Ruang Berita

Masyarakat

Menyebarluaskan pengetahuan pencegahan kebakaran bersama sahabat rimba


Ketika kebakaran hutan besar melanda Indonesia pada 2015, saya ingat saat itu ditugaskan dalam program pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tugas utama saya adalah merancang dan menjalankan kampanye di tengah masyarakat sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran mengenai kerusakan signifikan yang disebabkan oleh karhutla, sehingga masyarakat dapat menghindari praktik pertanian tebang-bakar. Hal itu bukan tugas mudah, tetapi saya sangat merasa terpacu menerima tantangan tersebut.

Donni melaksanakan kampanye pencegahan kebakaran di sebuah sekolah di Jambi

Karena kegiatan edukasi ditujukan ke berbagai kelompok umur, kami tahu modul yang dibuat haruslah berbeda untuk anak-anak, remaja, maupun para tetua di masyarakat. Apa pun kelompok umurnya, kami mengetahui kegiatan yang dilaksanakan sebaiknya menggabungkan hal-hal yang menyenangkan dengan pemikiran kritis. Akhirnya, diadakanlah lokakarya untuk kalangan remaja, dan gagasan yang dipilih untuk anak-anak di usia yang lebih muda yaitu kampanye dengan metode bercerita.

Karena berpengalaman di bidang pendidikan anak, saya pun ditunjuk menjadi penulis cerita yang akan menjadi dasar kampanye Perusahaan. Saat itulah saya mulai menyusun cerita Rumbun dan Sahabat Rimba.

Agar dapat menuliskan kisah yang bagus untuk anak-anak, saya kembali mengingat-ingat kenangan masa kecil saya dahulu.

Ketika masih kecil, saya suka saat Ibu atau Nenek membacakan cerita. Kisah yang sederhana menjadi lebih menarik ketika mereka membacakannya dengan intonasi dan ekspresi yang baik. Saya ingat waktu itu saya merasa lebih senang lagi jika mereka mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman saya atau mengembangkan cerita menjadi permainan yang menyenangkan sesudah dibacakan. Hal itu membuat saya bisa mengingat cerita dengan baik dan membantu menceritakannya kembali secara akurat. Poin-poin ini segera saja menjadi pertimbangan saat saya menulis dan menceritakan kisah ini.

Buku cerita Rumbun dan Sahabat Rimba – kini tersedia di tautan ini.

Karena urgensi kampanye, penulisan cerita saya selesaikan dalam waktu satu minggu. Pada saat itu, cerita berbentuk slide PowerPoint karena lebih memudahkan penyajiannya di hadapan anak-anak.

Awalnya, kisah tersebut diberi judul “Alo dan Sahabat Rimba”, yang menceritakan kisah seorang anak desa bernama Alo dan teman-temannya, yaitu Ela (seorang anak perempuan), Ruru (singkatan dari rusa), dan Bubu (singkatan dari burung) yang bekerja sama menjaga desa tempat tinggal mereka agar tetap aman dan bebas karhutla. Plot yang dibuat sederhana sehingga mudah dipahami dan diingat.

Sejumlah permainan juga disisipkan dalam cerita untuk mengasah kemampuan anak dalam menyelesaikan masalah. Anak-anak menyukai permainan – jadi pesan utama kampanye dimasukkan ke dalam permainan. Bahkan, kini aspek tersebut menjadi salah satu strategi kampanye paling efektif karena permainan merupakan hal yang segera saja menjadi favorit bagi anak-anak.

Anggota tim sukarelawan Masyarakat Siaga Api tengah menjalankan kampanye pencegahan kebakaran di sebuah sekolah di Jambi.

Perusahaan memulai kampanye ini di Ketapang, Kalimantan Barat dan Jambi pada 2016, melalui kerja sama dengan anggota kelompok Masyarakat Siaga Api (MSA). Mereka adalah sukarelawan dari warga yang berada di garis depan dalam upaya mencegah dan menanggulangi kebakaran di desa masing-masing.

Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut sehingga mereka dapat menceritakan kembali kisah itu dengan sempurna dari awal hingga akhir. Dan yang terpenting, mereka lebih sadar akan keadaan di sekeliling mereka dan juga lingkungan hidup mereka tinggal. Anak-anak berkomitmen untuk melindungi daerah tempat tinggal mereka dan berupaya mencegah karhutla dengan mengingatkan anggota keluarga agar tidak menggunakan metode tebang-bakar dalam membuka lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sisa makanan dan kertas, serta tidak bermain dengan korek api atau bahan mudah terbakar lain di sekitar kawasan hutan.

Anak-anak sekolah membaca versi asli buku cerita pencegahan kebakaran.

Kampanye ini menarik perhatian luas dan responsnya pun sangat positif.

Setelah menjalankan kampanye di berbagai sekolah sejak 2016, diputuskan untuk mengubah slide cerita menjadi buku dalam bentuk hardcopy pada tahun 2019. Langkah ini ditempuh agar Perusahaan dapat berbagi pesan dengan komunitas yang lebih luas – tidak hanya menjangkau mereka yang berada di sekitar area kebun Perusahaan.

Akhirnya, butuh waktu lebih dari delapan bulan untuk menerbitkan buku ini. Bersama Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat dan tim Group Corporate Communications, dibuatlah beberapa penyesuaian dan revisi, terutama untuk tokoh-tokoh dalam buku ini.

Alo (anak laki-laki), Ela (anak perempuan), Ruru (rusa), dan Bubu (burung) berubah menjadi Rumbun (anak laki-laki), Hayati (anak perempuan), Burhan (burung hantu), dan Wanara (monyet). Perubahan ini dilakukan karena kami menginginkan agar nama dan sosok dari karakter di buku berkaitan erat dengan alam dan warisan budaya lokal.

Rumbun berarti berpikiran luas – ia adalah anak laki-laki yang suka berpetualang dan mempunyai keingintahuan besar tentang berbagai hal. Hayati berarti hidup – dia merupakan gadis cilik yang sangat bersemangat. Sementara itu, Burhan berarti cahaya – ia adalah seekor burung hantu yang bijaksana dan Wanara, atau dalam bahasa Jawa berarti monyet, adalah hewan yang aktif dan ceria.

Kami harap Rumbun dan Sahabat Rimba dapat menempati posisi teratas dalam daftar bacaan anak, sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka bahwa karhutla dapat dihindari. Efektivitas metode ini dalam membantu anak-anak mengambil inisiatif lebih besar dalam melindungi lingkungan dari karhutla telah terlihat begitu nyata. Anak-anak adalah masa depan kita, dan membangun pengetahuan serta kesadaran mereka tentang persoalan penting ini akan membantu menjamin masa depan yang bebas karhutla bagi mereka, dan juga anak-anak mereka nantinya.

Silakan klik di sini untuk mengunduh salinan buku cerita Rumbun dan Sahabat Rimba.

Donni Indra bekerja sebagai CSR Officer di SMART. Dia bergabung dengan Sinar Mas Agribusiness and Food pada tahun 2015. Donni lahir di Payakumbuh, Sumatra Barat pada 1 Juni 1977 dan lulus dari Universitas Andalas, Padang dengan gelar sarjana sastra. Dia suka bepergian dan menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan berbagai kegiatan pendidikan bersama masyarakat.
| | |