“Saat berangkat kerja, saya ingin merasa yakin bahwa keselamatan saya adalah prioritas dan bahwa hasil kerja keras saya dapat memberikan nafkah yang baik bagi keluarga,” kata Voukhe Kalangi, Human Resources Department Head kami di pabrik rafinasi Lubuk Gaung.
“Ketika Perusahaan secara rinci menjelaskan cara menunjang para karyawannya, hal itu akan memberi kepastian bagi keluarga-keluarga seperti keluarga saya. Di akhir hari kerja, saya ingin merasa bahwa saya dihargai di tempat kerja. Wujud perlindungan yang jelas menunjukkan bahwa Perusahaan memperlakukan kami sebagai manusia.”
Inilah yang menjadi dasar penyusunan Kebijakan Hak Asasi Manusia (HAM) kami yang baru, untuk mendukung para pekerja.
Mendengar “kebijakan hak asasi manusia”, orang mungkin membayangkan sebuah dokumen formal. Tetapi, dampaknya dapat dirasakan dalam hal sehari-hari: upah yang berkeadilan, pekerjaan yang aman, perlakuan dengan hormat, dukungan pengasuhan anak, dan hak suara dalam pengambilan keputusan penting.
Di seluruh operasional dan rantai pasok kami, kebijakan ini menetapkan standar yang jelas atas semua ekspektasi tersebut, sehingga membantu memperjelas bagaimana praktik yang menekankan rasa hormat, martabat, dan perlindungan dilaksanakan.
Berikut ini lima komitmen yang mewujudkan ekspektasi tersebut.
1. Upah, pekerjaan, dan perlakukan yang adil
Sewajarnya, pekerjaan membantu orang membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri dan keluarga mereka. Hal itu dimulai dari perlakuan dan imbalan yang adil.
“Perlakuan yang sama dan upah yang layak bagi semua orang yang terlibat dalam rantai pasok tercermin dalam kualitas dan keandalan produk kami,” ujar Sebastiaan Blom, Senior Trader. “Dan bila kami konsisten memberikan keduanya, kami akan meraih kepercayaan dari karyawan sekaligus pelanggan, sebab mereka melihat bahwa kami menerapkan standar serta memenuhi komitmen kami.”
Kebijakan Hak Asasi Manusia Perusahaan mewujudkan hal ini dalam tindakan. Kebijakan itu memperkuat komitmen kami untuk mendukung standar hidup yang layak bagi karyawan, termasuk menyelaraskan upah dan tunjangan dengan tolok ukur biaya hidup yang diakui, bila memungkinkan.
Juga, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada sebatas upah. Banyak karyawan menerima tunjangan seperti transportasi, perawatan kesehatan, dan akses ke dunia pendidikan yang dapat membantu keluarga mengurangi biaya hidup sehari-hari.
Perlakuan yang adil juga berarti rekrutmen yang adil. Perusahaan melarang keras penerimaan uang rekrutmen dan penguasaan dokumen pribadi. Semua karyawan menyimpan sendiri paspor serta dokumen identitas pribadi mereka.
Para karyawan juga memiliki hak membentuk organisasi/serikat dan melakukan perundingan untuk mencapai perjanjian kerja bersama. Bila karyawan diberi kesempatan untuk mengajukan keluhan dan didengarkan, tempat kerja menjadi lebih kuat dan lebih transparan.
Praktik di lapangan
![]()
Pekerja tidak dikenai biaya rekrutmen
![]()
Pekerja menyimpan sendiri semua dokumen identitas pribadinya
![]()
Upah dan jam kerja dicatat dan dibayarkan secara tepat
![]()
Pekerja bebas berorganisasi dan ikut serta dalam serikat perwakilan pekerja
2. Tempat kerja yang mengutamakan keselamatan

Setiap pagi Wang Qi berjalan berkeliling lokasi kerja, mengawasi area berisiko tinggi dan mengecek kemungkinan bahaya di tempat kerja.
