Ruang Berita

Rantai Pasok

Belajar mengelola kawasan bernilai konservasi tinggi di Kutai Timur melalui SMARTSPOT


Kabupaten Kutai Timur yang berada di provinsi Kalimantan Timur merupakan lokasi Taman Nasional Kutai, sebuah habitat alami orangutan dengan populasi spesies langka yang terawat dengan baik. Kabupaten ini juga merupakan domisili sejumlah pemasok Sinar Mas Agribusiness and Food (SMART) , sehingga menjadikannya tempat yang sempurna untuk mengadakan Pelatihan Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan SMART (SMART Sustainable Palm Oil Training/SMARTSPOT) yang berfokus pada area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), kemamputelusuran, dan ketenagakerjaan.

SMART SPOT speakers and participants. A total of 19 participants from six supplier companies attended the training.

Kepala Taman Nasional Kutai, Nur Patria, beserta Manajer Kemitraan The Nature Conservancy (TNC), Edy Sudiono, menjadi pembicara tamu dalam acara ini, dengan topik yang membahas pengelolaan NKT dan konservasi orangutan – sebuah aspek penting pelestarian lingkungan dalam rantai pasok minyak kelapa sawit. Keduanya berbagi keahlian yang dimiliki dan menjawab pertanyaan pemasok tentang pengelolaan orangutan yang ditemukan di kawasan NKT.

Melihat dari dekat habitat orangutan di Taman Nasional Kutai

Dalam lokakarya ini, peserta diajak untuk melihat langsung bagaimana orangutan dan habitatnya di Taman Nasional Kutai dikelola. Kegiatan ini disambut dengan sangat baik oleh peserta, karena mereka dapat melihat orangutan dari dekat dan menerima informasi terperinci tentang cara menangani dan mengelola satwa ini jika para pekerja menemukannya di wilayah operasional. Di taman nasional ini, habitat orangutan dibiarkan dalam keadaan alami dengan sumber makanan mereka (yaitu buah-buahan dari tanaman hutan) diupayakan agar senantiasa terjaga. Lokasi taman nasional ini juga sering digunakan oleh para peneliti independen dari dalam maupun luar negeri sebagai lokasi penelitian yang berkaitan dengan habitat dan populasi orangutan. Habitat dan populasi orangutan saat ini berada dalam kondisi terancam. Sebagai produsen minyak sawit yang bertanggung jawab, Sinar Mas Agribusiness and Food berharap agar pemasok perusahaan juga memahami alasan dan cara melindungi hewan langka seperti orangutan, dan melakukan upaya untuk mengimplementasikan hal tersebut.

Kegiatan para peserta di Taman Nasional Kutai.

“Harapan saya adalah agar dalam jangka panjang para pemain industri sawit di Kutai Timur dapat memberikan nilai tambah pada kawasan konservasi seperti ini, dan belajar hidup berdampingan dengan satwa-satwa yang dilindungi,” ungkap Nur Patria.

Memahami Kemamputelusuran ke hingga ke Kebun (Traceability to Plantation/TTP)

Selain kegiatan tersebut, perusahaan juga menyelenggarakan sesi latihan praktik terkait salah satu tahapan proses TTP – yaitu pengumpulan data – bagi peserta agar mereka dapat memperoleh pengalaman secara langsung. Kami mengunjungi sejumlah petani yang memasok pabrik kelapa sawit (PKS) perusahaan. Pada sesi ini, para peserta diajari cara mengisi lembar penghitungan (tally sheet) yang digunakan sebagai dasar penyusunan data kemamputelusuran. Lembar perhitungan ini dikumpulkan dan dimasukkan dalam Dokumen Pernyataan Kemamputelusuran yang menyeluruh untuk PKS.

Para peserta pengumpulan data di perkebunan milik salah seorang petani kelapa sawit.

Peserta mewawancarai petani kelapa sawit untuk membangun profil masing-masing petani, dan menandai koordinat kebun guna melengkapi lembar tally sheet. Praktik dan pengalaman ini membantu pemasok untuk semakin meningkatkan komunikasi dengan pedagang, agen, dan petani yang menjalin kerja sama dengan mereka, serta menerapkan upaya kemamputelusuran serupa dalam operasional masing-masing.

Para peserta tengah menyusun rencana aksi bersama.

Mempersiapkan rencana aksi bersama

Rangkaian kegiatan SMART SPOT ditutup dengan penyiapan rencana aksi oleh para peserta dengan memanfaatkan perangkat Progress Assistant Tool (PAT). Perangkat ini merupakan alat yang digunakan untuk mengidentifikasi langkah-langkah selanjutnya dan kebutuhan yang menjadi prioritas dari pemasok perusahaan, seperti menetapkan sistem kemamputelusuran dan menyusun prosedur TTP, menyiapkan atau meninjau prosedur pengelolaan NKT, dan meningkatkan aspek ketenagakerjaan. Di akhir sesi, para peserta juga berbagi kisah sukses dan pembelajaran yang dipetik perusahaan masing-masing hingga saat ini dalam perjalanan transformasi keberlanjutan. Langkah selanjutnya adalah menggunakan PAT tersebut untuk menyelenggarakan lebih banyak pelatihan mendalam dan melakukan kunjungan lapangan di sejumlah pemasok yang telah ditentukan, untuk membantu mereka mewujudkan rencana aksi masing-masing.

Tertarik untuk mendalami program yang ditawarkan kepada pemasok perusahaan? Silakan klik di sini.

Fauzan Kurniawan adalah bagian dari tim Supply Chain Sustainability di Sinar Mas Agribusiness and Food. Ia bertanggung jawab untuk mengembangkan program dukungan kepada pemasok dan menerapkan sistem penilaian kinerja pemasok berdasarkan Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (GSEP). Sebelumnya bekerja di perusahaan kehutanan dengan bidang sertifikasi Sustainable Forest Management, ISO 14001 dan OHSAS 18001, Chain of Custody,, dan memiliki pengalaman sebagai konsultan sertifikasi kehutanan. Mendapat Gelar Magister Sains dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam & Lingkungan

| | |