Ruang Berita

Makanan & Kesehatan

Tren Minyak Sawit pada 2020


Ketika waktu menunjukkan pukul 12 malam pada 31 Desember 2019, hal itu tak hanya menandakan pergantian tahun, namun juga pergantian menuju dekade baru. Dengan munculnya cuaca ekstrim serta dipublikasikannya data yang menegaskan betapa mendesaknya kebutuhan kita atas perubahan iklim dan atas keanekaragaman hayati, maka tahun 2020 diharapkan menjadi titik balik kehidupan yang penting bagi kita.

Tahun super bagi iklim dan alam

PBB melaporkan bahwa perubahan iklim meningkat pesat, emisi gas rumah kaca meningkat dan waktu kita tak sebanyak yang diperkirakan untuk menerapkan tindakan pencegahan bencana terkait iklim. Laporan kesenjangan emisi 2019 menyatakan bahwa kita perlu mengurangi 7,6 persen emisi gas rumah kaca setiap tahunnya dari 2020 hingga 2030 untuk mengisi jeda kenaikan 1,5 derajat Celsius dalam suhu dunia.

Melindungi keanekaragaman hayati dan alam sangat berkaitan dengan agenda iklim – laporan PBB menyatakan bahwa hampir satu juta spesies terancam punah akibat kegiatan manusia di darat dan laut merusak alam pada tingkat yang luar biasa. Melestarikan, memulihkan, dan melindungi keanekaragaman hayati sangat penting, dan kami menantikan kemajuan besar di bidang-bidang ini pada 2020. Lembaga-lembaga berpengaruh seperti Korporasi Keuangan Internasional dan Uni Eropa sudah menggalakkan laporan keanekaragaman hayati, di mana perusahaan diminta melaporkan dampak dari investasi dan operasi mereka terhadap keanekaragaman hayati.

Sudah saatnya kita bertindak. Mulai dari pemerintah dan LSM hingga perusahaan swasta, bahkan individu, semua orang harus siaga dan memperhatikan, karena tindakan yang kita lakukan saat ini akan menentukan apakah sepuluh tahun ke depan akan dipenuhi perubahan positif, atau akankah dipenuhi malapetaka dan keputusasaan.

Kami melindungi satwa langka yang ditemukan di area perkebunan, seperti orangutan.

Mulai dari fauna yang karismatik seperti orangutan dan gajah, hingga serangga terkecil dan biota tanah mikroskopis, perkebunan kelapa sawit bisa beranekaragam, kendati bersifat monokultur dari segi produk tunggal yang dipanen. Jika dikelola dengan baik, kelapa sawit juga dapat berkontribusi secara positif pada alam dan keanekaragaman hayati.

Kerja sama kami dengan University of Cambridge yang sudah berlangsung lama membantu kami menentukan cara terbaik untuk memaksimalkan kontribusi positif tersebut, dengan cara mengembangkan dan mengkaji ulang strategi manajemen yang mendukung keanekaragaman hayati serta proses ekosistem dalam perkebunan kelapa sawit. Proyek terakhir kami menyelidiki bagaimana pola cuaca ekstrim berdampak pada ekosistem serta produksi kelapa sawit. Data tersebut akan mendukung penentuan cara meningkatkan ketahanan serta pemulihan proses ekosistem pada perkebunan kelapa sawit saat menghadapi musim kering/kemarau.

Hal ini khususnya penting di tahun 2020 karena diperkirakan  El Niño akan terjadi lagi.

Fenomena El Niño

Mulai dari hujan ekstrim di Peru dan Amerika bagian Selatan hingga musim kering di Indonesia, Australia, dan Pasifik bagian Barat, dampak buruk El Nino di tahun 2015 dapat terlihat di seluruh dunia. Bagi agribisnis seperti kami, kondisi kekeringan yang ekstrem tersebut yang diduga akan terjadi pada pertengahan kedua tahun 2020 artinya kami harus meningkatkan upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran.

Tetap siaga dan waspada atas potensi bahaya kebakaran di perkebunan sangat penting.

Pada 2019, kami mengalami lebih banyak kebakaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Meskipun jumlahnya masih lebih sedikit ketimbang 2015 dan kurang dari satu persen lahan kami yang terkena dampak, kami mendapatkan pelajaran berharga. Kebakaran tahun ini telah mengajari kami bahwa:

  • kami masih perlu meningkatkan perencanaan sumber air;
  • perlu ada lebih banyak upaya perubahan perilaku, mengingat orang terlalu mudah beralih ke kebiasaan lama seperti membuang puntung rokok sembarangan;
  • rendahnya harga minyak sawit mentah juga memiliki dampak buruk karena para petani sawit mengurangi pembelian pupuk dan kembali ke teknik tradisional tebang-bakar sebagai cara menyuburkan tanah.

Kami akan menambah upaya kami dalam bidang edukasi di kalangan masyarakat perkebunan dengan cara merilis rangkaian materi pendidikan baru bagi sekolah-sekolah di tahun 2020. Kami tak hanya mengandalkan kekuatan merajuk generasi masa depan, layaknya yang diperjuangkan oleh Greya Thunberg-nya dunia, melainkan kami juga menganggap anak-anak, ibu-ibu, serta para pendidik sebagai pemain penting dalam mengubah sikap mendukung terhadap kebakaran dari beberapa kelompok masyarakat. Kami juga akan melanjutkan eksperimen kami melalui pesan langsung menggunakan aplikasi seperti WhatsApp untuk menyebarkan pesan mengenai pencegahan kebakaran dan pengingat akan adanya hukuman berat bagi barangsiapa yang ketahuan menyulut api atau lalai memadamkan api dengan cepat dan tepat.