“Bila tempat kerja tidak aman, produknya juga tidak aman,” ujar Wang Qi, Deputy Environmental, Health, and Safety (EHS) Manager di Ningbo, Tiongkok.
Bagi Wang, keselamatan adalah pusat segalanya—dari pengecekan harian di lapangan sampai bagaimana tim diberi pelatihan dan dukungan.
Kebijakan Hak Asasi Manusia memperkuat hak setiap pekerja untuk bekerja di lingkungan kerja yang aman dan sehat. Di seluruh operasi kami, kebijakan itu menjadi nyata melalui pelatihan, manajemen risiko, dan prosedur jelas yang membantu mencegah kecelakaan kerja sebelum terjadi.
Keselamatan harus terlihat dengan jelas. Papan tanda yang terlihat jelas, peringatan bahaya, dan prosedur operasi standar membantu pekerja mengetahui adanya risiko bahaya sejak awal. Perlengkapan pelindung, prosedur yang jelas, serta pelatihan berkala membantu pekerja melaksanakan tugasnya dengan aman dan percaya diri.
“Bila pekerja merasa aman, fokus mereka menjadi lebih baik. Begitulah cara kami memastikan kualitas produk,” jelas Wang.
Praktik di lapangan
![]()
Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan keselamatan disediakan untuk tugas terkait
![]()
Prosedur keselamatan yang jelas dan pelatihan yang konsisten
![]()
Tanda peringatan risiko bahaya dan petunjuk operasional di semua tempat kerja
![]()
Peningkatan standar keselamatan yang kontinu
3. Tempat kerja yang menerima perbedaan dan melindungi martabat
Dengan lebih dari 99.000 pekerja dari 14 negara, Perusahaan mengumpulkan orang-orang dari banyak ragam kebudayaan dan latar belakang.
Kebijakan Hak Asasi Manusia kami memperkuat komitmen untuk menciptakan tempat kerja di mana setiap orang diperlakukan dengan bermartabat dan rasa hormat.
Keputusan rekrutmen didasarkan pada kelayakan dan kemampuan. Hal itu turut memperkuat terciptanya peluang yang sama serta upah yang setara di berbagai posisi kerja. Di lingkungan kerja kami, diskriminasi, pelecehan, dan perudungan tidak mendapat tempat.
Hal ini juga mengemuka dalam upaya sehari-hari yang diprakarsai oleh Gender Committees kami.

Melalui rangkaian acara Kamu Berhak…, mereka membantu karyawan membangun rasa percaya diri, kesadaran, dan keterampilan hidup yang praktis.
Pada tahun 2025, program ini menjangkau tiga lokasi perkebunan baru, dengan setiap sesinya dirancang sesuai kebutuhan lokal. Bila satu lokasi mencatat bertambahnya permohonan cuti sakit, sesi Kamu Berhak Sehat berbagi petunjuk praktis tentang pola hidup sehat untuk mendukung kesejahteraan karyawan.
Sesi-sesi lain seperti Kamu Berhak Dimengerti dan Kamu Berhak Sukses membuka percakapan seputar komunikasi, rasa percaya diri, dan dinamika tempat kerja, juga berbagi cara praktis untuk menciptakan lingkungan yang lebih saling menghormati serta inklusif.
Praktik di lapangan
![]()
Rekrutmen dengan kesempatan yang sama
![]()
Kesetaraan upah di antara posisi yang setingkat
![]()
Nihil toleransi untuk diskriminasi atau pelecehan
![]()
Saluran yang aman untuk menyampaikan kekhawatiran
4. Menjaga anak-anak tetap aman dan tercukupi di lingkungan perkebunan
“Bagi saya sebagai orangtua, kelegaan terbesar adalah mengetahui bahwa anak-anak saya aman selagi saya bekerja,” ujar Bu Khuswatun Khasanah, Division Clerk, di komplek Gaharu, Ketapang, Indonesia.
Perlindungan juga berarti mendukung keluarga. Di dalam lingkungan perkebunan, Perusahaan menyediakan tempat aman bagi anak-anak untuk berkumpul, belajar, dan bermain sementara orang tua mereka bekerja.

“Saya merasa jauh lebih tenang sebab saya tahu anak saya aman dan diasuh dengan baik di BPA. Saya bisa fokus pada pekerjaan sebab saya tahu anak saya diasuh dengan memadai, dari makan dan minum sampai urusan sehari-hari. Bahkan saat saya harus bekerja lebih lama, saya tahu anak saya diasuh dengan baik sampai saya tiba di rumah,” jelas Bu Khuswatun.
Kami melarang keras segala praktik penggunaan pekerja anak dan menerapkan syarat umur minimum di seluruh operasi serta rantai pasoknya.
Inisiatif ini membantu melindungi anak-anak sekaligus menopang semua keluarga yang bekerja di seluruh lingkungan perkebunan.
Praktik di lapangan
![]()
Larangan keras terhadap pekerja anak
![]()
Penekanan pada syarat usia minimum bagi pekerja
![]()
Penitipan anak yang aman atau ruang kegiatan anak di wilayah perkebunan
![]()
Biaya pendidikan gratis/bersubsidi besar di komunitas lokal
5. Bekerja bersama masyarakat dengan persetujuan dan rasa hormat
Pekerjaan kami berhubungan dengan masyarakat dan area tempat kami beroperasi.
Kebijakan Hak Asasi Manusia memperkuat komitmen Kami untuk menghormati hak tanah adat penduduk asli dan masyarakat lokal.
Sebelum proyek dapat berjalan, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, waktu dan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, serta kemampuan untuk membuat keputusan yang berdasarkan informasi. Itulah prinsip yang melatarbelakangi Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA)/Free, Prior and Informed Consent (FPIC), yang menjadi pedoman bagaimana Perusahaan melibatkan diri dalam aktivitas pengembangan serta konservasi.

“Bagi kami, kemitraan berarti mendengarkan terlebih dulu,” jelas Pak Septian Gultom, Sustainable Palm Oil Officer.
“Hasil terbaik dicapai bila masyarakat dilibatkan sejak awal. Merekalah yang paling tahu tentang tanah, kebutuhan, dan harapan masa depan mereka. Peran kami adalah mendengarkan, berdiskusi secara terbuka, dan memastikan mereka ikut menentukan langkah selanjutnya.”
Dengan membangun kemitraan berdasarkan dialog dan keterbukaan, kami dapat meredam konflik serta memungkinkan tercapainya kemajuan bersama.
Praktik di lapangan
![]()
Menghormati hak adat atas tanah dari penduduk asli dan masyarakat lokal
![]()
Proses yang didasari prinsip PADIATAPA dalam kegiatan pengembangan dan konservasi
![]()
Dialog dengan pemangku kepentingan lokal
![]()
Kemitraan jangka panjang dengan masyarakat sekitar
Mengapa kebijakan ini penting
Hak asasi manusia tidak terpisahkan dari bagaimana cara sebuah bisnis dijalankan. Hak tersebut menentukan bagaimana orang dipekerjakan, dilindungi, didengarkan, dan didukung setiap hari.
Kebijakan Hak Asasi Manusia kami mendokumentasikan semua komitmen tersebut di seluruh wilayah operasi dan rantai pasok Perusahaan. Pendokumentasian itu menetapkan standar yang jelas tentang bagaimana cara kami memperlakukan karyawan, melibatkan diri bersama masyarakat sekitar, dan bekerja bersama para mitra.
Cara kami berkembang adalah hal penting, dan progres yang terus berlanjut dimulai dengan menghormati orang-orang yang membuat perkembangan itu terwujud.
Ingin tahu detail lengkapnya?
Silakan baca Kebijakan Hak Asasi Manusia Kami di tautan ini
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang