Ruang Berita

Tokoh

Bangun sinergi antar pemangku kepentingan industri kelapa sawit dan pers dalam Sustainable Palm Oil Master Class


“Kelapa sawit merupakan berkah bagi Indonesia, karena kita dikaruniai sumber daya alam yang subur, curah hujan dan sinar matahari yang cukup.” – CEO Perkebunan Sinar Mas VII Kalimantan Barat Susanto Yang.

Pernyataan tersebut semakin diperkuat dengan data yang saya peroleh dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) bahwa perusahaan sawit Indonesia mampu menyerap tenaga kerja hingga 3,3 juta orang dengan total nilai ekspor di tahun 2016 mencapai Rp 240 triliun. Fakta ini tentu menjadikan industri kelapa sawit begitu menjanjikan bagi perekonomian tanah air. Berbagai dinamika industri kelapa sawit pun kerapkali menjadi bahan berita yang menarik bagi media untuk diangkat ke ranah publik, tak terkecuali hal-hal negatif seputar kerusakan lingkungan, fasilitas buruh yang belum memadai, hingga pembakaran hutan dan pengalihan fungsi lahan menjadi hutan tanam industri.

Oleh karena itu dalam upaya menyampaikan informasi seputar  praktik- praktik keberlanjutan dan pencapaian perusahaan sekaligus membangun sinergi yang lebih baik antara pelaku usaha di sektor perkebunan kelapa sawit dan media, Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia melaksanakan program Sustainable Palm Oil Master Class I 2017 di Palangkaraya pada 25-26 Juli 2017 lalu.  Acara yang dihadiri oleh sejumlah media dan karyawan perusahaan ini bertujuan untuk belajar tentang cara mengkomunikasikan industri minyak kelapa sawit. Selain mengikuti pelatihan seputar teknik menulis berita dan pemahaman tentang kode etik jurnalistik, sebagai salah satu karyawan yang baru bergabung, saya juga mendapatkan berbagai informasi tentang praktik-praktik keberlanjutan dan pencapaian Sinar Mas Agribusiness and Food yang sejalan dengan Kebijakan Sosial Dan Lingkungan GAR (GSEP).

Untung J Wiyono membawakan presentasi tentang “Industri Kelapa Sawit dan Pembangunan Ekonomi Daerah di Kalimantan Selatan”.
28 peserta bersama dengan para pembicara dalam program perdana Sustainable Palm Oil Master Class I di Palangkaraya.

Para pemangku kepentingan industri kelapa sawit yang hadir dan menjadi pembicara dalam kegiatan pelatihan ini adalah Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan Untung J Wiyono dan Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kalimantan Selatan Herdrajat Natawidjaja. Sementara itu Redaktur Senior TEMPO M.Taufiqurahman sebagai fasilitator memberikan bimbingan seputar teknik menulis dan membuat berita. Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Stanley Adi Prasetyo sebagai pembicara sempat mengingatkan para jurnalis tentang kewajiban bersikap objektif dan berimbang dalam menyajikan berita, “Setiap pemberitaan hendaknya selalu mengedepankan aspek netralitas dan berdasarkan fakta, serta selalu memegang teguh kode etik jurnalistik.”

Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Stanley Adi Prasetyo memaparkan tentang peran dan kewajiban pers nasional sesuai dengan Undang-Undang Pers.

Usai mengikuti program pelatihan bertemakan “Transformasi Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia, Perjalanan dan Tanggung Jawab Bersama” ini, saya mendapatkan pemahaman betapa pentingnya membangun hubungan baik antara media dan industri kelapa sawit agar kedua belah pihak dapat saling bersinergi.  Pemberitaan media haruslah berimbang dan sesuai fakta dan pihak perusahaan juga harus memberikan akses pada awak media untuk mengklarifikasi serta berbagi informasi jika ada hal yang  kurang tepat. Dengan demikian, kerjasama produksi berita atau konten akan memberikan manfaat bagi seluruh pihak terkait mengingat industri kelapa sawit telah membantu memajukan perekonomian tanah air serta meningkatkan kesejahteraan bangsa kita tercinta.

| | |