Ruang Berita

Lingkungan Hidup

PT SMART dalam Berita: “Dua Orangutan Dilepasliarkan di Habitat Alami Seruyan”


PT SMART terus mendukung konservasi orangutan melalui kemitraan dengan Orangutan Foundation International (OFI). Kami mensponsori program pelepasliaran orangutan kembali ke habitat alami mereka dengan target pelepasliaran 100 individu orangutan di tahun 2007. Dua orangutan, Poco dan Rich baru-baru ini dilepasliarkan di Hutan Seruyan. ikuti kemitraan perusahaan dalam artikel Tempo di bawah ini.

Dua Orangutan Dilepasliarkan di Habitat Alami Seruyan
en.tempo.co – 29 Juli 2016

Pada foto tertanggal 6 Januari 2016 ini, konservasionis dari Borneo Orangutan Survival Foundation melepasliarkan orangutan di hutan di Sungai Mantangai, Kalimantan Tengah, Indonesia. Sekelompok rimbawan, dokter hewan, dan teknisi dikerahkan untuk menyelamatkan orangutan yang kehilangan habitatnya akibat kebakaran hutan tahun lalu untuk dipindahkan ke lokasi baru. AP/Dita Alangkara
Pada foto tertanggal 6 Januari 2016 ini, konservasionis dari Borneo Orangutan Survival Foundation melepasliarkan orangutan di hutan di Sungai Mantangai, Kalimantan Tengah, Indonesia. Sekelompok rimbawan, dokter hewan, dan teknisi dikerahkan untuk menyelamatkan orangutan yang kehilangan habitatnya akibat kebakaran hutan tahun lalu untuk dipindahkan ke lokasi baru. AP/Dita Alangkara

TEMPO.CO, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah – Dua orangutan dilepasliarkan di Seruyan, Kalimantan Tengah, oleh Orangutan Foundation International (OFI), organisasi nirlaba yang didirikan untuk pelestarian orangutan dan habitat alami mereka, bekerja sama dengan PT SMART.

“Kami prihatin atas semakin berkurangnya jumlah orangutan di alam liar. Untuk mencegah kepunahan orangutan, dibutuhkan partisipasi aktif para pelaku bisnis dalam upaya konservasi serta kebijakan perusahaan dalam melindungi orangutan dalam wilayah perusahaan mereka, “kata Profesor Birute Galdikas, Pendiri dan Presiden Orangutan Foundation International, dalam siaran pers yang diterima, Kamis.

Pelepasliaran dua orangutan ini menyoroti pentingnya kerja sama dan dukungan sektor swasta dalam melindungi spesies ini dari kepunahan.

Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) baru-baru ini merilis status konservasi orangutan terbaru yang meningkat dari endangered ke critically endangered, atau satu tingkat di bawah extinction (punah).

“Melalui kerja sama antara OFI, Yayasan Orangutan Internasional Kalimantan (YOIK), dan PT SMART, kami berharap agar kami dapat menghentikan penurunan populasi orangutan, bahkan membalikkan keadaan dengan meningkatkan populasi orangutan” lanjut Galdikas.

Pada kesempatan yang sama, juru bicara PT SMART, Agung Purnomo, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mendukung upaya konservasi orangutan di Indonesia, baik melalui kerja sama dengan organisasi konservasi seperti OFI maupun melalui kebijakan perusahaan untuk menjamin kelangsungan hidup orangutan di daerah perkebunan kelapa sawit perusahaan.

Perusahaan juga telah memperkenalkan Kebijakan Nol Toleransi untuk melindungi binatang liar yang terancam punah, yang telah dilaksanakan melalui program-program pelatihan pelestarian orangutan bagi karyawan.

Dilakukan beberapa minggu sebelum Hari Internasional Orangutan tanggal 19 Agustus, pelepasliaran orangutan ini disaksikan oleh perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement PT SMART Agung Purnomo, dan Pendiri dan Presiden Orangutan Foundation International Profesor Birute Galdikas.

| | |