Ruang Berita

Lingkungan Hidup

Tanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Indonesia


Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang adalah prestasi gemilang bagi Indonesia. Rawan terjadi kabut asap, fakta bahwa acara itu berlangsung pada puncak musim kemarau dari tanggal 18 Agustus sampai 2 September lalu menjadi tantangan tersendiri bagi kesiapan negara menanggulangi kebakaran hutan. Semua pemangku kepentingan termasuk pemerintah, angkatan bersenjata (TNI),  kepolisian (POLRI), dinas penanggulangan bencana (BNPB dan BPBD), dinas aksi tanggap darurat penyelamatan (BASARNAS), masyarakat setempat, dan bisnis berbasis lanskap seperti sektor kelapa sawit, bekerja keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban, juga menjaga kualitas udara bersih terutama selama ajang olahraga empat tahunan tersebut.

Sejak peristiwa kabut asap tahun 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaporkan bahwa Indonesia telah berhasil mengurangi area terdampak kebakaran di 34 provinsi, hingga lebih dari 95%. Demikian juga, Sinar Mas Agribusiness and Food telah meluncurkan program dan inisiatif sejalan dengan Kebijakan Nihil Bakar yang telah terbukti efektif mengurangi area terdampak kebakaran di dalam dan di sekitar area konsesi sebesar 90% pada tahun 2015.

Sumber: Laporan pemantauan keberlanjutan internal, Oktober 2018

Perusahaan menyiapkan lebih dari 10.000 petugas pemadam kebakaran yang bersiap siaga untuk menanggulangi kebakaran di dalam dan di sekitar area perkebunan kelapa sawit melalui kerja sama dengan masyarakat setempat. Sejak tahun 2016, Sinar Mas telah menjalankan Program Desa Makmur Peduli Api (program desa nihil kebakaran) yang menargetkan tiga aspek penting, yaitu pencegahan dan penanggulangan kebakaran, konservasi, dan mata pencaharian.

Menjadikan praktik pencegahan kebakaran sebagai proritas adalah salah satu tantangan besar bagi perusahaan, terutama di kalangan masyarakat desa terpencil. Sinar Mas Agribusiness and Food telah membuat poster, spanduk, dan papan iklan baru untuk membantu mengingatkan dan mengedukasi karyawan serta warga masyarakat yang tinggal di sekitar area perkebunan tentang tindakan pencegahan kebakaran.

Kebakaran dan kabut asap tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, lingkungan hidup, dan perekonomian, tetapi keduanya juga merupakan bentuk pelanggaran terhadap Pasal 108 UU No. 41 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaku pelanggaran dapat dijatuhi hukuman penjara maksimal 10 tahun dan dikenai denda maksimal Rp 10 miliar.

Desain terbaru untuk menarik perhatian tentang upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Imbangi laju perubahan iklim

Data iklim menunjukkan bahwa efek El Nino dan gas rumah kaca (GRK) semakin terlihat dalam beberapa bulan terakhir ini, baik dalam bentuk badai besar, tanah longsor, maupun bencana lain yang berkaitan dengan cuaca, di Asia dan sejumlah wilayah di Brasil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa lamanya durasi musim kemarau di Indonesia, khususnya wilayah selatan khatulistiwa, diyakini merupakan akibat dari fenomena El Nino yang kini mencapai tingkat sedang.

Untuk menghadapi kondisi cuaca tak menentu akibat perubahan iklim, Sinar Mas Agribusiness and Food melakukan investasi teknologi, contohnya pemantauan satelit canggih, sebagai langkah untuk mengantisipasi masalah meteorologi yang masih ada. Perusahaan juga berinvestasi pada hal penting lainnya yaitu sumber daya manusia (SDM).

SDM berperan penting dalam atasi kebakaran hutan dan lahan

SDM, dengan bekal pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan saat situasi darurat kebakaran, adalah aset terbesar perusahaan. Di setiap unit perusahaan, terdapat petugas Regional Sustainability Palm Oil Officer (SPO) atau Field Sustainability Implementation Manager (FSIM) yang bertanggung jawab terhadap pelaporan kebakaran di area konsesinya. Mereka dibantu Regional Surveyor yang bertugas menangani verifikasi lapangan yang akurat menggunakan Global Positioning System (GPS). Mereka bekerja sama dengan Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD) dan Pos Komando Kebakaran di kantor pusat Jakarta untuk memverifikasi informasi tentang insiden kebakaran dan menanggulangi kebakaran dengan cepat.

Marcel (tengah), Komandan Tim KTD Sinar Mas Agribusiness and Food.

Temui Marcel, Komandan Pemadam Kebakaran dari Tim KTD di Tajuk Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat:

Perusahaan secara aktif memantau dan memeriksa semua titik api dan insiden kebakaran hingga jarak dua kilometer di luar batas area konsesi. Semua insiden dilaporkan kepada pihak berwenang setempat dan secara online di website perusahaan. Untuk informasi terbaru, ikuti laporan bulanan kami di Sustainability Dashboard.

| | |