menu bar
close-grey

Vitamin A 101: Di balik yang terlihat

Posted: Feb 06, 2024 6 minute read SMART

Ingatkah Anda waktu kecil kita dibujuk seperti ini, “Makanlah wortel, itu baik untuk matamu”? Nasihat yang tak lekang oleh waktu ini berakar pada keajaiban vitamin A, unsur utama dalam wortel yang dikenal mampu menjaga kesehatan mata. Namun, berapa banyak dari kita yang mengetahui selain memiliki manfaat luar biasa untuk mata, vitamin A ternyata memainkan peran penting lain bagi kesehatan, dari memperkuat sistem kekebalan tubuh hingga menjaga kesehatan kulit?

Mari kita dalami lebih lanjut untuk mengungkap berbagai sifat nutrisi ini yang belum banyak diketahui namun tak kalah bermanfaat.

Apa itu vitamin A? Mengapa zat ini penting dalam nutrisi kita?

Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak dan penting untuk menjaga berbagai fungsi tubuh. Vitamin ini hadir dalam dua wujud utama: Vitamin A yang telah terbentuk (termasuk retinol dan retinil ester) yang ditemukan dalam produk hewani seperti ikan, daging, dan susu; dan provitamin A karotenoid, yang ada pada makanan nabati seperti buah-buahan dan sayuran (wortel, ubi jalar, bayam, minyak kelapa sawit) dan oleh tubuh diolah menjadi vitamin A.

Vitamin A terkenal berperan menjaga kesehatan penglihatan, terutama dalam kondisi minim cahaya. Hal itu dimungkinkan berkat rhodopsin, yaitu sebuah protein di mata yang membantu kita melihat dalam kondisi berpencahayaan rendah. Zat ini juga membantu memproduksi dan memfungsikan sel darah putih, yang membantu menangkap dan membersihkan bakteri serta patogen lain dari aliran darah.

Tahukah Anda?

Karotenoid, yaitu prekursor vitamin A yang harus diolah menjadi retinoid yang dapat digunakan tubuh, mempunyai sejumlah kelas yang berbeda. Lebih dari 500 karotenoid telah diidentifikasi; dan kurang dari 10 persennya dapat diolah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Namun, banyak prekursor yang tidak dapat diubah menjadi vitamin A tetap memiliki efek menyehatkan. Likopen, contohnya, terbukti bermanfaat membantu mencegah kanker prostat.

Vitamin A juga berfungsi memelihara dan memperbaiki jaringan kulit. Kandungannya menjaga kulit tetap lembap dan kenyal, sehingga vitamin ini menjadi bahan yang lazim ditemukan dalam berbagai produk perawatan dermatologis. Vitamin A juga penting untuk tumbuh kembang, terutama pada anak-anak dan embrio selama masa kehamilan, sehingga memperkuat pentingnya vitamin A dalam berbagai tahap kehidupan.

Vitamin A sering dikaitkan dengan beta-karoten. Apakah keduanya sama?

Vitamin A dan beta-karoten terkait erat di dunia nutrisi, namun keduanya menunjukkan karakteristik dan peran berbeda.

Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak dan terdapat dalam dua bentuk: vitamin A yang telah terbentuk dan provitamin A karotenoid. Beta-karoten, di sisi lain, merupakan provitamin A karotenoid. Zat ini adalah pigmen yang bertanggung jawab atas warna oranye cerah pada banyak buah dan sayur, seperti wortel, minyak kelapa sawit mentah, ubi jalar, dan labu.

Perbedaan mendasar di antara keduanya terletak pada sumbernya dan cara tubuh memanfaatkannya. Vitamin A yang telah terbentuk siap digunakan tubuh, sedangkan beta-karoten perlu diubah menjadi retinol, yaitu suatu bentuk aktif vitamin A, agar tubuh dapat menggunakannya. Pengolahan ini adalah proses bermanfaat yang membantu tubuh mengatur kadar vitamin A dan mengurangi risiko toksisitas akibat asupan berlebih. Prosesnya berbeda-beda pada setiap orang, karena dipengaruhi oleh kesehatan, pola makan, dan lemak dalam makanan. Beta-karoten juga berfungsi sebagai antioksidan, yang memberikan manfaat kesehatan terlepas dari perannya sebagai prekursor vitamin A.

