menu bar
close-grey

SMART SPOT Pekanbaru: Kemamputelusuran sebagai pintu masuk capai produksi kelapa sawit berkelanjutan

Posted: Sep 05, 2018 2 minute read Ayu Lubis 885 views

Di awal Mei tahun ini, Sinar Mas Agribusiness and Food kembali menyelenggarakan pelatihan SMART Sustainable Palm Oil Training (SPOT) untuk para pemasoknya di Pekanbaru. Pada kesempatan kali ini tema yang diangkat adalah Implementasi Traceability, Pengelolaan Limbah, dan Praktik Ketenagakerjan yang Bertanggung Jawab di Rantai Pasok”.

Bukan tanpa alasan tema tersebut dipilih untuk acara SMART SPOT kali ini. Salah satu kabupaten yang berada di Riau yaitu Pelalawan memiliki Taman Nasional Tesso Nillo yang sedang hangat dibicarakan di kalangan pelaku bisnis dan pemerhati industri sawit.

Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari diisi dengan berbagi kegiatan menarik seperti diskusi interaktif, ceramah, studi kasus, dan kunjungan ke lapangan.Para pembicara yang hadir adalah Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Ujang Holisudin; Ketua GAPKI Cabang Riau, Saut Sihombing; Perwakilan dari Eyes on the Forest, Nursamsu, Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup Pelalawan, Eko Novitra; dan Perwakilan dari Geotraceability, Tri Padukan. Selain itu ada pula pembicara dari internal perusahaan yakni Sura Sendjaja mewakili HR Division dan Hendra mewakili Sustainability Division yang berbagi tentang praktik terbaik yang telah dilakukan perusahaan.

ss_pku1
Para pembicara dan peserta SMART SPOT di hari pertama

Salah satu topik yang banyak menarik perhatian peserta adalah kemamputelusuran atau traceability. Dalam sesi ini para peserta mendapatkan kesimpulan bahwa kemamputelusuran adalah pintu masuk bagi perusahaan untuk mencapai produksi kelapa sawit yang berkelanjutan. Keseruan acara pun berlanjut hingga hari ketiga dimana seluruh peserta diajak untuk mempraktikan salah satu tahap dalam proses Kemamputelusuran Hingga ke Kebun (Traceability to the plantation/TTP) yakni tahap pendataan. Para peserta diajak untuk datang ke salah satu kebun petani yang memasok ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perusahaan dan bersama-sama mempraktikan proses pendataan.

ss_pku2
Belajar bagaimana mengisi Tally Sheet dan penggunaan GPS di kebun Petani (Hari ke 3)

Sebanyak 39 orang peserta yang berasal dari 17 perusahaan sawit, GAPKI dan Eyes on the Forest,  terlibat aktif baik dalam diskusi, berbagi pengalaman di lapangan dan saling mendorong untuk bisa berkolaborasi antara satu dengan yang lain.

Melalui kegiatan ini perusahaan berharap agar dapat mendorong para pemasoknya untuk menerapkan program TTP di PKS mereka masing-masing dalam mewujudkan produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Kedepannya perusahaan akan mengadakan acara serupa di wilayah lain dengan mengangkat tema yang lebih menarik lagi sesuai dengan isu-isu strategis di wilayah tersebut.

Ayu Pratiwi Lubis adalah lulusan Universitas Indonesia (Program Studi Kesehatan Lingkungan) dan Institut Teknologi Bandung (Master of Business Administration) yang bekerja sebagai supply chain development specialist di Sinar Mas Agribusiness and Food. Ia tertarik pada bidang kesehatan lingkungan dan banyak bekerja sama dengan pemasok minyak kelapa sawit perusahaan. Fokus pekerjaannya adalah untuk meningkatkan kepatuhan para pemasok terhadap Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (GSEP).

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail