menu bar
close-grey

Sembilan Desa di Jambi Bangun Sekat Kanal Guna Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Posted: Oct 02, 2026 • 2 minute read • SMART • 0 Likes
Pembangunan sekat kanal
Pembangunan sekat kanal dilakukan bersama masyarakat dan perangkat desa untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kesiapsiagaan Karhutla

Jambi, 2 Oktober 2026 — Sembilan desa di Jambi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pembangunan sekat kanal. Infrastruktur tata air tersebut dibangun untuk membantu menjaga muka air tanah permukaan dan ketersediaan sumber air, terutama di areal gambut. Sembilan desa tersebut meliputi Desa Kasang, Desa Lidung, Desa Tanjung, Desa Pangkal Bulian, Desa Sungai Abang, Desa Tanah Abang, Desa Empang Benao, Desa Aur Gading, dan Desa Batu Ampar.

Sekat kanal berfungsi memperlambat laju aliran air pada kanal sehingga membantu mempertahankan muka air di lahan gambut dan menjaga ketersediaan sumber air di sekitarnya. Ketersediaan air ini penting, untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan tim tanggap kebakaran desa dalam melakukan respons awal, apabila ditemukan potensi titik api. Dari total 25 titik sekat kanal yang direncanakan di sembilan desa, hingga saat ini lima titik telah dibangun dan sisanya masih dalam proses secara bertahap.

Pembangunan dilakukan melalui koordinasi antara perangkat desa, masyarakat, dan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food. Dalam kegiatan ini, PT Kresna Duta Agroindo memberikan dukungan teknis dan koordinasi, sementara pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Bagi masyarakat, keberadaan sekat kanal tidak hanya mendukung kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan air untuk aktivitas sehari-hari di sekitar kebun. “Kami sangat mendukung inisiatif ini karena air dari sekat kanal tersebut selain untuk pencegahan kebakaran juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan di kebun,” ujar Indra, Kepala Desa Pangkal Bulian.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan menghadapi sejumlah tantangan, antara lain akses menuju lokasi dan mobilisasi material. Kondisi tersebut membuat pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan karakteristik masing-masing titik.

Tantangan tersebut juga membuat koordinasi dengan masyarakat dan perangkat desa menjadi penting, baik dalam menentukan kebutuhan di lapangan maupun memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan. Masyarakat dan pemerintah desa turut dilibatkan dalam pemantauan dan pemeliharaan sekat kanal sesuai kondisi setempat.

“Kami bekerja bersama pemerintah desa dan masyarakat mulai proses pembangunan hingga pemantauan di lapangan. Kami ingin memastikan sekat kanal yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat, dapat dipelihara bersama, dan terus memberikan manfaat dalam menjaga ketersediaan air serta mendukung kesiapsiagaan menghadapi Karhutla,” ujar Daniel Tambunan, Regional Controller Jambi 1 Sinar Mas Agribusiness and Food.

Saat ini, kolaborasi difokuskan pada penyelesaian titik-titik sekat kanal yang telah direncanakan serta pemantauan terhadap fasilitas yang sudah beroperasi. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap sekat kanal tetap berfungsi optimal dan dapat disesuaikan apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan.

Ke depan, pemeliharaan bersama menjadi bagian penting agar manfaat sekat kanal dapat terus dirasakan. Dengan sumber air yang lebih terjaga dan masyarakat yang semakin siap melakukan respons awal, pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pencegahan Karhutla, tetapi juga membangun kesiapsiagaan desa yang lebih berkelanjutan.

fb linkedin mail