tantangan tersebut adalah menyadari bahwa merawat ternak sekaligus memenuhi tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga mendorong kekuatan dari dalam diri saya yang tidak pernah saya sadari. Di samping itu, saya juga dapat menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan dengan lebih baik, sekaligus mengembangkan diri sebagai pemilik usaha maupun seorang ibu.

Yang terpenting, hubungan saya dengan mitra kelompok juga ikut berkembang. Kami tidak hanya berbagi tugas, tetapi juga berbagi ide yang dapat membantu kelancaran usaha. Lewat semua ini, saya tidak hanya belajar banyak tentang beternak ayam, tetapi juga mendapatkan teman-teman baik yang telah meningkatkan taraf kehidupan saya baik ketika bekerja maupun di rumah.

Kebutuhan pangan semakin mudah tersedia

Bagi saya dan keluarga, beternak ayam memberikan manfaat lain, yaitu ketersediaan telur segar di rumah. Mengumpulkan telur segar setiap pagi dari ayam-ayam yang sehat adalah sumber kegembiraan sehari-hari. Produksi telur kami saat ini mencapai 430 butir telur setiap hari yang berasal dari 482 ekor ayam. Jumlah tersebut setara dengan 13.000 butir telur per bulan, dan semuanya selalu terjual.

Telur segar
Telur segar yang diproduksi setiap hari langsung dari ayam-ayam yang kita rawat

Mengetahui bahwa saya dapat menyediakan makanan segar dan bergizi di meja makan bagi keluarga memberi saya rasa aman. Selain itu, kami tidak perlu lagi merasa risau dengan kualitas dan asal-usul telur seperti dulu. Dengan ayam ternak milik sendiri, saya tahu persis sumber dari makanan saya dan kondisi produksinya.

Namun, kita tidak sekadar berbicara tentang keluarga saya. Dengan kemampuan menyediakan telur bagi masyarakat, saya merasa memiliki tujuan hidup. Menyadari bahwa saya berkontribusi terhadap makanan tetangga sekitar dan memudahkan mereka dalam memperoleh makanan sehat yang dihasilkan sendiri memberi saya kepuasan tersendiri.

Sasaran di masa depan

Dengan bisnis yang berkembang pesat, kami mulai memikirkan rencana dan tujuan yang ingin kita gapai bersama di masa mendatang.

Pengomposan adalah salah satu prospek yang siap untuk dioptimalkan di peternakan kami. Dengan ketersediaan kotoran ayam yang kaya nutrisi, pengomposan adalah sebuah cara yang berkelanjutan dalam mengelola limbah dan membuat kompos organik bagi pengusaha tanaman di tempat kami.

Kami juga mulai memikirkan peluang untuk ekspansi, termasuk mengembangkan ternak dan memperbaiki infrastruktur. Kami berharap keberhasilan ini tidak hanya berarti penghasilan yang lebih mapan bagi keluarga, tetapi juga menginspirasi sesama petani lain di komunitas kami untuk memulai usaha serupa.

Dari awal sederhana dan tumbuh menjadi bisnis yang semakin maju, saya merasa senang menyaksikan bisnis kami berkembang. Perjalanan ini tidaklah sia-sia, dan memberi saya banyak harapan akan masa depan kami.

Sudut pandang/Narasi: Ernawati adalah seorang peternak ayam petelur di Desa Tanjung Harapan, Kalimantan Barat, Indonesia. Beliau telah mengelola usaha peternakan ayam petelur dengan kelompok tani Usaha Bersama sejak tahun 2019.

Bu Ernawati dan kelompok taninya adalah salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang didukung oleh Bright Future Initiative Perusahaan.

Program Bright Future Initiative bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan masyarakat lokal dalam meningkatkan taraf ekonomi dan membantu mereka agar menjadi semakin tangguh dalam jangka panjang.

———————————————-

Kami memiliki minat aktif dalam membangun masyarakat yang lebih kuat. Mulai dari kemitraan strategis hingga pemberdayaan ekonomi, upaya kami terus berkembang.

Temukan beragam pendekatan kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

———————————————-

fb twitter linkedin mail