Vitamin A Beta-Karoten
Definisi Vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak, terutama dari sumber hewani yang mengandung lemak Beta-karoten adalah senyawa organik yang larut dalam lemak dan mudah ditemukan pada tanaman berwarna oranye dan kuning, dan berfungsi sebagai provitamin A
Nama populer Dikenal sebagai retinol Dikenal sebagai provitamin A
Bentuk Bentuk murni yang diperoleh dari sumber hewani Prekursor yang diperoleh dari sumber nabati
Sumber Terbaik Beberapa sumber terbaiknya mencakup hati ikan kod, hati, ginjal, keju, mentega, kuning telur, dan ikan yang dagingnya mengandung minyak Beberapa sumber terbaiknya adalah peterseli, bayam, kangkung, minyak kelapa sawit mentah, tomat, buah mawar (rosehip), wortel, dan paprika
Penyimpanan dan Metabolisme Disimpan di hati dan jaringan lemak Diubah menjadi vitamin A di selaput lendir usus
Fungsi Diperlukan untuk menghasilkan rhodopsin Antioksidan yang ampuh

Perbedaan utama antara Vitamin A dan beta-karoten1

Berapa banyak vitamin A yang perlu saya konsumsi?

Asupan vitamin A yang dibutuhkan bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin Anda. Rekomendasi asupan harian untuk vitamin A yang sudah terbentuk dan provitamin A karotenoid disajikan pada tabel berikut dalam takaran mikrogram (mcg) setara aktivitas retinol (retinol activity equivalents/RAE).

Tahap Kehidupan Jumlah yang Direkomendasikan
0-6 bulan 400 mcg RAE
Bayi 7-12 bulan 500 mcg RAE
Anak 1-3 tahun 300 mcg RAE
Anak 4-8 tahun 400 mcg RAE
Anak 9-13 tahun 600 mcg RAE
Remaja laki-laki 14-18 tahun 900 mcg RAE
Remaja perempuan 14-18 tahun 700 mcg RAE
Pria dewasa 900 mcg RAE
Wanita dewasa 700 mcg RAE
Remaja perempuan hamil 750 mcg RAE
Wanita dewasa hamil 770 mcg RAE
Remaja perempuan menyusui 1,200 mcg RAE
Wanita dewasa menyusui 1,300 mcg RAE

Rekomendasi asupan Vitamin A setiap hari berdasarkan usia dan jenis kelamin2

Sesuatu yang baik jika terlalu banyak (atau terlalu sedikit) itu tidak baik: Kekurangan dan keracunan vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam penglihatan, fungsi kekebalan tubuh, dan kesehatan kulit. Namun, penting untuk menjaga asupannya tetap seimbang, karena kekurangan maupun kelebihan vitamin A dapat menyebabkan masalah kesehatan. Di sinilah pentingnya konsumsi secara moderat, karena ketidakseimbangan di kedua sisi dapat merugikan kesehatan.

Defisiensi vitamin A adalah salah satu dari empat kekurangan nutrisi utama di dunia, dan umum ditemui di sejumlah wilayah tertentu di dunia. Hal ini sering dikaitkan dengan pola makan yang kurang buah-buahan dan sayuran berwarna atau terjadi di negara tempat makanan pokok tidak menyediakan nutrisi penting ini secara memadai. Dampak kekurangan nutrisi ini tidak main-main, karena dapat menyebabkan gangguan penglihatan, terutama dalam kondisi cahaya redup, di mana rabun senja adalah salah satu gejala awalnya. Dalam kasus yang lebih parah, hal ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara menyeluruh. Anak-anak dan wanita hamil merupakan kelompok paling rentan, karena defisiensi ini berdampak pada pertumbuhan, perkembangan janin, dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