Pelaporan rantai pasok

Tahun 2020 adalah tahun sasaran  Consumer Goods Forum’s (CGF) untuk mencapai nol penggundulan hutan dalam rantai pasokan kunci. Namun karena merek-merek besar seperti Nestlé, Procter and Gamble, dan Cargill secara terbuka mengakui dirinya takkan memenuhi tujuan nihil penggundulan hutan mereka tahun depan, maka jelas ambisi tahun 2020 takkan terpenuhi.

Tenggat waktu yang terlewatkan tersebut akan dieksploitasi oleh sebagian pihak sebagai bukti kurangnya komitmen atau upaya. Kritik semacam itu tak mengindahkan kemajuan signifikan yang telah kami buat, setidaknya di sektor minyak sawit.

Di masa mendatang, Sinar Mas Agribusiness and Food berharap perusahaan penghasil barang konsumsi dan konsumen minyak kelapa sawit merek lainnya akan lebih baik bekerja sama mencari cara-cara mengatasi penggundulan hutan dalam rantai pasokkomoditas. Kami sudah melihat terbentuknya kerja sama ini melalui pendekatan di perkebunan melibatkan beberapa pihak, serta rilis terbaru dari RADD di mana perusahaan, bersama dengan Pepsico, Nestle, Unilever serta perusahaan lain, bekerja sama dengan Institut Sumber Daya Alam Dunia untuk bersama-sama mengembangkan platform monitoring berbasis radar.

Diet Makanan Berbasis Tumbuhan

Selama bertahun-tahun, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa peternakan hewan adalah kontributor terbesar bagi penggundulan hutan serta pencipta sejumlah besar emisi gas rumah kaca. Maka pengurangan asupan daging ternak dapat membantu pelestarian lingkungan hidup.

Baru sekarang inilah kami akhirnya melihat adanya sebuah pergeseran.

Mungkin karena kesadaran akan kesehatan kebetulan muncul bersamaan dengan titik kritis lingkungan, sehingga hal ini menjadi percakapan yang semakin terbuka. Sumber-sumber seperti laporan EAT-Lancet Commission on Healthy Diets From Sustainable Food Systems’ serta serial The Game Changers produksi Netflix merupakan materi-materi yang tepat bagi mereka yang hendak beranjak menuju diet makanan berbasis tumbuhan.

Faktanya, memang sangat diperlukan agar konsumen berpindah dari diet berbasis daging hewani menuju tumbuhan. Tantangan global kami adalah membangun sistem pangan berkelanjutan yang dapat mencukupi kebutuhan 10 milyar manusia pada 2050. Permintaan terhadap minyak sayur diharapkan meningkat selama periode yang sama, sehingga minyak sawit (sebagai minyak yang paling produktif) mendapatkan peran untuk memenuhi permintaan tersebut tanpa memperbanyak lahan yang ditanami.

Dividi Litbang kami sedang mencari solusi bagi masa depan diet makanan berbasis tumbuhan. Ilmuwan kami tidak hanya mengembangkan teknik-teknik untuk meningkatkan hasil di lapangan, namun ahli teknologi pangan kami juga merancang cara-cara cerdas untuk menciptakan pengganti produk-produk seperti susu yang berbahan dasar sayuran, yang masih bercitarasa dan sarat nutrisi bagi konsumen kami.

Ahli teknologi pangan seperti Punjung sedang menciptakan profil rasa baru bagi produk memasak minyak sawit kami.

Masa mendatang

Tahun 2020 akan menjadi tahun penting bagi kemanusiaan. Di Sinar Mas Agribusiness and Food, misi kami adalah memberikan hasil yang lebih baik bagi alam dan konservasi dengan cara meningkatkan upaya edukasi serta meningkatkan mata pencaharian pedesaan. Proyek-proyek seperti Pertanian Ekologis Terpadu serta pemitraan kami dengan Universitas Wageningen akan menjadi kunci utama. Takkan mungkin tercapai lingkungan yang positif atau hasil sosial tanpa memastikan orang memiliki penghasilan stabil serta masa depan ekonomi yang cerah. Melalui berbagai macam mata pencaharian alternatif, kami ingin menunjukkan bahwa pengembangan desa dan konservasi dapat berjalan beriringan.

Konsumen pun memiliki peran penting dalam mengubah kebiasaan konsumsinya. Mereka dapat mendukung tanaman yang ditanam secara bertanggung jawab alih-alih melakukan pemboikotan buta (tak hanya pada minyak sawit, namun juga semua komoditas). Konsumen dapat menuntut agar produk yang mereka beli (dan sukai) mengandung minyak sawit dari perkebunan yang berkelanjutan. Berpikirlah untuk membeli secara bijak dan belilah minyak sawit yang berkelanjutan.

Pemerintahan di seluruh dunia dapat mendukung peralihan ini dengan menghindari segala tindakan proteksionis dan sebaliknya, menyambut baik kriteria keberlanjutan yang adil. Berdasarkan sistem sertifikasi yang diakui, pembelian komoditas dapat berkontribusi mendukung agenda perbaikan iklim, alam, serta pengentasan kemiskinan, dan mewujudkan janji dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB

Dunia sudah tak sabar menantikan perubahan positif. Sinar Mas Agribusiness and Food serta sektor minyak sawit yang lebih luas terus berupaya dan sedang mengupayakan perubahan positif tersebut.

Pada 2020 kami mengajak konsumen, pelanggan, lembaga keuangan dan para investor, pemerintah, serta pemangku kepentingan lain untuk mendukung kami agar dapat mempercepat perwujudan minyak sawit yang berkelanjutan.

| | |