menu bar
close-grey

Sinar Mas Agribusiness and Food dan OFI lanjutkan kerjasama untuk lepasliarkan orangutan dan edukasi masyarakat mengenai konservasi orangutan

Posted: Aug 28, 2018 3 minute read SMART 235 views
  • Sebanyak 60 orangutan akan dilepasliarkan selama kurun waktu 3 tahun kedepan
  • Bangun kesadaran sejak dini melalui penyuluhan ke masyarakat dan siswa-siswi sekolah mengenai upaya konservasi orangutan

JAKARTA, 28 Agustus 2018 – Sinar Mas Agribusiness and Food, perusahaan agro bisnis global dengan bisnis kelapa sawit terintegrasi dari hulu hingga hilir melanjutkan kerjasamanya dengan Orangutan Foundation International (OFI) untuk merehabilitasi dan mengkonservasi orangutan. Perpanjangan kerjasama ini juga disertai perluasan cakupan kerjasama dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dan siswa-siswi sekolah mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati disekitar kita, termasuk didalamnya Orangutan.

Upaya perlindungan satwa langka dan terancam punah di Indonesia, sejalan dengan komitmen Perusahaan dengan penerapan kebijakan konservasi hutan (Forest Conservation Policy) pada tahun 2011 untuk tidak membangun dan melakukan konservasi untuk area-area yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Kebijakan ini tertuang dalam Kebijakan Sosial Lingkungan Golden Agri-Resources (GAR) sebagai panduan perusahaan dalam melaksanakan operasinya sehari-hari.

Komitmen ini kembali diperkuat dengan penerapan Zero Tolerance Policy pada tahun 2012 yang mempertegas larangan untuk berburu, melukai, memiliki, atau membunuh satwa liar yang tergolong langka, terancam dan hampir punah. Kebijakan ini menjadi dasar bagi pembekalan seluruh karyawan dan pekerja Sinar Mas Agribusiness and Food terhadap program-program konservasi satwa liar, termasuk konservasi orangutan.

Kerjasama lanjutan antara Sinar Mas Agribusiness and Food dengan OFI untuk periode 2018-2021 ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Daud Dharsono, President Director Sinar Mas Agribusiness and Food dan Prof. Dr. Birute Galdikas, Founder dan President Orangutan Foundation International.

“Program Friends of the Orangutan bersama OFI akan memasuki tahap ke-3. Sejak program ini dimulai pada tahun 2011 hingga 2017, Perusahaan bersama OFI telah melakukan upaya konservasi keanekaragaman hayati dengan melepasliarkan total 100 individu orangutan. Sekarang kita akan melanjutkan kerjasama dari program ini yang akan selesai pada 2021. Bersama-sama kita akan melakukan pelepasliaran untuk 60 individu orangutan, program edukasi dan pemberian bantuan operasional seperti mobil, speedboat dan klotok,” jelas Daud Dharsono, President Director Sinar Mas Agribusiness and Food.

Dia menambahkan bahwa Perusahaan memiliki komitmen untuk mendukung upaya konservasi Orangutan di Indonesia, baik melalui kebijakan perusahaan maupun melalui berbagai kerjasama dengan organisasi/instansi dengan keahlian di bidang konservasi keanekaragaman hayati, seperti OFI yang melaksanakan program rehabilitasi dan pelepasliaran Orangutan.

Perusahaan menyadari bahwa upaya konservasi tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan adanya dukungan dari para pemangku kepentingan sekitar. Dan sebagai langkah awal, dalam kerjasama ini selain melepasliarkan individu orangutan, perusahaan bersama dengan OFI akan melakukan kegiatan penyuluhan mengenai upaya-upaya konservasi orangutan yang akan menyasar masyarakat desa dan siswa-siswi sekolah di sekitar perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food di wilayah Kalimantan Tengah.

“Saya sangat senang kita dapat melanjutkan kerjasama tahap ketiga dengan Sinar Mas Agribusiness and Food yang akan meliputi pemberian pelatihan kepada karyawan Perusahaan, penyuluhan kepada masyarakat dan siswa-siswi sekolah, serta pelepasliaran orangutan. Sejak awal kerjasama kami di tahun 2011, saya melihat kesungguhan dari Sinar Mas Agribusiness and Food untuk menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan konservasi orangutan,” ungkap Prof. Dr. Birute Galdikas, Pendiri Orangutan Foundation International.

Program konservasi dan perlindungan Orangutan yang ketiga kalinya ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia untuk melindungi Orangutan sebagai salah satu spesies satwa yang terancam punah di Indonesia. Program pelepasliaran Orangutan kali ini direncanakan berlokasi di Hutan Seruyan, Kalimantan Tengah.

Bagi Perusahaan, menjaga konservasi keanekaragaman hayati dan mencegah kepunahan satwa langka adalah sangat berarti dalam menjamin keberlanjutan produksi di suatu ekosistem alam. Sinar Mas Agribusiness and Food sangat sadar keanekaragaman hayati memiliki perannya masing-masing untuk mendukung keseimbangan ekosistem alam. Karena itu, Perusahaan akan mendukung upaya menjamin konservasi alam seoptimal mungkin, serta mencegah kerusakan sekecil apapun dalam keanekaragaman hayati.

—Selesai—

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 500.345 hektar (termasuk kebun milik petani swadaya) per tanggal 31 Maret 2018. Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Sinar Mas Agribusiness and Food fokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie.

Didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 3,4 miliar per tanggal 30 Juni 2017. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,35 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail