Ruang Berita

Masyarakat

Minyak sawit – bahan pangan penting untuk memerangi kelaparan global


Kelaparan global sedang mengalami peningkatan, dan pandemi COVID-19 pun memperburuk keadaan.

Di tengah meningkatnya kasus kekurangan gizi, Program Pangan Dunia PBB (World Food Programme/”WFP”) yang menyediakan bantuan pangan untuk menyelamatkan jutaan orang di seluruh dunia – sering kali dalam kondisi sangat berbahaya dan dengan akses yang sulit – telah dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian 2020. Penghargaan tersebut menyoroti peran penting bantuan pangan dalam memelihara perdamaian. Hal ini juga membuka wawasan kita mengenai tantangan dalam memberikan bantuan pangan yang efektif.

Salah satu tantangannya adalah ketika masuk ke suatu negara, bantuan pangan tersebut dapat tertahan lama sebelum akhirnya tiba di pusat bantuan karena berbagai alasan, dari birokrasi hingga terkait korupsi. WFP perlu memastikan bahwa makanan tersebut masih dapat dimakan dan layak konsumsi bahkan setelah menunggu lama – yang berarti makanan yang disediakan harus memiliki umur simpan lebih lama.

Kontribusi minyak sawit
Salah satu bahan pangan penting yang disediakan WFP adalah minyak goreng, yang sering kali dibuat dari minyak sawit. GAR telah bekerja sama dengan WFP untuk menyediakan minyak goreng fortifikasi dalam kemasan 5 liter, untuk membantu menyediakan makanan bagi warga Kenya, Togo, Pakistan, Afghanistan, Korea Utara, dan Myanmar.

Staf WFP yang bertugas di garis depan memerangi kelaparan dan malnutrisi, sering kali di lokasi yang berbahaya dan sulit dijangkau. Foto oleh WFP/Falume Bachir.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi lokal dan internasional, serta sektor swasta yang memiliki semangat untuk membantu orang-orang yang kelaparan dan rentan secara merata. Foto oleh Mark Chaves dan Atul Pandey di Unsplash.

Untuk mengatasi tantangan pada saat pengiriman, pakar teknologi pangan GAR melakukan penyelidikan awal tentang masa simpan minyak goreng yang kami pasok ke WFP.

Selama dua tahun terakhir, tim Litbang (R&D) Marunda telah melakukan penelitian tentang stabilitas vitamin A dan nutrisi lain dalam minyak sawit yang difortifikasi selama penyimpanan jangka panjang dan mendapat perlakuan panas. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, dibanding minyak nabati lainnya, minyak sawit adalah sarana yang unggul untuk menghasilkan fortifikasi vitamin A berkat stabilitasnya dalam proses oksidasi. Minyak sawit memenuhi persyaratan WFP dalam menghasilkan makanan kaya nutrisi guna memerangi kelaparan.

Produksi minyak sawit berkelanjutan kami dimulai dari benih kelapa sawit hingga berada di rak supermarket terdekat Anda.

Membuat perbedaan
WFP memperkirakan bahwa tanpa bantuan internasional, jumlah orang yang sangat rawan pangan di negara berisiko tinggi dapat meningkat hingga hampir dua kali lipat sebelum akhir tahun ini, yaitu dari 149 juta menjadi 270 juta. Perusahaan selalu mengacu pada prinsip bahwa dalam penyediaan pangan bagi populasi global yang terus berkembang, minyak sawit memiliki peranan fundamental.

Kami sungguh meyakini bahwa minyak sawit memainkan peran penting dalam mencapai beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (Sustainable Development Goals/SDG). Bila diproduksi secara bertanggung jawab, minyak sawit dapat mengentaskan kemiskinan, mengatasi isu kelaparan dunia, menghadirkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesehatan, mendukung penyediaan pendidikan, dan mengurangi ketidaksetaraan. Minyak sawit dapat mewujudkan semua potensi sosial ini sekaligus menjadi minyak nabati paling serbaguna dan efisien di dunia, berkat produktivitasnya yang lebih tinggi untuk setiap hektar lahan tertanam jika dibanding tanaman minyak nabati lain yang dapat dikonsumsi. Seiring pertumbuhan populasi global, minyak sawit akan mempertahankan peran utamanya dalam menyediakan bahan pangan bagi dunia.

Sebagai perusahaan, kami bangga dapat mendukung tugas penting WFP dengan melakukan penelitian yang bermakna terkait nutrisi dan umur simpan makanan. Pencapaian ini serta pekerjaan lain yang dilakukan di pusat R&D Marunda yang canggih akan terus mendukung pengembangan produk makanan berbasis sawit yang aman, sehat, dan lezat.

Ketahanan pangan secara tidak langsung terkait dengan perdamaian
WFP menerima pengakuan tidak hanya atas upayanya memerangi kelaparan global, tetapi juga dalam memperbaiki situasi perdamaian di daerah yang terkena konflik dan bertindak sebagai kekuatan pendorong untuk mencegah pemanfaatan kasus kelaparan sebagai senjata perang dan konflik. Tahun lalu, WFP telah membantu 97 juta orang di 88 negara. WFP telah membantu jutaan orang di negara yang sangat berbahaya dan sulit dijangkau yang terkena dampak konflik dan bencana alam, termasuk Yaman, Suriah, Afghanistan, Sudan Selatan, dan masih banyak lagi.

Hal tersebut semakin menekankan pentingnya ketahanan pangan. Bahkan di negara yang tidak dilanda perang, sistem pangan memainkan peran penting dalam stabilitas negara. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bisnis pertumbuhan dan penyediaan bahan pangan penting, yaitu minyak sawit, kami memahami pentingnya menjaga pasokan yang konstan tanpa gangguan, bahkan dalam kondisi yang penuh tantangan.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan dalam memerangi kelaparan dunia, dan kami salut atas pekerjaan yang dilakukan WFP. Perusahaan pun telah memberikan kontribusi dalam porsi yang lebih kecil dalam mendukung ketahanan pangan, yaitu membantu masyarakat di sekitar area operasional kebun untuk memperkuat ketahanan pangan melalui program-program pertanian. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan kemakmuran, keseimbangan, dan perdamaian dalam masyarakat.

Pelajari lebih lanjut upaya GAR dalam ketahanan pangan, terutama dalam Program Mata Pencaharian Alternatif, yang mengajarkan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di desa peserta program, serta meningkatkan kemampuan petani untuk menjual hasil panen di pasar lokal guna mendapatkan penghasilan tambahan.

| | |