menu bar
close-grey

‘To Be Honest’, tidak tahu info sebenarnya tentang minyak kelapa sawit berkelanjutan?

Posted: Aug 26, 2022 7 minute read SMART 262 views
Lima fakta besar yang sering terabaikan tentang kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan

chocolate

Dewasa ini, tak sedikit selebriti yang menciptakan merek makanan yang mendukung keberlanjutan. Menurut Forbes, pilihan makanan ringan yang diproduksi secara berkelanjutan merupakan “segmen yang semakin kompetitif, didorong oleh konsumen yang mencari ragam pilihan olesan sehat”. To Be Honest (TBH) adalah salah satu merek camilan baru yang dirintis selebriti dan dipasarkan sebagai “alternatif yang lebih sehat” daripada Nutella buatan Ferrero.

Merek yang dirilis belum lama ini, dipimpin pendirinya yang berusia 17 tahun, Noah Schnapp, seorang bintang serial Netflix Stranger Things, memiliki sudut pandang yang bermaksud baik kendati cenderung naif tentang keberlanjutan. Dengan asumsi sederhana, merek ini memandang jika penghapusan penggunaan minyak kelapa sawit akan lebih baik bagi kesehatan dan lingkungan hidup.

Dikutip dari portal berita online, sang aktor bermitra dengan Umana Venture Studios untuk menciptakan alternatif yang lebih ramah lingkungan terhadap olesan cokelat hazelnut Nutella.

Keputusan Iceland Foods baru-baru ini yang memutuskan untuk berbalik arah dan menghapuskan larangan penggunaan minyak kelapa sawit menunjukkan bagaimana berprasangkanya kita terhadap bahan satu ini. Dan betapa banyak pengetahuan yang harus diketahui lebih lanjut oleh peritel dan pebisnis makanan mengenai produk-produk kelapa sawit.

Sebagai produsen minyak kelapa sawit bertanggung jawab, Sinar Mas Agribusiness and Food meyakini konsumen berhak mempertanyakan kredensial keberlanjutan dari produsen kelapa sawit, bahkan mendorong konsumen agar melakukannya. Dengan begitu kita dapat menilai prasangka dan asumsi yang berkembang seputar minyak kelapa sawit – khususnya terkait keberlanjutan dalam proses produksi dan kontribusinya terhadap pola makan dan nutrisi konsumen.

Perusahaan telah berinvestasi pada penyediaan fasilitas terdepan di Pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) lima lantai yang berlokasi di dekat pabrik rafinasi Perusahaan di kawasan pinggiran timur laut Jakarta. Beroperasi sejak tahun 2015, Pusat R&D yang dikhususkan untuk lemak dan minyak nabati ini adalah laboratorium pertama di Indonesia yang terakreditasi ISO 17025. Artinya, kompetensi, netralitas, dan konsistensi Pusat R&D kami dalam operasional telah teruji dengan baik. Berbekal teknologi terbaru dan keahlian di bidangnya, tim R&D kami mendukung inovasi dan produksi produk makanan berbasis minyak kelapa sawit yang aman dan sehat.

Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang diluncurkan tahun 2015 merupakan wujud keyakinan Perusahaan bahwa pelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan sosial dapat dan semestinya berjalan beriringan.

Tantangan yang kami hadapi terletak pada upaya mengubah paradigma di antara konsumen (dan juga konsumen yang beralih menjadi produsen) serta menumbuhkan kesadaran orang-orang atas kesalahpahaman mereka terhadap produk berbasis kelapa sawit.

Sejujurnya, berikut lima fakta besar yang seringkali terabaikan tentang kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan dan bahan-bahan berbasis kelapa sawit:

1. Bahan berbasis kelapa sawit bersifat vegan dan memiliki manfaat nutrisi tinggi
Minyak kelapa sawit diekstraksi dari tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit. Fakta ini membuatnya (dan semua bahan berbasis kelapa sawit) 100% vegan, seperti halnya minyak bunga matahari dan minyak rapa.

Ketika Elena Guberman, CEO TBH, membandingkan olesan hazelnut mereknya dengan produk terlaris di pasaran, dia mengatakan, “Bahan-bahan TBH adalah vegan,” sehingga menyiratkan secara halus bahwa penggunaan minyak kelapa sawit yang terkandung dalam Nutella menjadikannya non-vegan.

Tidak hanya vegan, minyak kelapa sawit juga mengandung banyak manfaat nutrisi dan kesehatan. Minyak kelapa sawit merupakan sumber yang kaya akan beta-karoten dan mengandung tokoferol dan tokotrienol. Kedua antioksidan dari vitamin E ini memperkuat sistem kekebalan tubuh, mencegah risiko penyakit jantung, dan menurunkan risiko degenerasi saraf.

Minyak nabati non-transgenik ini berwujud semi padat dalam bentuk alaminya di suhu ruangan, sehingga tidak memerlukan proses hidrogenasi parsial (yang memicu terbentuknya asam lemak trans). Sebaliknya, bahan pengganti minyak kelapa sawit seperti minyak bunga matahari atau minyak jagung umumnya membutuhkan proses hidrogenasi. Perbedaan inilah yang membuat minyak kelapa sawit secara alami bebas lemak trans.

Kami terus berupaya menyediakan berbagai pilihan sehat yang bebas lemak trans. Departemen R&D di lini Downstream kami di Marunda senantiasa mengembangkan aspek nutrisi dari produk makanan berbasis kelapa sawit. Fokusnya saat ini meliputi pembentukan pola makan yang lebih sehat dengan menghapus asam lemak trans yang terbentuk dari proses industri.

Seperti dilansir Market Insider, pusat R&D kami juga berfokus dalam mendidik konsumen terkait isu dan manfaat kesehatan yang ditawarkan minyak kelapa sawit.

 2. Minyak kelapa sawit adalah minyak paling efisien sumber daya di dunia!
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan akan terdapat 10 miliar penduduk dunia pada tahun 2050 dengan kebutuhan pangan yang mesti terpenuhi. Kita memerlukan tambahan 200,25 juta ton minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Dari mana kebutuhan minyak nabati tersebut didapatkan?

Katakanlah kita memutuskan untuk memproduksi minyak kedelai guna memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk memenuhi angka itu, kita membutuhkan 400 juta hektar lahan pertanian. Di sisi lain, kelapa sawit hanya membutuhkan 54 juta hektar lahan untuk memenuhi tambahan kebutuhan pangan tersebut:

  • Untuk memproduksi 1 ton (1T) minyak bunga matahari, dibutuhkan lahan seluas 1,16 hektar (ha).
  • Untuk memproduksi 1T minyak rapa, diperlukan lahan seluas 1,26 ha.
  • Untuk memproduksi 1T minyak kedelai, diperlukan lahan seluas 1,95 ha.
  • Kelapa sawit hanya membutuhkan 0,32 ha lahan untuk menghasilkan minyak dalam jumlah yang sama.

Produktivitas per hektar pohon kelapa sawit rata-rata lima kali lebih tinggi dibandingkan tanaman minyak nabati lainnya (juga membutuhkan lebih sedikit pupuk dan herbisida/pestisida). Karena itu, minyak kelapa sawit adalah minyak nabati paling efisien sumber daya di dunia

Pilihan makanan ringan berkelanjutan TBH menggunakan minyak bunga matahari – bukan pilihan paling hemat sumber daya.

Saat ini, produksi kelapa sawit menyumbang 35% terhadap produksi minyak nabati global dengan hanya menggunakan 8% lahan yang dialokasikan untuk budidaya tanaman penghasil minyak di seluruh dunia. Hal ini membuat minyak kelapa sawit jauh lebih hemat sumber daya lahan dibanding minyak nabati lain. Dengan demikian, beralih ke minyak kelapa sawit bisa membuat perbedaan besar bagi dunia, terutama di tengah keterbatasan sumber daya seperti lahan dan air.

3. Kelapa sawit dapat diproduksi dengan metode yang ramah lingkungan
Minyak kelapa sawit dapat diproduksi dengan metode yang ramah lingkungan. Namun, banyak aspek bergantung pada perusahaan yang mengatur prosesnya dan petani kelapa sawit yang membudidayakannya. Praktik pertanian dapat dilakukan secara berkelanjutan jika mengikuti peraturan dan metode yang tepat.

Perusahaan berkomitmen pada produksi minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab:

  1. Sejak tahun 1997, kami telah menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar, yang mewajibkan kelapa sawit ditanam tanpa membakar kawasan hutan.
  2. Transparansi dan kemamputelusuran adalah unsur penting dalam upaya keberlanjutan perusahaan. Hingga akhir 2021, perusahaan telah berhasil menerapkan 95% Kemamputelusuran ke Perkebunan (Traceability to Plantation/TTP) pada seluruh rantai pasok kami. Upaya ini memastikan transparansi dalam seluruh proses yang dijalankan, dari tahapan benih hingga produk akhir dipajang di etalase, yang mendukung penerapan praktik produksi berkelanjutan pada tingkatan industri.
  3. Perusahaan mematuhi Kebijakan Nihil Toleransi yang ketat terhadap kegiatan perburuan, pencederaan, kepemilikan, dan pembunuhan spesies langka dan terancam punah. Berdasarkan kebijakan tersebut, kami mengidentifikasi kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) serta spesies langka dan terancam punah di area konsesi Perusahaan dan wilayah sekitarnya. Selain itu, kami memiliki langkah-langkah perlindungan yang tepat untuk memantau keanekaragaman hayati secara ketat di wilayah perkebunan dan area konsesi Perusahaan.
  4. Pusat R&D kami senantiasa mengembangkan kemasan ramah lingkungan untuk produk minyak goreng Perusahaan, yang dapat didaur ulang dengan lebih baik.

