menu bar
close-grey

Pola makan nabati: Akankah bertahan atau hanya tren sesaat?

Posted: Dec 20, 2023 5 minute read SMART 170 views

Pilihan pola makan kita tidak hanya menyediakan energi bagi tubuh, tetapi juga berdampak terhadap keberlanjutan Bumi. Sambutlah pola makan nabati, sebuah gerakan konsumsi makanan yang sedang menjadi momentum di industri pangan saat ini.

Kendati sudah ada sejak lama, pola makan nabati semakin mengemuka berkat makin banyaknya individu yang mulai peduli terhadap pilihan makanan mereka, mulai dari asal-usul, metode produksi, manfaat kesehatan, dan dampak lingkungannya.

Dengan pasar makanan nabati global diproyeksikan terus meningkat dan demografi konsumen yang peduli terus bertumbuh, pola makan nabati akan tetap bertahan dan terus berkembang bagi konsumen di seluruh dunia.

Baca artikel ini selengkapnya untuk mengetahui gerakan pola makan nabati global, memahami perilaku konsumen, menggali potensi bisnis makanan nabati, dan mengungkap tantangan serta peluang tren yang terus berkembang ini.

Meningkatnya selera global terhadap makanan nabati

Dua dekade lalu, memasukkan makanan nabati ke kafe, restoran, bar, atau segala jenis inovasi dan pengembangan makanan masih belum lazim. Menu yang ada kebanyakan menawarkan hanya sedikit pilihan selain salad biasa, dan pilihan ramah vegan masih belum sevariatif sekarang.

Seiring meningkatnya kesadaran global tentang kesejahteraan hewan, khalayak semakin banyak mencari alternatif bagi praktik peternakan hewan yang lebih etis dan mendukung kesejahteraan hewan. Makanan nabati, dengan jejak karbon yang jauh lebih rendah, juga menjadi opsi yang kian menarik bagi individu yang sadar lingkungan.

Tahukah Anda?

Menurut Good Food Institute (GFI), ayam berbahan nabati dapat mengurangi emisi GRK hingga 86 persen dibanding ayam konvensional. Daging sapi nabati dan hasil budidaya juga berperan menurunkan emisi masing-masing sebesar 99 persen dan 92 persen dibanding daging sapi tradisional.

Masalah kesehatan berkontribusi signifikan terhadap momentum di balik perubahan pola makan ini. Beberapa studi secara konsisten mengungkap potensi manfaat kesehatan dari pola makan nabati, yang umumnya memiliki tingkat kandungan lemak jenuh dan kolesterol lebih rendah. Pilihan pola makan ini juga terkait dengan penurunan risiko kondisi kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan jenis kanker tertentu.

Menguatnya popularitas makanan nabati semakin didorong oleh berbagai faktor pendukung, seperti alergi atau sensitivitas pada produk hewani, pertimbangan ekonomi, dan pengaruh sosial. Faktor-faktor ini diperkirakan akan mengantar pasar pangan nabati global hingga menyentuh nilai USD 35,9 miliar pada tahun 2033, dan menjadikannya sebagai sektor yang menarik bagi investasi modal ventura.

Dengan perkembangan dan penerimaan yang makin meluas, pola makan nabati menawarkan prospek yang sangat menjanjikan, sebagai cara memenuhi nutrisi yang lebih lestari dan sehat bagi diri kita dan sekaligus bagi Bumi.

Apa itu pola makan nabati? Apa saja jenis-jenisnya?

Vegetarianisme, veganisme, dan yang terbaru fleksitarianisme semuanya mengadopsi makanan nabati. Walaupun baru mengalami lonjakan popularitas, pola makan nabati memiliki sejarah selama ribuan tahun.

Sesuai namanya, makanan nabati bersumber dari tumbuh-tumbuhan, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, sereal, gandum, dan polong-polongan, serta tidak menyertakan segala jenis produk hewani, seperti daging merah, unggas, ikan, telur, dan produk susu. Klasifikasi pola makan nabati bervariasi sesuai tingkat pengecualian produk hewani, sehingga menghasilkan berbagai pola seperti fleksitarianisme (konsumsi daging atau ikan secara berkala), vegetarianisme (tanpa produk daging hewani), dan veganisme (tanpa produk yang bersumber dari hewan).

Baca tabel berikut untuk mengenali berbagai pola makan nabati.

Pola makan Daging Ikan/Makanan Laut Susu Telur
Vegetarian lakto-ovo cross mark cross mark check mark check mark
Vegetarian lakto cross mark cross mark check mark cross mark
Vegan cross mark cross mark cross mark cross mark
Peskatarian cross mark check mark check mark check mark
Fleksitarian/semi-vegetarian Kadang-kadang check mark check mark check mark
Pola makan Daging Ikan/Makanan Laut Susu Telur
Vegetarian lakto-ovo cross mark cross mark check mark check mark
Vegetarian lakto cross mark cross mark check mark cross mark
Vegan cross mark cross mark cross mark cross mark
Peskatarian cross mark check mark check mark check mark
Fleksitarian/semi-vegetarian Kadang-kadang check mark check mark check mark

Variasi pola makan nabati1

Mengenali beragam pola makan nabati sangatlah penting bagi dunia usaha di tengah dinamika pasar saat ini. Dengan mengidentifikasi dan mengakomodasi berbagai opsi pola makan, perusahaan dapat menjangkau basis konsumen yang lebih luas dan tetap kompetitif.

Mengapa memanfaatkan gerakan pola makan nabati dapat menjadi langkah bisnis cerdas

Memasuki ranah pola makan nabati adalah langkah yang tidak hanya cerdas, tetapi juga cermat. Konsumen secara aktif terus mencari bahan makanan yang bergizi, berkelanjutan, dan etis untuk mengganti makanan berbahan hewani tradisional, sehingga mengakibatkan naiknya permintaan terhadap makanan alternatif berbahan nabati. Survei global yang dilakukan oleh Veggly mengungkapkan bahwa, dari 8.500 peserta, 64 persen di antaranya adalah vegan dengan alasan keberlanjutan sedangkan lebih dari 50 persen mengatakan bahwa motivasi mereka adalah faktor kesehatan. Basis konsumen yang makin luas ini menawarkan peluang pasar yang luar biasa.

Sektor nabati juga kaya inovasi. Seiring berkembangnya preferensi konsumen, ada ruang bagi kreativitas dan pengembangan produk makanan nabati, mulai dari pengganti daging hingga alternatif susu dan kudapan nabati. Wirausahawan dan produsen makanan memiliki peluang untuk mengembangkan produk nabati yang unik, lezat, dan bergizi yang dapat memenuhi berbagai jenis selera dan preferensi makanan.

Berbeda dengan pasar produk spesifik yang melayani khalayak tertentu, produk nabati memiliki potensi untuk diminati banyak orang. Produk nabati adalah pilihan serbaguna untuk eksperimen kuliner, apa pun preferensi makanannya. Sebagai contoh, daging sapi giling nabati bisa digunakan untuk burger, sosis sarapan, burrito, sup, topping pizza, dan banyak lagi, sehingga dapat berdampak positif bagi laba perusahaan.

Meningkatnya jumlah fleksitarian juga menjadikan pola makan nabati opsi bisnis yang menarik. Segmen fleksitarian, yang sebagian besar mengonsumsi makanan nabati namun terkadang mengonsumsi daging atau ikan, adalah pangsa pasar yang besar dan terus berkembang. Sebagian besar pertumbuhan penjualan di sektor nabati didorong oleh kelompok fleksitarian yang mengonsumsi lebih banyak protein nabati. Dunia usaha dapat memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan produk nabati yang sesuai pilihan pola makan mereka.

Mengelola tantangan dan peluang dalam pola makan nabati

Pola makan nabati menawarkan banyak prospek bagi produsen dan konsumen makanan, yaitu pilihan makanan yang beragam, manfaat kesehatan, dan peluang pengembangan produk. Namun, sektor makanan nabati juga memiliki tantangan tersendiri, seperti kompleksitas regulasi, kendala terkait rasa dan tekstur, serta persaingan dengan produk makanan hewani konvensional.

Kendati demikian, pasar makanan nabati penuh dengan peluang. Seiring inovasi pasar dan terus berkembangnya pangsa pasar, kemungkinan besar akan muncul banyak peluang pertumbuhan dan investasi baru. Pelajari tantangan dan peluang utama yang harus dipertimbangkan dunia usaha sebelum memasuki industri ini dalam infografis berikut.

Tantangan utama pasar makanan nabati

Peluang utama pasar makanan nabati

Minyak kelapa sawit di ranah pola makan nabati

Minyak kelapa sawit memainkan beragam peran di ranah pola makan nabati dan memberikan kontribusi dengan berbagai cara terhadap pengembangan dan daya tarik makanan nabati.

Salah satu kontribusi signifikan minyak kelapa sawit adalah kemampuannya meningkatkan tekstur dan rasa berbagai makanan nabati. Bentuknya yang semipadat pada suhu kamar dan rasa netral menjadikannya sebagai pengganti lemak susu tradisional yang ideal dalam alternatif makanan berbahan nabati, seperti keju vegan dan es krim. Keserbagunaan ini memudahkan produsen makanan untuk meniru rasa lembut di mulut dan daya leleh yang diharapkan konsumen seperti pada produk berbahan dasar susu.

Minyak kelapa sawit juga memiliki keunggulan fungsional sebagai pengganti daging berbahan nabati. Titik lelehnya yang tinggi dan kemampuannya tetap stabil pada suhu tinggi memudahkan pembuatan burger nabati, sosis nabati, dan daging tiruan lainnya yang mampu mencapai kematangan dan berubah warna menjadi kecokelatan seperti makanan berbahan hewani. Sifat ini sangat penting dalam menghadirkan pengalaman sensorik mengonsumsi daging bagi konsumen makanan nabati.

Di dunia di mana tren pola makan sering cepat berubah, pola makan nabati terbukti awet dan mampu bertahan sekian lama. Dengan makin banyaknya orang yang menyadari manfaat makanan nabati serta berkembangnya produk inovatif berbahan nabati, minyak kelapa sawit akan terus menjadi elemen penting dalam kesuksesan pola makan nabati dalam jangka panjang.

 

———–

Minyak kelapa sawit adalah bahan makanan penting di ranah pola makan nabati, yang menjadi alternatif berkelanjutan bagi pelanggan dan konsumen selama bertahun-tahun.

Lemak khusus kami dan berbagai bahan lainnya dapat membantu Anda memanfaatkan gerakan makanan nabati global yang terus berkembang. Pelajari lebih lanjut di sini.

———–

1 Bersumber dari:
https://www.heartfoundation.org.au/bundles/healthy-living-and-eating/what-is-plant-based-eating

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail