menu bar
close-grey

Golden Agri-Resources Menutup Tahun dengan Pencapaian Baru di Kemamputelusuran dan Transformasi Rantai Pasok

Posted: Dec 31, 2019 3 minute read SMART 389 views

Sejak mencapai 100% kemamputelusuran hingga ke perkebunan (Traceability to the Plantation/TTP) untuk seluruh pabrik milik GAR pada tahun 2017, Golden Agri-Resources (GAR) telah memperkuat kerja sama dengan berbagai pemasok pihak ketiga untuk membantu pencapaian kemamputelusuran penuh di seluruh pabrik mereka. Sebagai pencapaian baru, hingga akhir 2019, lebih dari 80% dari total pabrik, baik milik GAR maupun pihak ketiga, saat ini sudah sudah mencapai target kemamputelusuran penuh. Dengan kata lain, kinerja GAR telah sesuai dengan target kemamputelusuran penuh rantai pasokan ke seluruh pabrik kelapa sawit di akhir 2020.

“Kami telah memperkuat upaya kolaboratif kami dengan berbagai pemangku kepentingan dan pihak ketiga untuk mengedukasi para pemasok. Bersama-sama, kami telah mengembangkan program keterlibatan pemasok yang menjadi faktor utama dari kesuksesan kami,” ujar Agus Purnomo, Managing Director, Sustainability & Strategic Stakeholder Engagement, GAR.

Lewat TTP, para pembeli dapat memperolah kepastian informasi mengenai asal dan proses minyak kelapa sawit tersebut ditanam. Melalui keterlibatan program TTP, proses rantai pasokan ini juga bertransformasi untuk membantu para pemasok, termasuk petani kecil, dalam mengadopsi praktik produksi yang bertanggung jawab, yang sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 12 (SDG 12) – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Upaya ini juga bertujuan meningkatkan mata pencaharian petani kecil dengan memperluas akses mereka ke pasar.

Program Ksatria Sawit yang diluncurkan pada 2019 merupakan salah satu contoh program kolaborasi sukses dari GAR. Bekerja sama dengan perusahaan teknologi pertanian, Koltiva, GAR bertujuan untuk menjangkau daerah-daerah di mana pemasok banyak membeli dari petani kecil dibandingkan perkebunan besar, sehingga para pemasok ini diedukasi tentang bagaimana cara melacak banyak agen dan petani yang menjadi sumber mereka ini.

“Fokus program ini ialah mendorong dan memperkaya pengetahuan pemasok untuk menerapkan proses keterlacakan dalam operasional mereka. Dalam program lokakarya, kami memperkenalkan para pemasok dengan mitra kami, Koltiva, untuk berbagi pengetahuan dan informasi yang mendalam tentang proses pemetaan rantai pasokan, serta cara menggunakan aplikasi dan perangkat lunak yang dapat memverifikasi sumber produk secara akurat. Selanjutnya, Koltiva akan bekerja sama dengan para pemasok untuk membantu memetakan rantai pasokan mereka,” ujar Purnomo.

Pada tahun 2019, lokakarya Ksatria Sawit ini telah menarik lebih dari 200 peserta di delapan kota di Indonesia termasuk Indragiri Hulu, Pekanbaru, Medan, Lampung, Bangka, Jambi, Bangko, dan Pasaman. Menjangkau lebih dari 60 pabrik, saat ini 1.200 dealer dan 50.000 petani di seluruh Indonesia telah berkomitmen untuk memproduksi minyak kelapa sawit yang dapat dilacak sepenuhnya.

Saat ini, GAR juga terus bekerja sama dengan para pemasok lewat berbagai program keterlibatan yang sudah berjalan sebelumnya, termasuk forum rantai pasokan nasional, SMART SEED, yang diadakan di Pekanbaru, dan program pelatihan berkelanjutan skala regional, SMART SPOT (Pelatihan Minyak Sawit Berkelanjutan) di Pangkalan Bun, Aceh Singkil, dan Langkat.

GAR juga melakukan program pelatihan khusus sesuai dengan permintaan masing-masing pemasok. Sepanjang tahun 2019, program bernama SMART STAR ini telah membantu dua pemasok. Selain itu, GAR juga terus melakukan program kunjungan lokasi secara reguler ke pemasok dan telah mengunjungi 160 pabrik sejak 2015 hingga 2019. Seluruh upaya ini menjadi kontribusi penting GAR dalam mentransformasi rantai pasokan minyak kelapa sawit GAR, sekalugus menciptakan perubahan positif untuk industri yang lebih luas lagi di Indonesia.

—Selesai—

Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food

Di Indonesia, Golden Agri-Resources (GAR) dan unit usahanya yang bergerak pada bisnis kelapa sawit dikenal dengan menggunakan merek korporat Sinar Mas Agribusiness and Food. Diluar Indonesia, sebagaian besar dari unit usaha Perusahaan, beroperasi dibawah merek korporat GAR.

Dalam mendeskripsikan keseluruhan bisnis GAR di Indonesia, maka merek korporat Sinar Mas Agribusiness and Food digunakan.

Sinar Mas Agribusiness and Food adalah salah satu bisnis perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 500,202 hektar (termasuk kebun milik petani swadaya) per tanggal 31 March 2019. Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati.

Sinar Mas Agribusiness and Food fokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie.

Didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 2,6 miliar per tanggal 31 Maret 2019. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,35 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.

 

For more information, please contact:

Sinar Mas Agribusiness and Food media team

Beni Wijaya

Beni.Wijaya@sinarmas-agri.com | +62 815 134 133 0

fb twitter linkedin mail