Perusahaan seperti Ferrero telah mendukung produksi kelapa sawit berkelanjutan dengan mempercayakan pada 100% minyak kelapa sawit tersegregasi bersertifikat RSPO untuk semua produknya, termasuk Nutella. Ferrero termasuk di antara perusahaan global pertama yang menempuh langkah nyata ini dan memperoleh pengakuan atas Kepemimpinannya di bidang Lingkungan.

4. Produksi kelapa sawit dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK)
Dari pengadaan benih yang berkelanjutan hingga metode budidaya yang ramah lingkungan, Perusahaan memastikan bahwa produk akhir yang dihasilkan diproduksi secara bertanggung jawab. Perusahaan menekankan perlunya melindungi ekologi dan lingkungan hidup. Sebagai perusahaan minyak kelapa sawit pertama di Indonesia yang menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar, kami telah menghentikan penggunaan metode tebang bakar tradisional.

  • Dalam mendukung upaya global mencapai emisi nol bersih, Perusahaan turut menandatangani Agricultural Commodity Traders Statement of Purpose di COP26.
  • Kami berupaya mengurangi emisi GRK, misalnya, melalui tangkapan metana. Fasilitas biogas Perusahaan menangkap limbah gas metana di pabrik kelapa sawit (PKS) yang berlokasi di Kalimantan Tengah, Jambi, dan Riau. Biogas yang dihasilkan lalu dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan listrik bagi operasional PKS kami. Fasilitas ini mampu mengurangi emisi GRK hingga 40-55%.

5. Produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan menciptakan pemberdayaan ekonomi
Perusahaan berperan aktif dalam membantu desa dan masyarakat pedesaan memiliki akses yang lebih baik ke berbagai fasilitas seperti layanan kesehatan, pusat penitipan anak, dan sekolah. Kami bertujuan untuk berkontribusi pada komunitas pedesaan yang berkembang dan mewujudkan taraf hidup yang lebih berkualitas. Melalui pendidikan anak, peningkatan keterampilan perempuan, dan bimbingan dalam metode pertanian, Perusahaan bertindak sebagai tetangga yang bertanggung jawab terhadap desa-desa di sekitar wilayah operasionalnya dalam rangka mengurangi kemiskinan di wilayah pedesaan dan mendorong pembangunan sosial ekonomi.

  • Kami telah membantu penyediaan infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan masyarakat. Beberapa fasilitas yang dimiliki antara lain 107 klinik, lebih dari 300 pusat penitipan anak, sekitar 700 pengasuh anak, 2.590 guru, 2.730 peralatan dan perlengkapan sekolah (seperti meja dan kursi, buku, tas sekolah, dan alat tulis), dll.
  • Sejak tahun 2016, 60 proyek Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat telah diluncurkan. Seperti tertuang dalam Laporan Keberlanjutan, kami, proyek-proyek tersebut telah membantu 60 desa membudidayakan tanaman sebagai sumber pangan tambahan yang dapat dikonsumsi sendiri sekaligus meningkatkan ketahanan pangan mereka. Sebagai contoh, masyarakat di beberapa desa diajari cara menanam sayuran (seperti kangkung, bayam, cabai, kacang hijau), beternak, dan memelihara ikan. Upaya ini berdampak signifikan pada perolehan pendapatan dan penghasilan tambahan.

Kehadiran kami memainkan peran penting dalam menggerakkan dan mendorong roda perekonomian. Perusahaan telah membantu mengembangkan beragam usaha di berbagai kawasan pelosok Indonesia.

Sesungguhnya, kami menyadari masih banyak pengembangan yang harus diselesaikan dalam memperkuat kinerja keberlanjutan Perusahaan. Namun, pengembangan tersebut membutuhkan dukungan dari pelanggan dan konsumen, baik vegan maupun non-vegan, untuk menilik lebih jauh di balik segala yang bersifat kekinian dan memilih minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan.

Perusahaan berperan aktif dalam menjamin produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Pelajari lebih lanjut di sini. 

Jika Anda ingin lebih lanjut mempelajari komitmen Perusahaan terhadap keberlanjutan, baca di tautan ini.

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail