menu bar
close-grey

Pengganti susu: Menjelajahi pola makan bebas laktosa dan potensinya

Posted: Sep 12, 2023 7 minute read SMART 1339 views

Produk susu memegang peran penting dalam pola makan banyak orang. Lebih dari 6 miliar orang di seluruh dunia mengonsumsi susu dan produk susu, dengan total konsumsi susu mencapai kurang lebih 190 juta ton pada tahun 2020.

Meski pangsa pasar produk susu tetap signifikan, bahan pengganti susu semakin menarik minat publik beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, pasar bahan alternatif non-susu, seperti susu nabati, mencapai USD 27,3 miliar. Para ahli memperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat dengan angka pertumbuhan kurang lebih 10,4 persen per tahun hingga 2027. Berdasarkan studi McKinsey tahun 2022, 45 persen dari konsumen pengganti susu berbahan nabati berencana meningkatkan konsumsi mereka dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor kunci, di antaranya meningkatnya kesadaran dan peralihan menuju praktik pola makan yang lebih sehat, serta kekhawatiran terhadap intoleransi laktosa, alergi, dan kesehatan secara keseluruhan. Di samping itu, kepedulian terhadap lingkungan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap lingkungan dan ketertarikan terhadap pilihan berbahan nabati dengan jejak karbon lebih rendah.

Bagi industri makanan, seperti pabrik roti rumahan, penggunaan bahan makanan bebas laktosa dapat membuka peluang baru dan memperluas basis konsumen. Salah satu opsi yang menjanjikan adalah pengganti lemak susu berbahan lemak nabati atau campurannya, seperti minyak kelapa sawit.

Dalam artikel ini, kami menggali lebih dalam bahan makanan bebas laktosa dan mengkaji potensi bahan pengganti lemak susu sebagai pilihan yang layak, baik bagi konsumen yang intoleran terhadap laktosa maupun produsen makanan dan minuman.

Apa itu laktosa? Mengapa sebagian orang tidak dapat mengonsumsi laktosa?

Laktosa adalah sejenis gula yang secara alami ada pada susu dan produk susu, misal keju, yoghurt, atau es krim. Beberapa orang tidak dapat mengonsumsi laktosa karena kondisi yang disebut dengan intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan yang ditandai ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa dengan baik. Kondisi ini timbul karena kekurangan atau tidak cukupnya produksi enzim laktase, yang dibutuhkan untuk mengurai laktosa menjadi komponen yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

Akibatnya, laktosa yang tak tercerna sampai ke usus besar dan menyebabkan berbagai gangguan pencernaan, misal kembung, diare, dan buang-buang angin.

Tahukah Anda?

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu.

Alergi susu terjadi karena adanya respon imun terhadap protein dalam produk susu. Sementara itu, intoleransi laktosa disebabkan ketidakmampuan mencerna gula laktosa.

Intoleransi laktosa biasanya berbeda dari alergi susu dengan lebih ringannya gejala yang dialami dan riwayat gangguan karena susu pada seseorang. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa gejala dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Tanda-tanda dan gejala intoleransi laktosa dapat berupa antara lain:

Tanda dan gejala intoleransi laktosa

Tahukah Anda?

Intoleransi laktosa berbeda dengan alergi susu.

Alergi susu terjadi karena adanya respon imun terhadap protein dalam produk susu. Sementara itu, intoleransi laktosa disebabkan ketidakmampuan mencerna gula laktosa.

Intoleransi laktosa biasanya berbeda dari alergi susu dengan lebih ringannya gejala yang dialami dan riwayat gangguan karena susu pada seseorang. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa gejala dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kondisi ini dialami banyak orang, yaitu sekitar 68 persen penduduk dunia. Kendati dapat terjadi pada segala usia, beberapa kelompok orang lebih rentan terhadap intoleransi laktosa karena faktor genetik, etnis, dan usia:

faktor yang memengaruhi intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa muncul pada spektrum tertentu, dan setiap individu memiliki tingkat toleransi yang beragam. Bagi beberapa orang, mengonsumsi sedikit laktosa mungkin tidak akan menimbulkan gangguan, sebaliknya sebagian yang lain mungkin harus menerapkan pola makan bebas laktosa yang lebih ketat.

