Ruang Berita

Masyarakat

Seratus juta “safe water garden” untuk desa di seluruh dunia


Di daerah pedesaan tropis, air limbah umumnya dibuang ke lingkungan sekitar tanpa melalui pengolahan. Akibatnya, sering kali terjadi bencana kesehatan. Di seluruh dunia, setiap hari kurang lebih 2.000 anak meninggal dunia karena masalah kesehatan, dan 370 di antaranya dari Indonesia.

Negara berkembang mengalami permasalahan besar di bidang sosial dan perekonomian, dan hal ini semakin memperburuk masalah lingkungan hidup global yang terkait pencemaran air. Pembuangan air limbah yang tak diolah ke sungai dan laut akan mengakibatkan penurunan kadar oksigen dalam air di dunia, yang pada akhirnya dapat mengancam kehidupan ikan dan terumbu karang di seluruh dunia.

Pada 2014, setelah putri yang baru berusia 1 tahun dari juru masak di pondok peristirahatan kami meninggal karena sanitasi yang kurang layak di tempat tinggalnya, kami merasa terpanggil untuk membenahi sistem pengelolaan air limbah di daerah pedesaan seluruh dunia. Maka bersama staf lokal yang luar biasa di LooLa Adventure Resort, kami pun memulai proyek Safe Water Garden (SWG).

Sistem sanitasi paling hemat biaya di dunia

Sudah lama diketahui bahwa kombinasi tangki septik dan resapan (dalam satu rangkaian di setiap rumah) merupakan solusi yang telah teruji. Dengan perpaduan inilah UNICEF, Palang Merah Internasional, dan berbagai pihak lain membangun solusi praktis dan ekonomis bagi masyarakat Aceh setelah bencana tsunami 2004.

Terinspirasi oleh karya yang dapat menyelamatkan jiwa manusia tersebut, pada tahun 2016 kami mulai bekerja sama dengan pemerintah, sekolah, universitas, dan perusahaan terkemuka di dunia—terutama di sektor sawit dan plastik yaitu Sinar Mas Agribusiness and Food, Musim Mas, dan Borouge—untuk mengoptimalkan solusi ini dan membuatnya semakin murah dan mudah untuk dibangun oleh masyarakat.

Setelah tiga tahun uji coba berskala luas, pada 2019 kami meraih hasil dari jerih payah kami dalam bentuk SWG. SWG memiliki 4 komponen utama, yaitu tangki (bak) tertutup, lahan resapan (kebun), jaringan pipa yang menghubungkan bagian-bagian tersebut, dan bak cuci dapur (wastafel) terpisah (tidak ada di gambar). Pemerintah Indonesia segera menyadari potensi SWG untuk mengatasi masalah kesehatan di daerah pedesaan, dan pada awal 2020 menyatakan bahwa SWG layak dan tepat untuk digunakan sehingga secara resmi menjadi sistem sanitasi paling efisien dari segi biaya di seluruh dunia 1.

SWG: solusi lengkap pengelolaan air limbah pedesaan dan banyak lagi
Jika pengguna mengikuti aturan perawatan sederhana, SWG akan memberikan manfaat langsung:

  • Mencegah penyakit yang timbul dari kontak di udara terbuka dengan kotoran manusia
  • Meningkatkan status sosial, karena rumah tidak lagi berbau dan memiliki kebun yang indah
  • Memperbaiki kualitas hidup, karena sistem ini bebas pemeliharaan dan anak-anak bisa bermain dengan aman di kebun
  • Meningkatkan kehidupan spiritual, karena lingkungan dan fasilitas umum yang bersih mencerminkan iman dan keyakinan beragama
  • Menjadi sumber pendapatan tetap, karena kebun dapat memberikan hasil dalam waktu dua tahun berupa tanaman bernilai ekonomis
  • Meningkatkan penghematan keluarga hingga 3-10%, melalui penghasilan dari kebun dan turunnya biaya kesehatan/pemeliharaan
  • Memberikan dampak positif pada lingkungan hidup secara global, karena sistem ini mampu mengurangi pelepasan senyawa kimia berbahaya
  • Meningkatkan rasa memiliki di antara warga lokal, karena hanya dengan waktu sehari untuk membangunnya, SWG dapat menjadi aset seumur hidup bagi keluarga/sekolah di pedesaan
  • Biaya terjangkau, karena dengan hanya sekali keluar biaya material senilai kurang dari USD 330, SWG terjangkau bagi semua lapisan masyarakat dan jauh lebih murah dibanding sistem lain

[1]Jika dibandingkan tangki septik pada umumnya (yang kurang memadai) berbahan batu bata dan semen, SWG lebih hemat setidaknya 50%. Jika dibandingkan dengan sistem berstandar serupa yang ada saat ini, SWG lebih hemat sedikitnya 70%.


