Ruang Berita

Berita Pers

Sinar Mas Agribusiness and Food Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Tengah COVID-19


Jakarta, 7 Januari 2021 – Dampak COVID-19 masih terus dirasakan, terutama di kawasan pedesaan di Indonesia yang rentan, baik dari sisi ketahanan pangan maupun pendapatan yang terancam oleh pandemi.

Menanggapi isu tersebut, perusahaan agrobisnis berbasis kelapa sawit terkemuka, Sinarmas Agribusiness and Food, semakin meningkatkan fokusnya terhadap program ketahanan pangan dan mata pencaharian alternatif untuk mendukung masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan beroperasi.

“Selama pandemi COVID-19, kami melihat bagaimana akses untuk mendapatkan makanan bergizi menjadi tantangan yang sangat besar bagi masyarakat pedesaan. Pelaksanaan Program Mata Pencaharian Alternatif melalui Pertanian Ekologis Terpadu telah membantu masyarakat merencanakan, mendanai, serta mengolah lahan dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar mereka, sehingga mereka tidak  bergantung pada pasokan dari luar desa. Program ini membantu petani untuk menghidupi diri mereka, sekaligus memberikan penghasilan tambahan. Manfaat lainnya, peningkatan produktivitas petani juga berkontribusi dalam mengurangi kebutuhan lahan pertanian baru, sekaligus mengurangi risiko deforestasi,” ujar Anita Neville, Senior Vice President, Group Corporate Communications.

Teknik pertanian baru diperkenalkan untuk membantu petani meningkatkan pendapatannya
Sinar Mas Agribusiness and Food bekerja sama dengan beberapa mitra, termasuk Universitas Wageningen yang terkenal di dunia, dalam menjalankan Program Mata Pencaharian Alternatif melalui Pertanian Ekologis Terpadu.

Program tersebut memberikan lokakarya bagi penduduk desa di banyak kelompok masyarakat untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memanfaatkan pupuk organik, sehingga menghasilkan tanaman dan pangan yang lebih sehat.

Para petani lokal dan petani kecil juga diedukasi tentang praktik pertanian yang baik, serta kemudahan akses informasi ke ahli pertanian modern. Petani juga didorong untuk berjualan ke pasar-pasar lokal, sehingga mereka dapat meningkatkan pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hingga saat ini, program tersebut telah membantu lebih dari 40 masyarakat di Sumatera dan Kalimantan dalam meningkatkan praktik pertanian mereka, khususnya tanaman komersial, seperti sayuran organik dan kopi. Secara bersamaan, upaya ini juga mengurangi risiko hutan dari deforestasi akibat membuka lebih banyak lahan pertanian.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga berfokus pada konservasi lingkungan
Meningkatkan mata pencaharian dan memastikan kestabilan pasokan pangan bukan menjadi satu-satunya manfaat dari program ini. Sinar Mas Agribusiness and Food juga mengedukasi masyarakat pedesaan, petani dan petani kecil tentang bagaimana bertani dengan praktik berkelanjutan – mulai dari mengurangi kerusakan pada lahan hutan, menghilangkan penggunaan api di area terbuka untuk bercocok tanam, meningkatkan fokus pada tata kelola air, hingga penerapan teknik pertanian regeneratif untuk menjaga kesehatan tanah.

“Masyarakat pedesaan dan petani sangat bergantung pada lingkungan tempat mereka tinggal dan bekerja. Lingkungan yang sehat, ditambah dengan teknik yang baik, akan menghasilkan hasil panen yang sehat. Tentunya ini investasi bagi mereka dan masa depan kita,” ujar Anita.

Sinar Mas Agribusiness and Food juga memusatkan inisiatifnya pada upaya konservasi. Perusahaan telah melestarikan lebih dari 178.000 hektar kawasan hutan – 78.000 hektar di antaranya berada dalam konsesi Sinar Mas Agribusiness and Food. Melalui program keterlibatan bersama masyarakat, Desa Makmur Peduli Api, perusahaan juga berhasil mencegah kebakaran – hingga akhir 2019, hanya 0.5% dari seluruh area perusahaan yang terdampak api akibat kebakaran.

“COVID-19 berdampak pada sistem pangan global yang semakin rentan. Karena itu, Sinar Mas Agribusiness and Food telah bekerja selama beberapa tahun dalam membangun ketahanan masyarakat di tempat kami bekerja dan tentunya upaya ini akan terus dilakukan,” tutup Anita.

 Temukan informasi lebih lanjut mengenai kinerja dan inisiatif keberlanjutan perusahaan pada Laporan Keberlanjutan terbaru Sinar Mas Agribusiness and Food.

 ===Selesai===

Sinar Mas Agribusiness and Food bekerja sama dengan beberapa mitra, termasuk Universitas Wageningen yang terkenal di dunia, dalam menjalankan Program Mata Pencaharian Alternatif melalui Pertanian Ekologis Terpadu.

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 495,274 hektar (termasuk kebun milik petani plasma) per 30 September 2019. Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 2,1 miliar per tanggal 30 September 2019. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,35 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.

Sinar Mas Agribusiness and Food fokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan Tandan Buah Segar (TBS); pengolahan TBS menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie. 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Tim Media Sinar Mas Agribusiness and Food
Beni Wijaya
beni.wijaya@sinarmas-agri.com

| | |