Ruang Berita

Lingkungan Hidup

Bagaimana Cara Kami Mencegah Kebakaran?


Truk pemadam kebakaran yang ditempatkan di salah satu perkebunan
Truk pemadam kebakaran yang ditempatkan di salah satu perkebunan

Pada tahun 1997, PT SMART memberlakukan kebijakan tanpa bakar yang ketat di perkebunan-perkebunan kami untuk mencegah terjadinya masalah kabut asap. Kondisi cuaca musim kemarau panjang yang disebabkan oleh El Nino menyebabkan vegetasi dan tanah menjadi sangat kering dan permukaan air sungai menurun, sehingga api mudah menyebar ke bawah tanah melalui tanah gambut atau oleh percikan api yang terbawa angin.

Tim kami harus tetap selalu waspada dan siaga untuk mencegah dan memadamkan menyebarnya api. Seperti kata pepatah, sedia payung sebelum hujan.

Sampai saat ini, lebih dari 10.000 personil Tim Tanggap Darurat telah dilatih dan ditempatkan di seluruh perkebunan kami, siap dikerahkan apabila terjadi keadaan darurat kebakaran. Pelatihan yang diberikan termasuk sesi teori dalam kelas, simulasi, latihan darurat, dan penggunaan perlengkapan yang tepat. Mereka juga menerima pelatihan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.

Pompa air portable berkapasitas tinggi
Pompa air portable berkapasitas tinggi
Perlengkapan tangki air untuk penyimpanan air
Perlengkapan tangki air untuk penyimpanan air

Di setiap perkebunan, Tim kesiapsiagaan Tanggap Darurat perusahaan kami memiliki akses ke berbagai peralatan pemadam kebakaran dan alat pelindung termasuk tangki penampung air, traktor, tangki air portable berkapasitas tinggi, baju tahan api, teropong, helm dan sarung tangan, radio komunikasi serta selang pemadam kebakaran.

Setiap perkebunan diwajibkan melakukan inventarisasi dan pemeriksaan peralatan pemadam kebakaran secara teratur untuk memastikan bahwa peralatan tersebut bekerja dengan baik. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim diwajibkan untuk memberikan laporan kepada Posko Kebakaran di Markas.

Terdapat sekitar 12.500 alat pemadam kebakaran, 200 trailer tangki air, 250 pompa air berkapasitas tinggi, dan 1000 selang air yang tersebar di seluruh perkebunan kami.

Dengan pandangan
Dengan pandangan “mata burung’, penjaga di menara kebakaran dapat mendeteksi api yang baru timbul
Pintu air dibangun di salah satu perkebunan, untuk menstabilkan aliran air ke areal gambut
Pintu air dibangun di salah satu perkebunan, untuk menstabilkan aliran air ke areal gambut

Jumlah patroli kebakaran dan pemantauan di perkebunan kelapa sawit kami ditingkatkan selama musim kemarau. Menara pemantau kebakaran juga digunakan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya api di perkebunan.

Kebakaran lahan gambut sangat sulit untuk dipadamkan. Untuk mencegah kebakaran dan persebaran api, lahan gambut wajib dijaga agar tetap basah. Permukaan air di areal gambut dipertahankan menggunakan pintu air.

Setelah api berhasil dipadamkan, laporan disusun dengan mencakup rincian lokasi kebakaran, tanggal dimulai kebakaran, jumlah personil pemadam api, serta penyebab kebakaran. Tim manajemen senior kami serta pejabat setempat kemudian memeriksa areal kebakaran untuk verifikasi kebenaran informasi laporan.

Kebakaran hutan dan lahan dapat membahayakan kesehatan karyawan kami, masyarakat sekitar, dan lingkungan. Kami menyadari hal ini dan dengan serius bertanggung jawab mencegah, mengelola, dan memadamkan kebakaran serta akan terus menyalurkan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan tugas penting ini.

| | |