Sinar Mas Agribusiness and Food membangun SWG di Indonesia.

Masa depan SWG; meningkatkan sanitasi global, ketahanan pangan, dan kesehatan

Salah satu perusahaan rekanan kami, Shell, akan segera merampungkan panduan pembangunan SWG Sumber Terbuka (Open Source/OS) yang “seperti LEGO” (dan akan dicetak dalam berbagai bahasa) sehingga kita bisa berbagi pengetahuan secara efisien. Peluncurannya direncanakan berwujud kemitraan swasta-masyarakat yang memberikan kepemilikan penuh bagi masyarakat lokal.

Sektor sawit akan menjadi yang terdepan dalam fasilitasi peluncuran prakarasa ini kepada masyarakat sekitar, sedangkan pemerintah Indonesia (melalui pemerintah daerah) dapat mengatur peluncurannya bagi publik sesuai standar dan aturan nasional. Upaya peluncuran secara publik, yang difasilitasi mitra universitas dan perusahaan tepercaya, juga akan menghasilkan wawasan sosial ekonomi penting, terutama mengenai cara terbaik melaksanakan alih pengetahuan kepada masyarakat setempat.

Sejalan dengan itu, kami juga akan melaksanakan riset lebih lanjut bersama pemerintah Indonesia dalam beberapa hal, yaitu optimalisasi hasil panen kebun SWG, terutama cabe (bersama beras, cabe adalah bahan pangan sangat penting di Indonesia); desain komponen plastik SWG seperti lego yang bisa diproduksi lokal (menggandeng industri plastik) dan lebih mudah dirakit dengan metode pasang-pakai; mengembangkan riset yang ada untuk membuktikan bahwa kualitas sumur air desa meningkat pesat dengan mencegah ayam membuang kotoran di sumur; menunjukkan bahwa dengan sedikit modifikasi, SWG juga sesuai untuk daerah berkondisi kurang optimal (rawan banjir atau kekeringan); serta membuktikan bahwa SWG tidak hanya berhasil diterapkan di Indonesia, tetapi juga di semua negara beriklim hangat (tidak mengalami musim dingin sepanjang tahun) di seluruh dunia.

Bergabunglah bersama kami untuk mewujudkan pengelolaan air limbah yang aman di pedesaan

Proyek kami adalah proyek ilmiah dengan tujuan sosial yang jelas: memanfaatkan kekuatan sains dan partisipasi masyarakat untuk menciptakan dunia yang lebih baik melalui konsep open source yang dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.

Koalisi SWG adalah kelompok organisasi maupun individu penuh semangat, termasuk semua pihak dalam penelitian dan perusahaan yang disebutkan di atas, yang bersatu untuk tujuan yang berani dan ambisius yakni:

Meluncurkan SWG di tingkat internasional dan menghadirkan sistem penopang kesehatan yang dapat menyelamatkan hidup kita ini ke seluruh sekolah dan rumah di pedesaan dalam beberapa tahun mendatang, dengan Indonesia menjadi yang terdepan.

Secara lebih spesifik, kami menargetkan pembangunan 100 juta SWG pada tahun 2025.

Maukah Anda bergabung bersama kami?

Untuk mengetahui cara bergabung dengan proyek Safe Water Garden, klik di sini.

Tentang penulis:
Lahir di Belanda, pernah mengenyam pendidikan kosmologi, dan berprofesi sebagai pendidik serta penulis dunia pendidikan di tingkat internasional, Dr Marc van Loo membuka LooLa Adventure Resort pada 2000, yang merupakan salah satu resor ramah lingkungan (eco-resort) paling terkemuka di dunia.
Tim LooLa, bersama tamu-tamunya, telah membangun 500 sistem sanitasi penyelamat hidup (SWG) ini untuk warga pedesaan di Bintan selama 4 tahun terakhir. Marc pun menyatukan lembaga penelitian dan perusahaan serta orang-orang penuh semangat dalam upaya mewujudkan 100 juta SWG bagi masyarakat pedesaan di seluruh dunia dalam waktu 5 tahun yang akan datang.
| | |