menu bar
close-grey

OFI dan GAR Melepasliarkan Dua Individu Orangutan Kembali ke Habitat Mereka

Posted: Jul 29, 2016 4 minute read SMART 385 views

Pangkalan Bun, 28 Juli 2016 – Orangutan Foundation International (OFI), salah satu lembaga nirlaba internasional yang pendiriannya didedikasikan untuk melestarikan Orangutan dan habitat alaminya di hutan hujan tropis, bekerja sama dengan Golden Agri-Resources (GAR)/PT SMART hari ini melepasliarkan dua individu Orangutan bernama Poco dan Rich, kembali ke alam liar hutan di Seruyan, Kalimantan Tengah.

Sebelumnya Poco diserahkan oleh masyarakat ke Orangutan Care Center & Quarantine (OCCQ) yang dikelola OFI pada Januari 2004 lalu ketika masih berumur lebih kurang dua tahun dengan berat enam kilogram. Sejak itu Orangutan betina ini mendapatkan perawatan di fasilitas Pusat Perawatan dan Karantina OCCQ di Desa Dayak, Pasir Panjang. Rich diselamatkan dari desa Nanga Matu, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau dan diserahkan ke OCCQ untuk direhabilitasi pada bulan Februari 2004 saat berumur 10 bulan dengan berat badan 2,66 Kilogram.

“Kami sangat prihatin menyaksikan spesies Orangutan yang semakin langka di alam liar. Untuk mencegah hal ini, sangatlah penting bagi pelaku usaha untuk secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan konservasi dan mengembangkan kebijakan yang tegas dalam melindungi Orangutan di lingkungan perusahaannya. Melalui kerjasama kemitraan yang berharga ini, sebagaimana yang dilakukan OFI, Yayasan Orangutan Internasional Kalimantan (YOIK) dengan PT SMART Tbk., kami berharap penurunan populasi Orangutan dapat dikurangi dan bahkan sebaliknya populasi Orangutan diharapkan dapat terus bertambah,” kata Prof. Dr. Birute Galdikas, Founder dan President Orangutan Foundation International.

Pelepasliaran ini menggaris-bawahi pentingnya dukungan sektor swasta pada spesies yang terancam punah ini. International Union for the Convention of Nature (IUCN) belum lama ini merilis status konservasi terbaru, dimana status Orangutan berubah dari “endangered” menjadi “critically endangered” — hanya satu tingkat saja di bawah status punah (extinct).

Dilakukan hanya beberapa minggu sebelum perayaan Hari Orangutan Internasional pada tanggal 19 Agustus, pelepasliaran Poco dan Rich disaksikan oleh perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement Golden Agri-Resourcers (GAR)/PT SMART, Agus Purnomo, dan Founder dan President Orangutan Foundation International, Prof. Dr. Birute Mary Galdikas.

“Tidak banyak masyarakat yang memahami proses yang dilakukan untuk melepasliarkan Orangutan. Proses reintroduksi Orangutan kembali ke alam liar memerlukan waktu dan perencanaan yang matang dan kami tidak dapat melakukannya sendiri. Sangat diperlukan mitra dan pendukung yang berkomitmen untuk membantu pelestarian Orangutan dalam jangka panjang, tidak hanya pada tahap pelepasliaran, tetapi juga pada dua tahap penting lainnya, yaitu pada tahap persiapan Orangutan sebelum mereka kembali ke habitat mereka dan pada tahap setelah pelepasan untuk menjaga dan melindungi hutan dimana mereka dilepaskan,” kata Dr. Birute Galdikas.

Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement Golden Agri-Resourcers (GAR)/PT SMART, Agus Purnomo, mengatakan: “GAR/PT SMART memiliki komitmen untuk mendukung upaya konservasi Orangutan di Indonesia, baik melalui kebijakan perusahaan yang melindungi Orangutan dan spesies lain yang terancam punah bila diketahui berada di wilayah perkebunan kelapa sawit kami, maupun melalui berbagai kerjasama dengan organisasi/instansi dengan keahlian di bidang konservasi keanekaragaman hayati, seperti OFI (Orangutan Foundation International) yang melaksanakan program perawatan dan pelepasliaran Orangutan. Komitmen perusahaan ini akan terus dilanjutkan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan Kebijakan Sosial dan Lingkungan kami di Indonesia.“

Sebagai salah satu bentuk komitmen GAR/PT SMART dalam melaksanakan konservasi Orangutan, perusahaan ini merumuskan Kebijakan Perlindungan Satwa Liar yang Langka dan Terancam Punah pada Juni 2012. Kebijakan yang dikenal dengan Zero Tolerance Policy ini merupakan kebijakan perusahaan yang tidak mentoleransi tindakan perburuan, memelihara, melukai, mencelakakan, terutama menghilangkan nyawa satwa liar yang langka dan terancam punah. Bekerjasama dengan OFI, sosialisasi kebijakan ini kemudian diwujudkan dengan program pelatihan di bidang konservasi Orangutan bagi karyawan PT SMART.

-SELESAI-

 

Tentang Orangutan Foundation International

Orangutan Foundation International (OFI) merupakan organisasi nirlaba internasional yang didirikan untuk melaksanakan kegiatan konservasi Orangutan liar dan habitat mereka. OFI mendukung penelitian Orangutan dan hutan, inisiatif pendidikan, baik lokal maupun internasional, dan membangun kesadaran masyarakat tentang Orangutan. OFI berkomitmen untuk menyejahterakan semua Orangutan, baik Orangutan dalam ‘peliharaan’, pernah dalam ‘peliharaan’, maupun Orangutan liar.

Didirikan oleh Prof. Dr. Birute Mary Galdikas dan asosiasi pada tahun 1986, OFI mengoperasikan Camp Leakey, pusat penelitian Orangutan, di dalam Taman Nasional Tanjung Putting. OFI juga mengelola Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) di Desa Dayak, Pasir Panjang dekat dengan Pangkalan Bun, yang merupakan tempat tinggal bagi 320 Orangutan terlantar dan membantu mengelola Lamandau Wildlife Reserve dengan merehabilitasi orang utan liar sebelum dilepaskan kembali ke habitat mereka. Melalui program ini, OFI juga menyediakan lapangan kerja di fasilitas ini untuk lebih dari 200 orang karyawan Indonesia. OFI juga merawat Rusti, seekor Orangutan jantan dewasa yang diselamatkan dari halaman belakang kebun binatang di New Jersey dan sekarang dipinjamkan secara permanen ke Kebun Binatang Honolulu di Hawai. OFI membangun habitat buatan untuknya yang sangat luar biasa di lahan tersebut.

 

Tentang PT SMART Tbk

PT SMART TBK (SMART), anak perusahaan dari Golden Agri Resources (GAR), memulai menjalin kemitraan jangka panjang dengan Orangutan Foundation International (OFI) di awal tahun 2011 lalu dengan membantu melepasliarkan 40 orangutan ke habitat alami mereka di Hutan Seruyan, Kalimantan dan membantu menyediakan perawatan bagi kesejahteraan 320 Orangutan di Pusat Perawatan OFI (Orangutan, Care Center & Quarantine) di Pasir Panjang dekat Pangkalan Bun. Pada tahun 2014, kerjasama GAR/PT SMART dengan OFI untuk konservasi orangutan diperpanjang untuk tiga tahun untuk mendukung pelepasliaran 60 individu Orangutan lainnya ke habitat alami mereka.

 

Untuk informasi lebih lanjut:
Fajar Dewanto
[email protected]
+62 821 5055 7818

Wulan Suling
[email protected]
+62 818 909 900

Tetap up-to-date dengan berita terbaru dengan berlangganan buletin bulanan kami di sini

fb twitter linkedin mail