Ruang Berita

Masyarakat

Video: Mengubah lanskap Indonesia menjadi lanskap bebas deforestasi


Tren deforestasi di Indonesia sedang mengalami pergeseran. Sejumlah studi menunjukkan tingkat deforestasi dari kegiatan perkebunan skala besar memang menurun, tetapi deforestasi dari usaha perkebunan berskala kecil mencatat peningkatan.

Götz Martin, Head of Sustainability Implementation, membahas perubahan tersebut dan pendekatan yang ditempuh Perusahaan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang bebas deforestasi.



Sorotan

Luas lahan terdampak deforestasi di Indonesia, setiap tahun sepanjang 2001-2016, berdasarkan kategori pendorong. Sumber: Kemen Austin, Amanda Schwantes, Yaofeng Gu, dan Prasad Kasibhatla (2019); What causes deforestation in Indonesia?

Deforestasi yang dilakukan petani swadayamenunjukkan kecenderungan meningkat. Banyak di antara petani swadaya yang berada di bawah garis kemiskinan dan memerlukan uang untuk bertahan hidup, sehingga terpaksa mencari lahan untuk budidaya tanaman pangan guna mencukupi kebutuhan keluarga (pertanian subsisten).

Alasan lain adalah kurangnya pengetahuan dalam tata guna lahan yang efisien. Petani yang berbekal pendidikan dalam praktik pertanian yang baik bisa memperoleh hasil panen beras 7x lebih banyak dari luas lahan yang sama dibanding petani yang kurang terlatih.

Di sinilah Perusahaan bergerak membantu petani swadaya melalui Perencanaan Konservasi Partisipatif (Participatory Conservation Planning/PCP).

Langkah pertama berupa Pemetaan Partisipatif, yang membantu petani swadaya memahami batas wilayah dan karakteristik desa mereka. Kemudian, konsultasi publik dilaksanakan bersama kelompok warga masyarakat untuk menentukan bagian mana yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, maupun upaya konservasi.

Dengan menyisihkan kawasan untuk ketahanan pangan, Perusahaan kemudian mengajarkan metode bertani yang lebih efektif dan secara organik kepada mereka. Kami menjalankan program pertanian semacam ini di 50 desa di Sumatra dan Kalimantan.

Penghematan yang dicatat keluarga-keluarga pada masyarakat tersebut mencapai hingga 1 juta rupiah per bulan dari budidaya tanaman pangan mereka. Dengan surplus panen, mereka juga dapat memperoleh penghasilan tambahan sebesar 500 ribu rupiah dari penjualan hasilnya ke desa-desa lain.

Hingga saat ini, Perusahaan telah menyelesaikan 20 proyek PCP di Kalimantan. Luas kawasan hutan yang disisihkan masyarakat untuk konservasi mencapai 40.000 hektar. Pemerintah kabupaten setempat telah menyetujui rencana konservasi ini, sehingga memberi masyarakat kepemilikan atas wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak mereka miliki.

Rincian area konservasi pemasok Perusahaan.

Pemasok juga dilibatkan Perusahaan dalam pembahasan topik konservasi. Kami telah mendekati pemasok besar, yang memiliki landbank yang belum diusahakan, agar mereka melestarikan dan tidak mengembangkan lahan tersebut. Sebanyak 13 di antaranya telah menjalankan penilaian Nilai Konservasi Tinggi-Stok Karbon Tinggi (NKT-SKT) dan mencadangkan kawasan seluas 65.000 hektar untuk konservasi.

Industri sawit terus mencatat kemajuan menuju kegiatan usaha yang bebas deforestasi, tetapi Perusahaan masih melihat potensi besar untuk meningkatkan skala kegiatan ini, terutama melalui investasi para mitra. Hanya dengan mengatasi akar penyebab deforestasilah kita dapat melihat transformasi nyata yang bermakna pada lanskap di Indonesia.

Silakan pelajari lebih lanjut program pelestarian hutan Perusahaan selama periode empat tahun di Kalimantan Tengah melalui kerja sama dengan Wageningen University di sini .

| | |