Ruang Berita

Makanan & Kesehatan

Peran penting kelapa sawit sebagai sumber pangan dunia


Ketahanan pangan adalah isu global saat ini, di mana Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organisation atau “FAO”) melaporkan bahwa lebih dari 815 juta orang mengalami kekurangan gizi kronis. Minyak kelapa sawit, sebagai sebuah komoditas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) memainkan peran penting dalam menyediakan sumber pangan dunia baik secara langsung maupun tak langsung, dan akan terus berperan penting dalam menghadapi tantangan ini.

Mengentaskan kemiskinan

Minyak kelapa sawit telah menjadi faktor kunci dalam menanggulangi kemiskinan di desa-desa di negara penghasil sawit terbesar seperti Indonesia dan Malaysia. Keberadaan perkebunan kelapa sawit di pedesaan dan daerah terpencil telah membantu meningkatkan penghasilan penduduk di sana. Sekitar 40% area perkebunan di Indonesia dimiliki oleh dua juta petani kelapa sawit, dan sebuah laporan Komisi Eropa memperkirakan bahwa para petani ini memperoleh penghasilan sepuluh kali lebih besar daripada petani yang membudidayakan tanaman lainnya.

Dengan meningkatkan pembangunan sosial ekonomi, minyak kelapa sawit juga telah membantu mengurangi kesenjangan antara penduduk kota dan desa. Minyak kelapa sawit telah memberikan akses layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik kepada penduduk desa, membantu untuk lebih menjamin agar masyarakat beserta anak-anaknya dapat memiliki kualitas dan standar kehidupan yang lebih baik.

Salah satu dari banyak cara perkebunan kelapa sawit membantu petani. Sumber: Laporan Komisi Eropa Tahun 2018.

Minyak nabati paling produktif

Selain mengurangi kemiskinan dan memastikan bahwa masyarakat desa memiliki penghasilan untuk menyediakan makanan yang lebih bergizi, minyak kelapa sawit sendiri merupakan bahan pangan penting. Pada tahun 2050 jumlah penduduk dunia akan mencapai 10 miliar yang semuanya membutuhkan pangan. Berbagai proyeksi memperhitungkan perlu 200,25 juta ton minyak nabati tambahan untuk membantu menyediakan pangan bagi warga dunia. Dari mana asalnya?

Jika memilih minyak kedelai, Anda akan membutuhkan 400 juta hektar lahan pertanian. Jika memilih minyak sawit, Anda hanya membutuhkan 54 juta hektar lahan pertanian. Minyak sawit adalah minyak nabati paling serbaguna dan efisien di dunia yang memberikan hasil lebih banyak dibanding jenis tanaman minyak nabati lain per hektarnya (dan sekaligus membutuhkan pupuk dan pestisida paling sedikit dibandingkan dengan yang lain).

Tentu bukan maksud perusahaan untuk menyarankan agar budidaya tanaman minyak nabati lain dihentikan, tetapi lebih untuk menyoroti bahwa minyak sawit memiliki peran penting dalam penyediaan pangan dunia terutama ketika populasi global kian meningkat dan membuka lahan pertanian baru bukanlah pilihan yang tepat.

Beberapa contoh yang menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit adalah minyak nabati paling produktif. Sumber: Laporan Komisi Eropa Tahun 2018.

Fortifikasi vitamin A di negara berkembang

Peristiwa kekurangan vitamin A sering terjadi di kawasan Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, dan minyak nabati (seperti minyak sawit) digunakan di banyak negara berkembang sebagai makanan pokok untuk menyediakan vitamin yang larut dalam lemak, seperti Vitamin A, kepada konsumen.

Minyak nabati yang kaya kandungan asam lemak tak jenuh rentan mengalami oksidasi sehingga menyebabkan vitamin A kurang stabil ketika difortifikasi. Sifat asam lemak jenuh minyak kelapa sawit membuatnya berbentuk setengah padat pada suhu kamar dan lebih stabil terhadap oksidasi sehingga menjadikannya salah satu pilihan paling tepat untuk fortifikasi. Meskipun kandungan Vitamin A yang ada dalam minyak saat memasak masih bergantung pada kondisi penyimpanan dan pengemasan, di beberapa kawasan tadi, minyak kelapa sawit yang telah difortifikasi dimanfaatkan pemerintah untuk mengatasi kekurangan Vitamin A.

Menghasilkan makanan yang lebih sehat

Minyak kelapa sawit memiliki komposisi unik yang membuatnya bebas dari lemak trans. Lemak trans tidak baik untuk Anda, dan banyak badan kesehatan, termasuk WHO, kini menyarankan agar tidak mengonsumsinya karena terbukti secara klinis dapat menimbulkan penyakit kardiovaskuler. Minyak kelapa sawit memiliki bentuk alami semipadat pada suhu ruangan yang membuatnya tak perlu melewati proses hidrogenasi parsial (yang menyebabkan terbentuknya asam lemak trans) sehingga terbebas dari lemak trans secara alami.

Selain bebas dari lemak trans dan telah memenuhi kebutuhan gizi khusus, minyak kelapa sawit memiliki banyak manfaat kesehatan lain. Salah satunya adalah sumber bahan makanan yang kaya beta-karoten. Minyak kelapa sawit juga mengandung tocopherol dan tocotrienol; keduanya merupakan unsur antioksidan vitamin E. Antioksidan alami ini bertindak sebagai pembersih oksigen radikal bebas yang merusak. Penemuan terbaru menunjukkan sifat biologis mereka dalam melawan penyakit kanker, kardiovaskuler, degenerasi sel saraf, stres oksidatif, dan sistem kekebalan tubuh.

Minyak kelapa sawit dapat membantu teknik produksi makanan yang lebih sehat.

Mengingat banyaknya manfaat kesehatan dari minyak kelapa sawit ketika digunakan dalam bahan makanan, serta meningkatnya kebutuhan makanan yang bebas lemak trans dan proses hidrogenasi, minyak kelapa sawit akan terus memiliki peran besar dalam menghasilkan berbagai produk nutrisi yang lebih aman. Itulah mengapa perusahaan berinvestasi dalam riset dan pengembangan (R&D) untuk terus berinovasi dalam menghasilkan produk makanan yang aman, sehat, dan lezat.

Sumber Daya Manusia (SDM) Sinar Mas Agribusiness and Food bertanggung jawab dalam menyediakan pangan dunia, dan keinginan Punjung Renjani untuk menyediakan makanan yang lebih sehat bagi semua orang adalah alasan mengapa ia menjadi ahli teknologi pangan perusahaan. Ikuti kisahnya yang luar biasa di sini.

| | |