Apakah bebas laktosa sama dengan bebas susu?

Sekalipun istilah “bebas laktosa” umumnya dianggap sama dengan “bebas susu”, kedua istilah tersebut sangatlah berbeda. Bahan makanan bebas laktosa adalah produk susu yang laktosanya dihilangkan, sedangkan makanan bebas susu tidak memiliki kandungan bahan susu atau produk turunan susu.

Pelajari lebih lanjut perbedaan produk bebas laktosa dan bebas susu dalam tabel berikut:

Produk susu bebas laktosa Produk bebas susu
Definisi Produk susu tanpa laktosa (tapi masih memiliki komponen susu lainnya, seperti kasein dan whey) Produk yang tidak mengandung susu (termasuk kasein dan whey)
Sumber Susu sapi/lembu, susu kambing Sereal, kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian
Konsumen Orang dengan intoleransi laktosa. Tidak cocok bagi vegan atau diet bebas susu Orang dengan alergi susu, intoleransi laktosa, atau yang ingin menghindari susu
Pengolahan Susu atau produk susu diproses untuk menyaring/menghilangkan laktosa atau dinetralkan dengan enzim laktase Pada alternatif susu nabati, tumbuhan atau kacang-kacangan direndam/digiling dan disaring untuk mengekstraksi susu. Produk dapat diperkaya dengan vitamin dan mineral
Contoh produk Susu bebas laktosa, keju bebas laktosa Alternatif susu nabati (santan, susu kedelai, susu almond, susu oat, dll.), yoghurt bebas susu, keju vegan

Perbandingan antara produk bebas laktosa dan bebas susu1

Produk susu bebas laktosa Produk bebas susu
Definisi Produk susu tanpa laktosa (tapi masih memiliki komponen susu lainnya, seperti kasein dan whey) Produk yang tidak mengandung susu (termasuk kasein dan whey)
Sumber Susu sapi/lembu, susu kambing Sereal, kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian
Konsumen Orang dengan intoleransi laktosa. Tidak cocok bagi vegan atau diet bebas susu Orang dengan alergi susu, intoleransi laktosa, atau yang ingin menghindari susu
Pengolahan Susu atau produk susu diproses untuk menyaring/menghilangkan laktosa atau dinetralkan dengan enzim laktase Pada alternatif susu nabati, tumbuhan atau kacang-kacangan direndam/digiling dan disaring untuk mengekstraksi susu. Produk dapat diperkaya dengan vitamin dan mineral
Contoh produk Susu bebas laktosa, keju bebas laktosa Alternatif susu nabati (santan, susu kedelai, susu almond, susu oat, dll.), yoghurt bebas susu, keju vegan

Perbandingan antara produk bebas laktosa dan bebas susu1

Cara memulai pola makan bebas laktosa

Peralihan menuju bahan makanan bebas laktosa harus disertai pemilihan bahan makanan secara bijak agar kebutuhan nutrisi dan kenyamanan pencernaan dapat terpenuhi. Berikut beberapa cara untuk memulai pola makan bebas laktosa:

  1. Jelajahi alternatif susu berbahan nabati: Mulailah menjajaki beragam alternatif susu berbahan nabati, seperti susu almond, kedelai, oat, kelapa, dan beras, yang merupakan pengganti susu sapi tradisional yang sangat baik.
  2. Pertimbangkan produk susu bebas laktosa: Carilah jenis produk susu bebas laktosa seperti susu, yoghurt, keju, dan es krim, yang khusus diformulasikan untuk mempertahankan rasa dan tekstur yang sama tanpa menimbulkan gangguan.
  3. Pilihlah suplemen laktase: Suplemen laktase dapat digunakan untuk mengonsumsi laktosa sesekali. Berkonsultasilah dengan ahli diet resmi sebelum mengonsumsi suplemen.
  4. Cobalah pilihan non-susu: Pertimbangkan opsi non-susu, seperti pengganti lemak atau margarin bebas susu agar makanan Anda semakin bervariasi.

Apa itu pengganti lemak susu? Bagaimana pengganti lemak susu dapat menjadi pilihan bagi pola makan bebas laktosa?

Pengganti lemak susu adalah lemak nabati yang diformulasikan khusus dan dapat mengganti atau menyerupai tekstur, rasa di mulut, dan fungsi lemak susu pada berbagai macam aplikasi susu. Pengganti lemak susu membantu mereka yang memiliki intoleransi laktosa agar dapat menikmati produk dengan tekstur dan kualitas sensorik yang mirip dengan produk susu, walaupun dengan sedikit atau bahkan tanpa menggunakan susu.

Pengganti ini umumnya menggunakan lemak nabati seperti kelapa sawit, kelapa, kedelai, dan minyak nabati lainnya. Beberapa aplikasi umum penganti lemak susu di antaranya adalah produk es krim, keju, krimer, yogurt, mentega dan margarin, saus, minuman, dan kue-kue serta gula-gula.

Didorong oleh meningkatnya tren pola makan nabati, banyak produsen makanan menjawab tantangan ini dengan mengembangkan alternatif baru secara luas. Tujuannya adalah menyeimbangkan pemenuhan permintaan konsumen dengan pembuatan produk yang sesuai ekspektasi konsumen dari segi rasa, tekstur, dan nilai nutrisi lemak susu. Di sinilah pengganti lemak susu dapat memberikan manfaat yang substansial.

Baca terus infografis berikut untuk selengkapnya tentang kelebihan dan kekurangan pengganti lemak susu sebelum menjadikannya bagian dari pola makan bebas laktosa atau lini produksi makanan Anda.

Tertarik dengan penganti lemak susu?

Terbuat dari minyak sawit, produk Filma MFR 36 kami bebas alergen (bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa), bebas lemak trans, dan bebas kolesterol.

Dengan rasa yang enak di mulut, produk ini sangat cocok untuk membuat es krim, analog keju, toffee, dan krim kocok non-susu.

kelebihan pengganti lemak susu

kekurangan pengganti lemak susu

Bagaimana cara mengetahui kandungan pengganti lemak susu pada kemasan atau label makanan?

Panduan untuk label makanan, termasuk yang berkaitan dengan pengganti lemak susu, harus konsisten di tingkat internasional. Praktik ini tidak hanya menjaga keamanan makanan, tetapi juga mencegah pemberian label makanan yang mengecoh atau tidak akurat. Namun, perlu diketahui juga bahwa regulasi ini mungkin berbeda di setiap negara dan wilayah.

Biasanya, Anda dapat mengetahui pengganti lemak susu dari daftar bahan produk pada label. Pengganti lemak susu biasanya dicantumkan sebagai “minyak nabati”, “minyak sawit modifikasi”, “lemak hidrogenasi”, atau “lemak interesterifikasi”.

Apabila produk memiliki kandungan pengganti lemak susu sebagai turunan dari sumber-sumber alergen seperti kedelai, kacang-kacangan, atau gandum, biasanya terdapat pernyataan alergen pada kemasan. Hal ini mengingatkan konsumen akan adanya potensi alergen di dalam produk.

Terkadang, produsen makanan mencantumkan pernyataan secara deskriptif pada kemasan untuk menunjukkan penggunaan pengganti lemak susu. Frasa-frasa seperti “non-susu”, “nabati”, “pengganti krim” atau pernyataan yang menunjukkan atribut produk, seperti “terbuat dari minyak nabati” atau “cocok bagi intoleransi laktosa” dapat menunjukkan adanya pengganti lemak susu.

———–

Pengganti lemak susu berkualitas tinggi dari kami sangat pas untuk berbagai kebutuhan produksi susu, melayani banyak produsen makanan besar hingga kafe dan kedai-kedai kopi kecil. Pelajari halaman Produk & Layanan kami untuk info lebih lanjut.

Ingin menyesuaikan produk bagi lini produksi makanan Anda? Pelajari kemampuan R&D kami di tautan ini.

———–

1 Bersumber dari:
https://www.thespruceeats.com/difference-between-lactose-and-dairy-free-1000937
https://www.webstaurantstore.com/blog/4176/lactose-free-vs-dairy-free.html

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail