Ruang Berita

Rantai Pasok

Tren minyak kelapa sawit yang perlu diperhatikan di tahun 2019


Setelah merefleksikan pencapaian tahun 2018, Sinar Mas Agribusiness and Food berharap dapat lanjutkan upaya implementasi keberlanjutannya di tahun yang baru. Memasuki tahun 2019, apa saja yang akan ditawarkan industri minyak kelapa sawit? Berikut adalah lima tren yang diyakini perusahaan akan mendorong sektor minyak sawit di tahun baru ini: 

  1. Transparansi rantai pasok

Seiring mendekatnya batas waktu untuk pemberlakuan kebijakan “Nihil Deforestasi” pada tahun 2020, perusahaan memperkirakan ada dorongan yang semakin besar dari pembeli dan LSM untuk: menetapkan batas waktu, mempublikasikan peta konsesi dan menetapkan batas-batas areal izin, serta memutuskan kerja sama dengan pemasok yang tidak patuh. Sinar Mas Agribusiness and Food telah mencapai 100% kemamputelusuran hingga ke kebun (Traceability to the Plantation/TTP) sejak tahun 2017 untuk semua pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan. Sejak saat itu, perusahaan melanjutkan upayanya di fase kedua, yaitu TTP secara penuh untuk PKS dan pemasok pihak ketiga di akhir 2020.

Bersama produsen minyak kelapa sawit lainnya, Sinar Mas Agribusiness and Food telah mempublikasikan peta konsesinya, dan juga milik anak perusahaan melalui RSPO di platform peta Global Forest Watch (GFW). Selain itu, perusahaan mempublikasikan peta rantai pasoknya (untuk PKS milik sendiri maupun pihak ketiga) di Sustainability Dashboard. Untuk informasi lebih lanjut tentang upaya kemamputelusuran perusahaan, silakan baca di sini. Kemamputelusuran rantai pasok tetap menjadi langkah utama yang penting bagi perusahaan agar dapat lebih dekat dengan pemasok, dan dalam rangka meningkatkan dukungan pemasok yang bermakna serta mengambil langkah intervensi untuk membantu pihak lain di industri sawit dalam mencapai komitmen yang serupa dengan yang telah ditetapkan melalui Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG). 

Perusahaan mengadakan pelatihan untuk pemasok tentang cara mengumpulkan data kemamputelusuran dari petani dan pedagang kelapa sawit di lapangan.
  1. Pendekatan lanskap

Seiring kemajuan yang kami capai untuk hilangkan deforestasi dari rantai pasok, perusahaan meyakini langkah terbaik bersama petani sawit dan komoditas pedesaan ke depannya adalah melalui pendekatan lanskap, yang idealnya didukung oleh pemerintah daerah (pemda). Mengapa peran pemda dibutuhkan? Hal ini karena pemda memiliki yurisdiksi untuk memperjelas tata guna lahan oleh masyarakat, dan dapat membantu sektor swasta memfasilitasi dialog yang diperlukan bersama masyarakat, terutama menyangkut pembagian kawasan untuk konservasi.

Salah satu contoh dalam hal ini, Sinar Mas Agribusiness and Food bekerja sama dengan Cargill, Danone, Musim Mas, Nestle, PepsiCo, dan Unilever, dengan dukungan Daemeter dan Proforest, untuk melakukan upaya pengembangan lanskap di Siak dan Pelalawan. Tujuan program ini adalah untuk mengubah sebagian besar wilayah kedua kabupaten tersebut menjadi lanskap yang lebih berkelanjutan, yang dapat:

  • Menghasilkan minyak kelapa sawit “bebas deforestasi dan bebas eksploitasi”
  • Menjaga atau meningkatkan kawasan konservasi utama

Pemda dan pemerintah pusat, serta penyandang dana dan investor asing sama-sama menunjukkan ketertarikan pada pendekatan lanskap ini. Kesadaran bahwa kegiatan pertanian dan perkebunan berlangsung di lanskap yang penuh dengan berbagai aktivitas, kepentingan, dan tekanan yang lebih luas juga menandakan bahwa dapatnya dibuat penilaian yang lebih menyeluruh mengenai tekanan terhadap kawasan hutan dan peluang untuk melestarikannya. 

  1. Peningkatan fokus pada kesehatan dan nutrisi minyak sawit dalam makanan

Kekhawatiran terhadap nilai gizi minyak sawit terus berkembang dalam 2 tahun terakhir, dengan penyebutan berulang kali mengenai peraturan perundangan terkait persoalan asam trans-lemak dan 3-MCPD. Dengan adanya tekanan dari konsumen pada pemerintah dan produsen makanan untuk menyediakan makanan yang lebih sehat, Sinar Mas Agribusiness and Food meyakini hal ini akan menjadi pokok bahasan dalam diskusi minyak kelapa sawit di tahun 2019.

Pengumuman World Health Organisation/WHO tentang penghapusan asam lemak-trans secara bertahap dari pasokan industri makanan global di tahun 2023 (dalam upaya mengurangi penyakit kardiovaskular), telah membuat anggota dewan legislatif juga produsen makanan berlomba-lomba untuk lebih paham tentang makanan dan proses yang menyebabkan munculnya asam lemak trans, salah satunya adalah hidrogenasi parsial pada minyak nabati. Komposisi unik minyak sawit dapat hilangkan kebutuhan akan hidrogenasi parsial, sehingga menjadikannya bebas asam lemak-trans secara alami dan solusi yang tepat dalam wacana tentang “cara” menghapus lemak trans dari makanan kita.

