Ruang Berita

Tokoh

Berlayar ke laut lepas


Roni Sutanto, Kapten Kapal, 41 tahun, Perairan Marunda

Kapten Roni saat bertugas di kapalnya
Kapten Roni saat bertugas di kapalnya.

“Saya tahu, berlayar sudah mengalir dalam darah saya. Saya lulus dari Akademi Maritim Nusantara di kampung halaman saya di Jawa Tengah dan telah berlayar dengan Sinar Mas Agribusiness and Food selama 17 tahun sampai saat ini, mulai dari posisi sebagai kadet dan hingga sekarang menjadi kapten kapal saya sendiri.

Kargo kami sangat berharga dan kami harus meminimalkan kerusakan. Saya harus memahami segala hal tentang kargo, kapal, dan kondisi perairan. Ada seni tersendiri dalam menyeimbangkan beban untuk menghindari penyusutan kargo. Jika kargo tidak diisi muatan secara tepat, kapal bisa menjadi tidak stabil karena terkadang ada perairan dengan tikungan-tikungan sempit dan dangkal yang harus dilintasi. Perusahaan memberikan kepercayaan yang besar kepada saya dan kru untuk membawa kargo dengan aman melalui perairan ini dan mengirimkannya tepat waktu. Hal inilah yang membuat saya sangat bangga.

Saya pernah mengalami serangan bajak laut di Gama Tirta ketika saya masih menjadi kadet. Kami disandera di perairan Tanjung Buyut di Sumatera Selatan. Para perompak melompat ke dalam kapal dengan membawa senjata api dan pedang, dan mengikat semua orang. Mereka membawa kami ke Singapura dan memindahkan kargo minyak sawit kami ke kapal lain yang kosong. Dan kemudian mereka pergi begitu saja.

Kami sesekali masih berjumpa dengan para perompak, meskipun kini sudah semakin jarang. Kami telah mengembangkan sistem keamanan untuk menangkal serangan. Perompak tidak berani berurusan dengan kapal yang sudah dilengkapi dengan sistem pengamanan, jadi ketika mereka melihat kita waspada, mereka akan pergi dan mencari sasaran lainnya.

Kapten Roni berikan penjelasan pada kru kapalnya sebelum berlayar
Kapten Roni berikan penjelasan pada kru kapalnya sebelum berlayar.

Saya telah memperoleh dua pelajaran penting sebagai kapten kapal yaitu: pengalaman lebih penting daripada keterampilan, dan tidak ada ruang untuk menjadi egois dalam bisnis ini. Saya juga memetik sebuah pengalaman berharga karena dapat melihat tempat-tempat baru dan negara-negara lain di dunia, dan kapal ini telah menjadi rumah kedua saya selama 17 tahun terakhir. Namun sekarang semakin sulit untuk meninggalkan istri dan keluarga saya setiap kali masa libur saya berakhir.

Memberikan produk kami kepada pelanggan di seluruh dunia merupakan bagian penting dari bisnis GAR / Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai perusahaan kelapa sawit terintegrasi. Golden Stena Weco adalah satu-satunya kongsi perusahaan  patungan antara perusahaan kelapa sawit dan pengirim perusahaan pengapalan di sektor maritim ini. Baca wawancara dengan Bjorn Stignor, Managing Director & Kepala Head GSW di sini.

Temukan berbagai cerita luar biasa dari keseharian mereka yang berkarya dalam menghasilkan minyak kelapa sawit di sini

| | |