Di sisi lain, kelebihan vitamin A, yang dikenal sebagai hipervitaminosis A, juga bisa berdampak buruk. Walau jarang terjadi, khususnya semata karena faktor pola makan, konsumsi berlebihan vitamin A yang sudah terbentuk melalui asupan suplemen dapat menyebabkan keracunan. Gejalanya berkisar dari sakit kepala dan penglihatan kabur hingga efek yang lebih parah seperti kerusakan hati dan bahkan gejala gangguan saraf. Tubuh menyimpan kelebihan vitamin yang larut dalam lemak ini, terutama di hati, yang terakumulasi seiring berjalannya waktu. Karena itu, penting untuk mengonsumsi secara moderat dan memahami dosis yang tepat sesuai kebutuhan individu.

Memahami peran utama minyak kelapa sawit dalam memerangi kekurangan vitamin A

Dalam upaya mengatasi kekurangan vitamin A sebagai masalah kesehatan global yang berdampak pada jutaan orang, minyak kelapa sawit memiliki fungsi yang sangat penting. Minyak nabati yang banyak digunakan ini tidak hanya merupakan bahan pokok dalam memasak, tetapi juga merupakan sumber vitamin A yang kuat. Warna oranye kemerahan yang pekat, berkat tingginya kadar beta-karoten (prekursor vitamin A), mencerminkan nilai gizi dan potensi perannya dalam menanggulangi kekurangan nutrisi penting ini.

Tahukah Anda?

Minyak kelapa sawit mentah dianggap merupakan sumber alami karotenoid nabati yang paling tinggi gizinya di dunia. Kandungan setara retinolnya (provitamin A) diperkirakan 15 kali lebih banyak daripada wortel dan 300 kali lebih tinggi dibandingkan tomat.

Kekurangan vitamin A, yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan parah dan peningkatan risiko penyakit menular, masih menjadi masalah kritis, terutama di negara berkembang di mana asupan vitamin dari makanan seringkali tidak mencukupi. Aksesibilitas minyak kelapa sawit menjadikannya sumber daya yang sangat berharga di wilayah ini. Memasukkan kandungan ini dalam menu makan sehari-hari dapat secara signifikan meningkatkan asupan vitamin A, sehingga membantu meningkatkan kesehatan mata dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Keserbagunaan dan efisiensi minyak kelapa sawit juga menjadikannya kandidat ideal untuk fortifikasi berbagai jenis makanan, dari minyak goreng untuk penggunaan sehari-hari hingga makanan olahan. Hal ini membantu meningkatkan asupan vitamin A di berbagai kategori demografis. Tidak seperti banyak minyak nabati yang asam lemak tak jenuhnya rentan teroksidasi, sehingga mengurangi stabilitas vitamin A dalam fortifikasi, profil asam lemak jenuh minyak kelapa sawit yang tinggi menjadikannya berbentuk semi-padat pada suhu kamar dan lebih stabil terhadap oksidasi. Sifat itu menjadikan minyak ini kandidat ideal untuk fortifikasi. Namun, retensi vitamin A dalam minyak kelapa sawit selama proses memasak tergantung pada cara penyimpanan dan pengemasannya.

Pelajari lebih lanjut peran minyak sawit dalam memerangi kekurangan vitamin A melalui infografik di bawah ini.

Kontribusi minyak kelapa sawit dalam mengurangi defisiensi vitamin A

 

———–

Kami mendukung pola makan global yang lebih sehat dengan mengembangkan produk makanan baru dan inovatif bagi pelanggan di seluruh industri makanan. Hasilnya? Produk makanan yang lebih bergizi bagi konsumen. Kunjungi halaman Inovasi Makanan & Nutrisi kami untuk informasi lebih lanjut.

Ingin menyesuaikan produk untuk lini produksi makanan Anda? Pelajari kapasitas Penelitian dan Pengembangan (Litbang/R&D) kami di tautan ini.

———–

1 Informasi diambil dari:
https://pediaa.com/difference-between-vitamin-a-and-beta-carotene/
2 Informasi diambil dari:
https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-Consumer/

fb twitter linkedin mail