Demikian pula, untuk 3-MCPD, laporan European Food Standards Authority/EFSA tentang dampak kesehatan dari ko-kontaminan yang tercipta selama proses rafinasi minyak nabati (seperti minyak sawit) telah memicu para pemangku kepentingan menggali topik ini lebih dalam. Produsen makanan, secara khusus khusus sedang saat ini sedang mencari cara untuk mengurangi kadar 3-MCPD dalam makanan. Departemen Litbang (R&D) Perusahaan menerapkan sejumlah strategi untuk mengurangi ester 2- dan 3-MCPD serta GE. Perusahaan menggunakan metode identifikasi baru yang telah disetujui secara internasional untuk menguji zat-zat ini, dan secara aktif juga tengah menyiapkan instalasi dan pengujian teknologi mitigasi baru. Pelajari lebih lanjut tentang upaya SMART terkait makanan dan kesehatan di tautan ini.

Di Pusat R&D Marunda, kami terus meneliti berbagai cara untuk meningkatkan nutrisi minyak kelapa sawit dalam produk makanan.
  1. Tenaga kerja dan pekerjaan yang adil

Kondisi kerja yang layak di sektor minyak kelapa sawit adalah salah satu tantangan utama yang dibahas pada tahun 2018, dengan diterbitkannya sejumlah laporan LSM mengenai isu ketenagakerjaan yang menyorot kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di perusahaan sawit. Pengawasan yang ketat di bidang ini diperkirakan akan berlanjut di tahun 2019, terutama terkait praktik ketenagakerjaan dan kontrak di perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Di tengah upaya untuk terus memperbaiki praktik ketenagakerjaannya, perusahaan percaya bahwa sektor swasta harus bekerja sama untuk menjawab tantangan ini. Contohnya berkolaborasi dengan Business for Social Responsibility (BSR), perusahaan dan Wilmar melaksanakan penilaian ketenagakerjaan yang difokuskan di Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah. Tujuan penilaian ini adalah untuk meningkatkan dan mencari solusi dalam menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan yang kompleks. Perusahaan harus terus mendukung inisiatif ini melalui pembelian minyak sawit berkelanjutan yang tersertifikasi.

Perusahaan meneruskan pendekatan kolaboratif ini lebih jauh melalui keterlibatan dalam Decent Rural Living Initiative – kolaborasi pra-kompetitif dengan produsen lain, yang difasilitasi Forum for the Future dengan fokus pada cara untuk menciptakan kondisi kerja di industri minyak sawit yang mampu menyediakan mata pencaharian layak bagi komunitas pedesaan.

Perusahaan berupaya menegakkan praktik ketenagakerjaan yang adil dalam industri kelapa sawit.
  1. Implementasi Biodiesel B30 di Indonesia

Pada bulan September 2018, pemerintah Indonesia menetapkan bahwa biodiesel campuran 20% (B20) wajib untuk semua kendaraan bermesin diesel, bertujuan meningkatkan konsumsi minyak sawit domestik, membantu petani sawit memperoleh penghasilan yang lebih baik dari tanamannya, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mengurangi impor bahan bakar. Sejak implementasi B20, program ini telah mencapai target, dan diperkirakan telah menghemat impor diesel sebesar US$ 1 miliar.

Dengan relatif berhasilnya program ini, pemerintah Indonesia berencana untuk menggandakan konsumsi B20 pada 2019 (menjadi 6,2 juta kiloliter), dan bahkan berupaya mempercepat rencana B30-nya. Dijadwalkan pada tahun 2020, Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mempercepat penerapan bahan bakar ini, dengan uji lapangan B30 akan dimulai pada Januari 2019. Malaysia juga mengikuti langkah ini, dengan program B10 yang akan diluncurkan pada Februari 2019, dan rencana untuk meningkatkannya menjadi B20 pada 2020.

Ketertarikan Asia Tenggara pada biodiesel sangat kontras dengan kekhawatiran Eropa saat ini tentang kandungan minyak kelapa sawit dalam bahan bakar nabati. Sinar Mas Agribusiness and Food meyakini bahwa minyak kelapa sawit yang diproduksi secara berkelanjutan seharusnya dapat memainkan peran dalam penyediaan energi berkelanjutan, baik dalam menjamin keamanan pasokan bahan bakar domestik di negara produsen maupun membantu negara konsumen untuk beralih ke opsi bahan bakar rendah karbon, terutama di sektor transportasi, di mana perubahan masih relatif lambat.

Secara umum terdapat peningkatan dalam kampanye seputar kelapa sawit beserta dampak lingkungannya di tahun 2018. Tren tersebut kemungkinan akan berlanjut di tahun 2019, sehingga jauh lebih penting lagi dibanding sebelumnya bagi industri kelapa sawit secara keseluruhan untuk mengokomunikasikan upaya berkelanjutan yang dilakukan dalam penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, serta menjelaskan manfaat alami minyak sawit kepada pihak-pihak yang mengkritik maupun mendukung komoditas ini.

Suka artikel seperti ini? Silakan berlangganan newsletter Sinar Mas Agribusiness and Food untuk mendapatkan beragam konten seputar minyak kelapa sawit berkelanjutan di sini.

| | |