
Banyuasin, Sumatra Selatan, 17 September 2026 — Usaha peternakan ayam petelur yang dikelola masyarakat di Desa Rantau Harapan dan Desa Pangkalan Panji, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mulai berkembang menjadi sumber pangan sekaligus kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui Kegiatan Usaha Produktif (KUP) ayam petelur, masyarakat di kedua desa kini mengelola total sekitar 2.000 ekor ayam, masing-masing 1.000 ekor di setiap desa. Produksi telah mencapai hingga 800 butir atau sekitar 50 kilogram telur per hari, yang sebagian besar terserap untuk kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha makanan di sekitar wilayah tersebut.
Inisiatif ini dikembangkan dengan dukungan PT Sawit Mas Sejahtera (SMS), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Sekolah Tani Indonesia. Pada tahap awal, dukungan mencakup penyediaan ayam dan pakan selama tiga bulan, sementara Sekolah Tani Indonesia mendampingi kelompok dalam pengelolaan peternakan, mulai dari pakan, kualitas air, vaksinasi, kesehatan ayam hingga pengelolaan usaha.
Pendampingan tersebut membantu masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pengalaman beternak ayam untuk membangun keterampilan yang diperlukan agar usaha dapat dikelola secara mandiri. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, telur hasil peternakan juga mulai memiliki pasar yang teratur.
Kelompok pengelola, bersama perangkat desa dan pendamping, telah menghubungkan produksi dengan tiga rumah makan di sekitar wilayah tersebut dengan total penyerapan hingga sekitar 300 kilogram per minggu.
Telur juga dijual sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, mengikuti kondisi harga pasar dan diupayakan tetap kompetitif. Pada kebutuhan tertentu, seperti acara pernikahan, pembelian dapat mencapai delapan peti telur, atau sekitar 120 kilogram dalam satu kali pesanan.

Bagi kelompok pengelola, perkembangan signifikan tersebut menjadi pengalaman baru dalam membangun kegiatan ekonomi yang dapat tumbuh secara bertahap. Dadang, anggota Poktan Usaha Bersama dari Desa Pangkalan Panji, sebelumnya menjalankan usaha ternak sapi sebelum bergabung dalam kegiatan ayam petelur.
“Kami berharap usaha ini tidak berhenti sampai di sini. Selain membantu memenuhi kebutuhan telur masyarakat, kami juga berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan berkembang, sehingga ke depannya dapat memberikan nilai ekonomi bagi anggota kelompok,” jelas Dadang.
Program ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan di bidang peternakan. Hendra, Sekretaris Gapoktan Tunas Harapan di Desa Pangkalan Panji, merupakan salah satu anggota yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman beternak ayam. Melalui pendampingan, ia mempelajari berbagai aspek pemeliharaan, mulai dari pengelolaan pakan dan kualitas air, hingga vaksinasi. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk memperdalam pengetahuan tentang peternakan.
Lebih lanjut, Hendra kemudian terpilih sebagai satu-satunya perwakilan dari Sumatera Selatan di antara 10 anak muda yang mengikuti program Young Farmers di Brastagi selama dua bulan. Setelah mengikuti program tersebut, ia berharap dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di desanya.
“Saya ingin meningkatkan kemampuan dan belajar lebih jauh. Setelah kembali dari program Young Farmers, saya berharap ilmu yang saya dapat bisa saya bagikan kepada warga sekitar supaya kami bisa meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha ini bersama-sama,” ujar Hendra.

Manfaat peternakan tidak hanya dirasakan kelompok pengelola. Pada kegiatan peluncuran, sebanyak 90 kilogram telur disalurkan kepada masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Rantau Harapan, Desa Pangkalan Panji, dan Desa Lebung.
Sebanyak 45 kilogram diberikan melalui Posyandu untuk mendukung pemberian makanan tambahan (PMT), sementara 45 kilogram lainnya disalurkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting bagi anak-anak di ketiga desa tersebut.
Syamsir, Kepala Desa Pangkalan Panji, menilai keberadaan peternakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya melalui ketersediaan telur yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
“Sekarang masyarakat bisa mendapatkan telur langsung dari kandang dengan harga yang terjangkau. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk kelompok yang mengelola usaha, tetapi juga untuk warga sekitar yang membutuhkan telur untuk konsumsi sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Syamsir.
Senada, Ilin selaku Kepala Desa Rantau Harapan, juga melihat kegiatan tersebut sebagai peluang bagi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk terlibat dalam kegiatan produktif di desa.
“Yang penting adalah bagaimana usaha ini bisa terus berjalan. Kami berharap usaha ini semakin berkembang sehingga bisa menjadi manfaat bagi pengurus, warga, dan masyarakat sekitar yang membutuhkan akses telur dengan lebih mudah,” ujar Ilin.
Keberlanjutan usaha menjadi salah satu fokus program. Setelah dukungan awal diberikan, kelompok masyarakat melanjutkan pengelolaan peternakan secara mandiri, termasuk pemeliharaan ayam dan pengelolaan keuangan usaha, dengan pendampingan teknis oleh Sekolah Tani Indonesia untuk membantu menjaga produksi dan kesehatan ternak.
Alamsyah, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, menekankan pentingnya menjaga agar usaha yang telah dimulai dapat terus berkembang. “Dengan pengelolaan yang baik, perhatian terhadap kesehatan dan kebersihan kandang, serta sinergi dengan berbagai pihak, kami berharap usaha ini dapat terus berkembang dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar dia.
PT Sawit Mas Sejahtera juga turut membantu membuka akses pasar dengan menghubungkan kelompok dengan pembeli lokal dan melibatkan perangkat desa dalam prosesnya. “Yang kami dorong bukan hanya bagaimana usaha ini bisa dimulai, tetapi bagaimana hasilnya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Masukan dari masyarakat dan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program ke depan,” ujar Toha Maksum, perwakilan pimpinan PT Sawit Mas Sejahtera.
Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 163 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 280 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. Dengan produksi yang sudah berjalan dan hasil yang mulai terserap pasar lokal, kegiatan peternakan di kedua desa kini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang