Ruang Berita

Tokoh

Pahlawan pangan saya


Krisis global COVID-19 memaksa kita melangkah lebih lambat dan merenungkan hal-hal yang selama ini kita anggap sudah sewajarnya begitu. Banyak dari kita yang memunculkan kembali apresiasi atas hal-hal yang begitu mendasar dalam kehidupan sehari-hari sehingga sering kali diabaikan – makanan.

Menjaga akses terhadap makanan yang aman dan sehat adalah dan akan terus menjadi hal yang sangat penting selama pandemi, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan terpencil. Mereka adalah kalangan yang paling terkena dampak akan wabah ini. Kini, mendukung petani (dan orang lain di seluruh sistem pangan) menjadi lebih penting daripada sebelumnya, karena merekalah yang memastikan bahwa makanan dapat beralih dari tahapan benih ke produk siap pakai di rak, bahkan di tengah situasi yang tidak menentu.

Hal ini mengingatkan saya pada perjalanan kami ke Desa Lembah Hijau 2 di Ketapang, Kalimantan Barat selama lima hari untuk kampanye Extraordinary Everyday. Kampanye tersebut mengisahkan orang-orang yang berperan di balik industri sawit, penentu keberlanjutan masa depan kita. Mereka merupakan bagian penting dalam terwujudnya transformasi luar biasa yang dilakukan Sinar Mas Agribusiness and Food. Perusahaan terus berinovasi dan menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan dalam kegiatan operasional setiap hari, mulai dari cara mengelola perkebunan hingga cara memformulasikan produk untuk meningkatkan nutrisi dan keamanan pangan. Salah satu sosok yang sangat menarik perhatian saya selama proses produksi video untuk kampanye tersebut adalah Pak Yatimin.

Pak Yatimin dan budidaya sawi miliknya (kebunnya terlihat di belakang).

Pak Yatimin telah bertani di lahan yang sama sepanjang hidupnya. Tanah ini, secara langsung maupun tidak, telah memberi nafkah bagi keluarga dan komunitasnya selama beberapa dekade. Beliau memiliki tanggung jawab besar untuk merawatnya dan memastikan bahwa tanaman yang dihasilkan dari tanahnya sehat dan aman dikonsumsi. Ini bukan hal yang mudah, karena desa tersebut berada di tengah hutan dan banyak hama serta penyakit yang dapat mematikan tanaman dan merusak kebun.

Selain itu, telah lazim diketahui bahwa pembakaran sering dilakukan untuk membuka lahan pertanian. Penduduk desa melakukan hal itu karena mereka sangat bergantung pada budidaya lahan untuk kelangsungan hidupnya. Mereka tidak mengetahui atau tidak memiliki akses terhadap metode alternatif untuk membuka lahan pertanian.

Program Mata Pencaharian Alternatif kami mendorong masyarakat untuk menghindari penggunaan api dan pupuk berbahan kimia keras dengan mengajarkan kepada petani, seperti Pak Yatimin, metode penyiapan dan budidaya lahan yang berkelanjutan. Program ini mengadakan lokakarya bagi penduduk desa tentang penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas, dan menanam tanaman yang lebih sehat. Selain memperkuat swasembada, lokakarya mengajarkan kepada petani untuk menjual kelebihan hasil panennya di pasar lokal guna menghasilkan pendapatan tambahan.

Penduduk desa belajar bagaimana bercocok tanam secara organik.

Pak Yatimin menceritakan bahwa awalnya dia merasa khawatir. Dia mengira harga pupuk organik mahal sehingga akan sulit untuk tetap menggunakan pupuk tersebut bila dia beralih menggunakannya. Dia bersyukur bisa belajar membuat pupuk dari salah satu lokakarya yang diikuti. Dia juga meluangkan waktu untuk menunjukkan kepada kami cara membuatnya – campuran sederhana pupuk organik dengan serasah daun, kayu, pupuk kandang, dan jeruk nipis untuk membuat kompos. Meskipun aromanya cukup tajam, saya menawarkan diri untuk membantu beliau menuangkannya ke benih yang baru ditanam. Saya harap tanaman tersebut dapat tetap hidup dan bersemi.

Kepada kami, Pak Yatimin mengisahkan bahwa mempelajari cara menanam tanaman secara organik telah mengubah hidupnya. Dukungan serta lokakarya berkesinambungan yang diselenggarakan Perusahaan telah memperkaya metode bertani beliau serta dapat menjadi sumber penghidupan bagi keluarga dan komunitasnya. Dengan penghasilan tambahan dari penjualan hasil panen, ia juga dapat turut menopang kehidupan anak cucunya, yang merupakan salah satu prestasi paling membanggakan. Dan, coba tebak? Ketika sedang tidak sibuk di ladang, dia mengajari petani lain cara memupuk dan menanam tanaman yang lebih sehat. Dia memang pahlawan masyarakat setempat.

Pak Yatimin bersama istri dan cucunya.

Pak Yatimin seperti kakek kesayangan semua orang. Bijaksana, penuh kasih, dan menyenangkan; dia melakukan yang terbaik dalam segala hal. Selama kami membuat film di rumah dan desa Pak Yatimin, saya selalu dapat mengandalkan beliau untuk nasihat luar biasa yang mengilhami kami atau lagu yang membuat hari kami sedikit lebih indah.

Saya ingat jawaban beliau ketika saya bertanya apakah dia suka bertani. “Saya lahir untuk bercocok tanam. Bekerja menggunakan tangan adalah sesuatu yang sangat saya sukai. Merupakan anugerah luar biasa bahwa saya dapat menanam bahan pangan yang baik untuk kesehatan dan menghasilkan uang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ini anugerah yang harus terus saya jaga dan bagikan.”

Pak Yatimin menyanyikan lagu daerah nostalgia dalam wawancara.

Ketika kita memikirkan pentingnya makanan dan hak istimewa yang kita nikmati dengan mudahnya akses untuk memperoleh makanan, di Hari Pangan Sedunia ini, jangan lupakan mereka yang tidak memiliki kemewahan semacam itu. Ada begitu banyak orang di seluruh dunia yang menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Rasanya sungguh aneh jika melihat bahwa kita masih hidup di dunia yang sebagian besar penduduknya dapat menikmati makanan apa pun yang diinginkan dengan mudah, sementara yang lain harus berjuang untuk menyediakan makanan di atas meja.

Mungkin sudah waktunya bagi kita semua untuk menjadi #FoodHeroes (#PahlawanPangan) – bersama-sama kita bisa membuat perbedaan. 

Program Mata Pencaharian Alternatif adalah salah satu dari banyak program yang dimiliki Perusahaan. Kami menjalankan lebih dari 60 proyek yang mencakup berbagai persoalan, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga konservasi gambut dan pelestarian hutan. Kami percaya mitra kerja dapat membantu kami menerapkan dan memperluas cakupan sehingga kami dapat menjangkau lebih banyak komunitas dan desa. Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, berinvestasi, atau berkolaborasi dalam proyek atau program ini, silakan kunjungi Halaman Kemitraan kami.

Pelajari bagaimana Perusahaan menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah pandemi global di tautan ini.



Tentang penulis:
Karen Teh adalah Head of Branding and Production di Sinar Mas Agribusiness and Food. Dia bertanggung jawab atas integritas brand dalam seluruh inisiatif pemasaran dan komunikasi perusahaan. Dia juga mengelola produksi internal Perusahaan.
| | |