Ruang Berita

Rantai Pasok

Mencetak ksatria minyak sawit yang bertanggung jawab bersama Ksatria Sawit


Ksatria Sawit, merupakan program pendukung terbaru Sinar Mas Agribusiness and Food bagi pemasok, menyandingkan pabrik kelapa sawit (PKS) pemasok dengan perusahaan agroteknologi Koltiva dalam rangka mendorong pencapaian 100% Kemamputelusuran ke Perkebunan (Traceability To Plantation/TTP) pada 2020.

Program tersebut ditujukan untuk menjangkau daerah di mana banyak PKS pemasok membeli tandan buah segar (TBS) dari petani kelapa sawit dan melacak pengepul serta petaninya. Sejak diluncurkan April 2019, program ini telah menjangkau Provinsi Aceh, Sumatra Utara/Selatan, Riau, Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung. Pimpinan proyek ini adalah Justinus Kriswantoro memperkirakan bahwa upaya ini akan memudahkan Perusahaan dalam menelusuri sebanyak 60.000 petani kelapa sawit. 

Apa itu Ksatria Sawit dan apa saja tujuannya?

Justinus: Ksatria Sawit merupakan sebuah singkatan dari Kemamputelusuran Sarana Awal Transformasi Petani dan Agen Sawit yang merujuk pada upaya transformasi rantai pasok melalui petani kelapa sawit independen dan pengepul sehingga nama ini dipilih. Program ini mencerminkan salah satu pilar Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yaitu membangun rantai pasok yang dapat ditelusuri dan transparan hingga ke tingkat petani dan merupakan kelanjutan dari upaya Sinar Mas Agribusiness and Food sejak 2015.

Di akhir 2018, Perusahaan sudah mencapai TTP hingga 62%. Berdasarkan riset, ditemukan bahwa mayoritas rantai pasok Sinar Mas Agribusiness and Food yang belum terlacak adalah PKS yang membeli banyak bahan mentah dari pengepul yang mengumpulkan TBS dari petani kelapa sawit independen. Dua kelompok ini yaitu petani kelapa sawit independen dan pengepul adalah bagian penting dalam rantai pasok. Sinar Mas Agribusiness and Food berupaya sungguh-sungguh untuk memahami permasalahan yang dihadapi dan bekerja sama dengan mereka guna memperbaiki praktik-praktik yang dijalankan.

Sinar Mas Agribusiness and Food menjalankan Program Ksatria Sawit di mana upaya kerja sama Perusahaan dijalin dengan PKS, pengepul, serta petani kelapa sawit independen agar kemamputelusuran penuh dapat terwujud.

Salah satu kegiatan Program Ksatria Sawit yang diselenggarakan di Hotel Arya Duta, Medan.

Bagaimana Ksatria Sawit berjalan?

Justinus: Lokakarya Ksatria Sawit tingkat regional diselenggarakan bagi para pemasok sebagai upaya untuk mensosialisasikan program kemamputelusuran. Program Ksatria Sawit menggunakan pendekatan lanskap dengan keterlibatan aktif dari Sinar Mas Agribusiness and Food, PKS pemasok, dealer, petani dan juga Koltiva. Perusahaan memperkenalkan mekanisme program kemamputelusuran yang dilaksanakan oleh Koltiva sebagai penyedia layanan aplikasi dan jasa survei lapangan. Perusahaan berharap pendekatan lanskap tersebut dapat mempercepat pencapaian TTP bagi pemasok perusahaan.

Ksatria Sawit dilakukan bersama manajemen PKS PT Runding Putra Persada.

Apa saja yang telah dicapai sejauh ini?

Justinus: Pada 14 Oktober, Ksatria Sawit berjalan di berbagai daerah dari Aceh hingga Lampung. Lebih dari lima puluh PKS telah berpartisipasi dalam program tersebut. Melalui sejumlah PKS ini, Perusahaan telah menjangkau 34.665 distributor dan petani yang mengelola area perkebunan seluas 271.989 hektar secara keseluruhan.

Apa saja masukan dari pemasok?

Justinus: Kami telah menerima respon positif dari perwakilan manajemen PKS, pengepul dan petani kelapa sawit independen yang terlibat sejauh ini. Banyak dari pemasok yang menyadari bahwa transparansi dan kolaborasi antara berbagai elemen dalam rantai pasok sangatlah penting dalam membangun sebuah industri yang melestarikan lingkungan dan membantu masyarakat.

Wawancara dan pengenalan aplikasi kemamputelusuran kepada petani.

Bagaimana pendapat Anda secara pribadi tentang program tersebut?

Justinus: Secara pribadi saya sangat gembira karena bisa merasakan tingginya minat peserta terhadap Ksatria Sawit. Para petani kelapa sawit dan pengepul sangat aktif melibatkan diri sejak awal program ini diperkenalkan. Saya bisa melihat bahwa mereka merasa dihargai dengan keterlibatan aktif sebagai bagian dari inisiatif besar menuju kemamputelusuran.

Lalu, apa langkah yang akan ditempuh selanjutnya?

Justinus: Target besar yang ingin dicapai semua orang sekarang ini adalah 100% TTP pada 2020. Namun, kemamputelusuran bukanlah tujuan akhir yang sebenarnya. Perusahaan memanfaatkan praktik-praktik kemamputelusuran ini sebagai sarana untuk melibatkan pemasok dan memahami kebutuhan mereka, dengan tujuan akhir sesungguhnya yaitu mentransformasi cara mereka menjalankan kegiatan operasional.

Berdasarkan interaksi hingga saat ini, ada banyak area dukungan yang telah teridentifikasi misalnya memasok bibit kelapa sawit, mendukung upaya peremajaan tanaman sawit dan pelatihan tentang praktik agronomi yang baik. Jadi meskipun TTP sudah tercapai, Perusahaan akan terus melanjutkan upaya dalam memahami rantai pasok dan berperan aktif membantu pemasok agar semakin maju.

Baca lebih lanjut tentang bagaimana pengadaan di Sinar Mas Agribusiness and Food dilakukan secara bertanggung jawab di sini.

Justinus Kriswantoro adalah pimpinan tim Kemamputelusuran (Head of Traceability) sebagai bagian dari tim Responsible Sourcing Sinar Mas Agribusiness and Food yang bertanggung jawab mengomunikasikan dan menyelenggarakan program kemamputelusuran Perusahaan. Dia berpengalaman lebih dari dua puluh tahun di bidang survei, pemetaan, dan sistem informasi geografis. Justinus adalah lulusan Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada dengan gelar sarjana di bidang studi Penginderaan Jauh dan Kartografi.
| | |