Ruang Berita

Blog

Menimbang Arti Penting Peringkat Hijau PROPER bagi PT SMART

Oleh: Bambang Chriswanto Dirilis: Desember 6, 2016 322 views

Masalah lingkungan telah menjadi isu global yang sangat penting. Oleh karena itu setiap tahun berbagai bentuk konvensi internasional seperti COP 22 belum lama ini digelar untuk merumuskan komitmen dan kesepakatan-kesepakatan baru untuk melindungi lingkungan. Saat bencana kebakaran dan kabut asap tahun lalu terjadi di Indonesia, maka bencana nasional ini segera merebak menjadi isu internasional.

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan: “Setelah isu HAM dan demokrasi, pelestarian lingkungan sudah menjadi isu global ketiga paling menonjol di dunia saat ini. Oleh karena itu pelaku usaha perlu lebih bersahabat dengan lingkungan.”

Pemerintah Indonesia merespon isu global ini melalui serangkaian kebijakan nasional dan berbagai instrumen program yang inovatif, diantaranya dengan menerapkan instrumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan atau PROPER untuk mengurangi risiko kerusakan rawan gambut, khususnya melalui tata kelola air yang tahun ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah. Selain itu, ketaatan pada izin lingkungan, pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3), limbah padat dan Non B3 serta potensi kerusakan lahan menjadi basis penilaian PROPER.

PT SMART melaksanakan kebijakan Pemerintah ini dengan mengikuti seluruh aspek penilaian PROPER dengan bersungguh-sungguh selama hampir satu tahun karena kami meyakini bahwa upaya perlindungan lingkungan sebagaimana diukur melalui mekanisme PROPER dapat berjalan seiring dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu praktik-praktik lingkungan di dalam PROPER juga sesuai dengan komitmen Sosial dan Lingkungan GAR yang selama ini dijalankan perusahaan. PT SMART adalah salah satu dari 1930 peserta dari 111 jenis industri yang mengikuti PROPER tahun ini. Bagi kelompok industri kelapa sawit nasional, 4 perusahaan menerima 19 penghargaan PROPER dengan peringkat Hijau dan PT SMART memperoleh jumlah penghargaan terbanyak untuk 8 pabrik yang dikelolanya di Indonesia. Sebanyak 22 pabrik yang dioperasikan PT SMART lainnya mendapat Peringkat Biru dan tidak satupun dari pabrik kelapa sawit yang dioperasikan PT SMART yang mendapat peringkat merah atau hitam.

Head of Compliance and Certification PT SMART Ismu Zulfikar saat menerima penghargaan PROPER dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Head of Compliance and Certification PT SMART Ismu Zulfikar saat menerima penghargaan PROPER dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Peringkat hijau dan emas diberikan bagi perusahaan yang memenuhi aspek melebihi ketaatan. Peringkat ini berarti perusahaan telah memanfaatkan sumber daya secara efisien dan melaksanakan tanggung jawab sosial dengan baik.

Peringkat Biru berarti perusahaan memenuhi standar ketaatan yang dipersyaratkan dalam peraturan. Jika sudah berupaya tetapi ada aspek yang tidak memenuhi maka perusahaan mendapatkan peringkat merah. Peringkat hitam diberikan jika perusahaan telah dengan sengaja atau melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan.

“Pelaku usaha dengan peringkat hitam (seyogyanya) diumumkan secara luas dan diajukan untuk penuntutan hukum yang sanksinya dapat berupa pencabutan ijin, pidana, denda atau sanksi hukum lainnya. Dengan demikian masyarakat dapat mengetahui siapa yang patuh dan siapa yang tidak,” kata Jusuf Kalla.

Kualitas, bukan hanya tentang kuantitas

Sudah tentu jumlah penghargaan yang diterima bukanlah tolok ukur terbaik. Melalui PROPER, perusahaan dapat mengukur dan membandingkan kinerjaanya dengan perusahaan-perusahaan lain di kelompok industri sejenis bahkan di industri yang berbeda untuk terus meningkatkan kinerjanya di bidang lingkungan.

PROPER menyajikan sejumlah indikator penting yang dapat menjadi pertimbangan. Misalnya, dampak dari program-program pemberdayaan masyarakat, kemajuan program konservasi keanekaragaman hayati dan efisiensi serta tata kelola air. Selain itu, kemajuan dan inovasi dalam penurunan emisi, pengelolaan limbah dan efisiensi energi. Bagi pelaku usaha sektor kelapa sawit nasional, pelaku usaha di sektor ini bisa saling berbagi ilmu sesuai program-program unggulan yang lebih baik. Misalnya, dalam hal pengembangan dan pengukuran program comdev, terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan tata kelola air di kawasan gambut atau penurunan emisi.

PROPER mendorong perusahaan untuk terus melakukan inovasi dalam berbagai bidang. Sistem penilaiannya yang obyektif dapat merubah tren program-program sosial yang dilakukan perusahaan sehingga lebih berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, tak sekedar dalam bentuk-bentuk charity atau philantrophy.

Secara internal seluruh jajaran di PT SMART dapat merefleklsikan kembali capaian tahun ini untuk dapat menjadi bahan ajar dan belajar untuk tahun berikutnya. Ini ditempuh dengan mempersiapkan karyawan melalui sosialisasi dan pelatihan, memperkuat mekanisme pelaksanaan program lingkungan, pengendalian dan pengawasan operasional serta mendorong pemasok untuk meningkatkan praktik-praktik keberlanjutan.

Tentu dukungan dan komitmen semua pihak sangatlah perlu sehingga capaian yang lebih baik, terutama dalam pelaksanaan program-program di lapangan sehingga dapat dilaksanakan dengan seoptimal mungkin.