menu bar
close-grey

Morgan Stanley ungkap PT SMART puncaki peringkat keberlanjutan

Posted: Apr 12, 2016 2 minute read Lim Shu Ling 690 views

Dalam laporan yang dirilis tanggal 7 April 2016, Morgan Stanley merekomendasikan pembelian saham PT SMART akibat peningkatan yang menonjol dalam kinerja keberlanjutan. Dalam laporannya: “ASEAN Agricultural Products & Commodity Traders, Asia Insight: Our Sustainability Assessment Highlights Significant Improvement for GAGR and WLIL” Morgan Stanley menganjurkan investor untuk meninjau upaya PT SMART dalam bidang keberlanjutan dan melihat peningkatannya dalam beberapa tahun terakhir. Laporan Morgan Stanley ini juga mengikuti penilaian Sustainable Palm Oil Transparency Toolkit (SPOTT) yang mencatat PT SMART sebagai produsen minyak kelapa sawit Indonesia yang terdepan dalam hal keberlanjutan.

Morgan Stanley menggunakan tiga kriteria dalam penilaian PT SMART: Transparansi, Kemampuketelusuran (traceability), dan Teknologi. Total keseluruhan skor menempatkan PT SMART di atas Sime Darby dan Wilmar. Kekuatan PT SMART mencakup transparansi perusahaan terhadap komitmen keberlanjutan, pencapaian sertifikasi RSPO hingga 60 persen, penggunaan teknologi untuk peningkatan hasil panen, serta upaya peningkatan produktivitas petani kecil dalam rantai pasokan perusahaan. Hal ini juga menempatkan Perusahaan di atas perusahaan lain dalam hal pemetaan rantai pasokan menuju pabrik. Ini merupakan hal penting bagi konsumen yang ingin memastikan bahwa minyak kelapa sawit Perusahaan berasal dari sumber yang bebas dari keterkaitan dengan deforestasi.

Contoh 17 GAGR dan WLIL bersama dengan SIME and KLKK di Puncak Skor Penilaian Keberlanjutan

Chart 1

Contoh 18 GAGR dan WLIL Terdepan dalam Penilaian peningkatan upaya Keberlanjutan

Chart 2

Apakah keberlanjutan merupakan hal penting bagi investor?

Morgan Stanley menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir para investor dari lembaga-lembaga besar seperti Norges Bank Investment Management (NBIM) melakukan divestasi saham di 23 perusahaan kelapa sawit global tersebar akibat kekhawatiran dari para investor terhadap model bisnis jangka panjang perusahaan-perusahaan tersebut tidak berkelanjutan karena terkait dengan isu deforestasi hutan tropis. Morgan Stanley juga menambahkan, persepsi bahwa investor Asia tidak peduli tentang keberlanjutan merupakan persepsi yang sudah ketinggalan jaman. Investor Asia juga bereaksi terhadap berita negatif tentang keberlanjutan meskipun ini tidak sepenuhnya ditemukan oleh tinjauan Investasi Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab (SRI). Hal ini dapat dilihat, misalnya, dari reaksi pasar saham terhadap berita penangguhan sertifikasi RSPO produsen utama kelapa sawit Malaysia.

Morgan Stanley percaya bahwa konsumen Asia juga mengikuti tren global dan menyatakan bahwa konsumen saat ini memiliki potensi yang sangat besar untuk memboikot produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang dianggap melanggar kebijakan deforestasi seperti yang terjadi di Singapura selama bencana kabut asap 2015.

Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa pentingnya peranan SRI akan terus meningkat secara global.

Bagi PT SMART, merangkul keberlanjutan sebagai bagian penting dari model bisnis yang dijalankan memungkinkan Perusahaan untuk menyadari dan mengelola risiko di operasi dan rantai pasok kami dengan lebih baik. Pengelolaan yang buruk terhadap risiko-risiko ini akan berpotensi menumbuhkan dampak negatif secara langsung, tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga bagi bursa saham dan keputusan investor. Sebaliknya, sebagaimana diungkapkan oleh Morgan Stanley, prestasi keberlanjutan membuat perusahaan pantas menerima valuasi yang lebih tinggi.

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail