menu bar
close-grey

Minyak Kelapa Sawit: Dukungan atau Larangan?

Posted: May 04, 2022 5 minute read SMART 775 views
The Grocer
Sumber Gambar: The Grocer

Selama bertahun-tahun, minyak kelapa sawit dianggap sebagai bahan yang kontroversial dan sebagian besar manfaatnya masih kurang dikenal khalayak. Namun, perubahan sikap Iceland Foods terkait larangan penggunaan minyak kelapa sawit kembali memicu perdebatan terkait bahan yang satu ini. Sebenarnya, dapat dibilang bahwa mungkin peritel dari Inggris Raya ini agak terlalu naif dengan melarang penggunaan bahan serbaguna ini.

Sebagaimana kita ketahui, rantai pasok cenderung rentan terhadap gangguan atau disrupsi, baik yang disebabkan pandemi, konflik regional, ataupun perubahan iklim. Saat rantai pasok terganggu, pembeli yang bertanggung jawab seharusnya mampu beralih ke alternatif lain yang diproduksi secara berkelanjutan. Sayangnya, Iceland Foods lalai untuk berinvestasi pada minyak kelapa sawit yang telah memiliki sertifikasi berkelanjutan. Mereka mengkambinghitamkan komoditas ini dan sekarang terpaksa berada di posisi yang kurang mengenakkan karena “menarik kembali apa yang sudah dikatakan” dan berbalik mendukung minyak kelapa sawit.

Sungguh ironis, saat ini Iceland Foods terpaksa beralih ke minyak kelapa sawit dengan sertifikasi berkelanjutan agar produk kentang goreng mereka dapat bertahan. Minyak kelapa sawit bila diproduksi secara berkelanjutan bukan hanya menjadi pilihan yang luar biasa bagi bumi, tetapi juga memberi manfaat kesehatan terhadap produk makanan Iceland Foods yang dikenal sebagai produk makanan yang hanya dikonsumsi sekali-kali.

Secara alamiah, minyak kelapa sawit adalah bahan makanan bebas lemak trans dengan kandungan nutrisi yang dapat mengurangi risiko berbagai penyakit. Minyak kelapa sawit dihasilkan dari buah pohon kelapa sawit yang membutuhkan jauh lebih sedikit lahan dibanding tanaman minyak nabati lainnya. Hasil produktivitas minyak ini juga jauh lebih tinggi untuk setiap unit lahannya, bila dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. Mungkin inilah saatnya bagi kita untuk mengubah pandangan tentang komoditas ini dan memberinya status yang sesuai dan patut disandangnya.

Minyak kelapa sawit sebagai pilihan yang lebih menyehatkan
Minyak kelapa sawit memiliki sederet keunggulan, baik dalam hal nutrisi dan manfaat kesehatan. Minyak kelapa sawit adalah sumber yang kaya akan beta-karoten dan mengandung tokoferol dan tokotrienol. Kandungan-kandungan ini adalah komponen penting dalam Vitamin E yang berperan sebagai antioksidan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, mencegah penyakit jantung dan degenerasi saraf, serta menurunkan risiko kanker.

Minyak nabati non-transgenik ini secara alami bersifat semi-padat pada suhu ruangan, sehingga tidak memerlukan hidrogenasi parsial (yang menyebabkan terbentuknya asam lemak trans) sebagaimana minyak bunga matahari atau minyak jagung dalam pembuatan margarin. Inilah yang menyebabkan minyak kelapa sawit secara alami bebas lemak trans. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lemak trans atau asam lemak trans merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 34% dari penyebab apa pun dan sebesar 21% dari penyakit jantung koroner. Mengutip Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association/AHA), lemak trans juga berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Di Perusahaan, kami terus berupaya menghadirkan pilihan sehat yang bebas lemak trans. Departemen Downstream Research and Development yang berlokasi di Marunda bertanggung jawab menganalisa dan mengembangkan nutrisi dari produk pangan berbahan sawit. Saat ini, fokus departemen tersebut adalah pembuatan bahan makanan yang lebih sehat dengan menghilangkan kandungan asam lemak trans yang terbentuk dalam proses produksinya.

Minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati paling efisien di dunia
Diperkirakan pada tahun 2050 populasi manusia akan mencapai 10 miliar dan semuanya membutuhkan bahan makanan. Untuk mencukupi kebutuhan pangan sebesar itu, kita masih memerlukan 200,25 juta ton minyak nabati. Lalu, dari mana minyak sebanyak itu diperoleh? Misalnya, jika kita memutuskan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan memproduksi minyak kedelai, maka lahan yang dibutuhkan adalah seluas 400 juta hektar. Sebaliknya, minyak kelapa sawit hanya membutuhkan lahan seluas 54 juta hektar untuk mencukupi tambahan kebutuhan pangan tersebut. Faktanya:

  • Untuk menghasilkan 1 ton (T) minyak bunga matahari, kita memerlukan lahan pertanian seluas 1,16 hektar (ha).
  • Untuk menghasilkan 1 T minyak rapa, kita memerlukan lahan pertanian seluas 1,26 ha.
  • Untuk menghasilkan 1 T minyak kedelai, dibutuhkan lahan seluas 1,95 ha.
  • Minyak kelapa sawit hanya membutuhkan lahan seluas 0,32 ha untuk menghasilkan minyak nabati dalam jumlah yang sama.

Dalam satu hektar, pohon kelapa sawit rata-rata mampu mencatat produktivitas panen lima kali lipat dibanding tanaman minyak nabati lainnya (dan juga paling sedikit membutuhkan pupuk serta pestisida). Inilah alasan mengapa minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati paling efisien di dunia!

Saat ini, minyak kelapa sawit menyumbang 35% dari produksi minyak nabati dunia dengan penggunaan lahan hanya 8% dari total luas lahan di dunia yang digunakan untuk budidaya tanaman penghasil minyak. Fakta ini menjadikan minyak kelapa sawit jauh lebih efisien dalam pemakaian sumber daya lahan daripada minyak nabati lainnya. Beralih ke minyak kelapa sawit akan membawa banyak perubahan besar bagi dunia, yang dewasa ini seringkali mengalami persoalan terkait ketersediaan sumber daya seperti lahan dan air.

Minyak kelapa sawit berkelanjutan dan bertanggung jawab
Proses produksi berkelanjutan menjamin aspek kepatuhan terkait lingkungan pada setiap tingkatan rantai pasok, serta memastikan konsumen bahwa produk akhir mereka sehat dan aman untuk dikonsumsi. Akan tetapi, dalam pernyataan resminya baru-baru ini, Richard Walker dari Iceland Foods mengatakan tidak ada yang namanya minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan. Kami menentang pernyataan tersebut. Selama beberapa dekade terakhir, Perusahaan telah bekerja keras untuk memastikan bahwa proses produksi kami berjalan secara berkelanjutan. Mulai dari pengadaan benih secara berkelanjutan hingga metode budidaya yang mengedepankan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

Kami selalu memastikan produk akhir Perusahaan dihasilkan secara bertanggung jawab dan menekankan pada pentingnya melindungi nilai ekologi dan melestarikan lingkungan. Sebagai perusahaan minyak kelapa sawit pertama di Indonesia yang menerapkan Kebijakan Tanpa Bakar (Zero Burning Policy) sejak 1997, kami telah berhasil menghapus penerapan metode pertanian tradisional tebang-bakar. Transparansi dan kemamputelusuran adalah elemen penting dalam upaya keberlanjutan kami demi memastikan bahwa komitmen yang tertulis di atas kertas benar-benar diterapkan di lapangan.

Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang diterbitkan pada tahun 2015 adalah perwujudan keyakinan kami bahwa perlindungan terhadap lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sosial dapat dan sepatutnya berjalan beriringan.

Perusahaan telah berperan aktif dalam membantu desa dan masyarakat pedalaman serta meningkatkan kualitas hidup mereka dengan mempermudah akses terhadap fasilitas kesehatan, penitipan anak, sekolah, dan lain-lain. Melalui dukungan yang berkesinambungan terhadap pendidikan anak, peningkatan keterampilan perempuan, dan bimbingan metode perkebunan, kami berperan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap desa-desa di sekitar area operasional, membantu upaya pemberantasan kemiskinan masyarakat pedalaman, serta mendorong pembangunan sosio-ekonomi.

Menanggapi perubahan sikap Iceland Food, Dirjen Dewan Minyak Kelapa Sawit Malaysia (MPOB) Datuk Ahmad Parveez Ghulam Kadir menggarisbawahi bahwa seandainya perusahaan peritel tersebut benar-benar mendukung upaya keberlanjutan lingkungan, mereka sebaiknya mendorong penggunaan minyak kelapa sawit bersertifikasi berkelanjutan daripada mencekalnya dari seluruh produk makanannya karena larangan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

Hal ini senada dengan pendapat kami. Kami butuh dukungan, bukan larangan. Konsumen kami membeli minyak kelapa sawit dari Perusahaan karena mereka ingin turut berinvestasi dan mendukung upaya transformasi berkelanjutan di sektor tersebut. Sejatinya, jika masyarakat semakin menyadari berbagai manfaat dari makanan yang diproduksi dari minyak kelapa sawit berkelanjutan, akan ada lebih banyak kebaikan yang dapat kita berikan bagi manusia maupun bumi kita.

Sebagai bisnis yang terintegrasi, kami dapat melakukan penyesuaian pada produk minyak kelapa sawit yang aman dan berkualitas tinggi sesuai kebutuhan. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Jika Anda ingin mempelajari lebih jauh mengenai Produk & Layanan kami, baca di sini.

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail