Ruang Berita

Tokoh

2020: Memaksimalkan tahun “buruk” dengan sebaik-baiknya


Tak diragukan lagi, 2020 akan dikenang sebagai tahun yang tak dapat dilupakan begitu saja. Semua orang di mana pun berada merasakan dampak dari berbagai peristiwa yang terjadi tahun ini. Jelas bahwa sebagian dampaknya akan bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan sebelum pandemi COVID-19 terjadi dalam hidup kita sehari-hari.

Akan tetapi, di tengah keterpurukan ini, tidak semua hal menjadi redup dan suram. Mari kita lihat beberapa hal yang telah dicapai atau muncul di tengah tantangan tak terduga ini.

1. Sektor sawit tetap berjalan

Seiring kebijakan pemerintah Indonesia (dan Malaysia) yang menetapkannya sebagai sektor krusial, industri sawit secara umum berjalan tanpa gangguan berarti sepanjang 2020. Hal ini terutama jika dibandingkan dengan sejumlah sektor lain di seluruh dunia, seperti industri kemasan daging AS, yang mengalami guncangan signifikan. Kemampuan sektor sawit untuk terus beroperasi berhasil menghindarkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran di industri ini, dan tahun ini jutaan petani sawit masih dapat memperoleh penghasilan. Industri sawit juga mampu mempertahankan kemampuannya memasok bahan pangan yang sangat penting, serta komponen utama produk pembersih seperti sabun yang memainkan peran fundamental dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Karyawan pabrik rafinasi terus bekerja seiring diberlakukannya aturan keselamatan kerja baru.

2. Sinar Mas Agribusiness and Food tetap berkomitmen pada produksi minyak sawit yang bertanggung jawab (dan menguasai beberapa metode baru)

Di saat hal-hal yang memerlukan bepergian dan tatap muka langsung seperti konsultasi dengan masyarakat harus ditunda, Perusahaan terus berjuang mencari cara-cara baru yang kreatif agar tetap dapat menjalankan berbagai inisiatif dan proyek lain terkait keberlanjutan.

Salah satu aspek menarik adalah upaya menuju Kemamputelusuran Hingga ke Kebun(Traceability to the Plantation/TTP) yang terus berlanjut. Responsible Sourcing Team terus melibatkan peran pemasok melalui jalur virtual seperti SMART Reach, serta mendorong agar mereka melaksanakan dan melaporkan penilaian mandiri dengan bukti-bukti terdokumentasi. Sejak kuartal ketiga 2020, tingkat ketercapaian TTP penuh tercatat hingga 88%. Sebagian pemasok memang terpaksa mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan survei lapangan. Mempertimbangkan hal tersebut, Perusahaan akan memberi kelonggaran terhadap pemasok bila mereka belum berhasil memenuhi tenggat waktu yaitu akhir 2020.

Daniel Prakasa, Head of the Responsible Sourcing Team, mengatakan, “Kami terkesan oleh komitmen pemasok dalam rangka memenuhi TTP terlepas dari kesulitan di lapangan. Ini membuktikan bahwa upaya kami melibatkan peran mereka dan hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun tak sia-sia, seperti terlihat dari kemampuan meyakinkan pemasok bahwa mempertahankan upaya menuju produksi minyak kelapa sawit bertanggung jawab itu penting dan layak dilakukan karena manfaat yang akan didapat.”

Peristiwa menarik lainnya adalah peluncuran buku cerita anak Rumbun dan Sahabat Rimba. Buku ini membantu para guru mendidik siswa sekolah dasar tentang pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah operasional yang rawan kebakaran. Inisiatif ini dimulai beberapa saat sebelum wabah COVID-19 berkembang menjadi pandemi, dan rencana mengadakan pelatihan langsung bagi guru terpaksa dibatalkan. Untunglah, berkat perangkat konferensi video dan siaran podcast, tim Perusahaan di Indonesia dapat melanjutkan upaya sosialisasi dan pelatihan kepada 400 guru melalui lokakarya virtual khusus serta 700 peserta lain melalui podcast.

Bersama pelajar sekolah dalam acara peluncuran buku cerita Rumbun dan Sahabat Rimba awal tahun ini.

“Memang kami harus cepat mempelajari bagaimana pelatihan virtual dapat diadakan secara efektif, tetapi saya senang karena upaya kami tidak sia-sia. Kami berhasil menjangkau banyak orang melalui pelatihan virtual dan podcast, yang jumlahnya mungkin melebihi jumlah peserta bila pelatihan dilakukan secara tatap muka. Kini Perusahaan memiliki perangkat penting tambahan dalam upaya mendidik masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan kabut asap,” ujar Wulan Suling, Head of Corporate Communications.

Perusahaan juga melanjutkan dukungan terhadap 40 warga masyarakat setempat melalui program Mata Pencaharian Alternatif jangka panjang. Diawali sebelum pandemi, program ini bertujuan membangun ketangguhan dan ketahanan pangan masyarakat di daerah terpencil. Perusahaan juga mendukung upaya penyediaan alat pelindung diri yang memadai bagi karyawan dan warga masyarakat melalui program tanggung jawab sosial seperti program pembuatan masker.

3. Dukungan teknologi mengubah cara kerja

Salah satu perubahan terbesar yang muncul akibat pandemi adalah penerapan kerja jarak jauh atau bekerja dari rumah bagi pekerja kantor secara mendadak dan dalam skala besar. Saat berbagai negara satu per satu mulai memberlakukan pembatasan aktivitas sosial (lockdown) sebagai upaya menghentikan penyebaran virus, banyak di antara kita harus mengubah rumah menjadi kantor.

Selama infrastruktur teknologi yang kuat tersedia, khususnya koneksi internet yang baik, banyak orang tidak merasakan penurunan produktivitas karena telah menemukan cara kreatif dalam bekerja jarak jauh. Saat ini masa depan dunia kerja menjadi topik hangat di seluruh dunia, dengan banyaknya ahli yang meyakini bahwa cara kerja campuran akan menjadi semakin lazim.

Pandemi ini juga memaksa semua perusahaan menjadikan kesehatan dan keselamatan karyawan sebagai prioritas utama. Perusahaan yang tidak ingin menanggung risiko gangguan dan penutupan usaha, dengan melakukan upaya ekstra untuk melindungi karyawan di tengah masa sulit ini, akan sungguh-sungguh menuai manfaat hingga nanti ketika pandemi berakhir, termasuk menguatnya loyalitas dan keterlibatan peran karyawan.

Baru-baru ini, kabar ditemukannya sejumlah vaksin ampuh yang saat ini menuju tahap produksi massal pun beredar. Meski jalan menuju kekebalan masih panjang, titik terang sudah mulai tampak. Dan kendati 2020 tak diragukan lagi akan tercatat di buku rekor sebagai annus horribilis (tahun yang buruk), pada tahun inilah kita menyadari bahwa kita mampu berpikir kreatif dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara berbeda, bila memang diperlukan.

Suka artikel yang Anda baca? Daftarkan diri untuk menerima buletin bulanan secara teratur langsung di kotak masuk Anda melalui tautan ini.

| | |