Ruang Berita

Masyarakat

Desa Siaga Api: Merumuskan solusi jangka panjang dalam mengatasi kebakaran hutan di Indonesia


Kenangan buruk dari musibah kabut asap terburuk dalam 20 tahun terakhir masih melekat di benak kita semua. Hal ini memacu GAR untuk terus berupaya mencari solusi jangka panjang terbaik yang dapat diterapkan dengan segera dalam mengatasi kebakaran hutan di Indonesia.

Namun untuk dapat menerapkan solusi ini secara efektif diperlukan adanya kerjasama antara masyarakat setempat dengan pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya kebakaran sedini mungkin. Dengan membawa semangat tersebut, awal tahun ini kami meluncurkan Program Desa Siaga Api di delapan desa di Kalimantan Barat dan saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk melaksanakan program yang sama untuk sembilan desa di Jambi.

Gagasan di balik program ini adalah untuk menerapkan program ini di tingkat desa dalam berbagai bentuk kegiatan. Pertama, kami melatih dan melengkapi para penduduk desa agar mampu secara cepat memadamkan api yang timbul. Kedua, kami melatih dan mengajarkan masyarakat berbagai cara alternatif untuk membuka lahan tanpa membakar. Ketiga, kami memantau dan menilai kinerja desa – desa tersebut. Mereka yang setuju untuk ikut serta dalam program Desa Siaga Api akan dievaluasi setelah musim kemarau untuk melihat apakah mereka telah berhasil untuk mempertahankan penurunan jumlah kebakaran untuk tahun tersebut. Bagi desa berhasil menekan potensi kebakaran akan memperoleh bantuan program sosial (CSR) dari perusahaan hingga Rp 100 juta untuk digunakan bagi proyek-proyek infrastruktur sosial masyarakat.

“Upaya ini merupakan salah satu cara untuk melibatkan komunitas bisnis dalam mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan,” kata Susanto Yang, CEO Perkebunan Sinar Mas Wilayah Kalbar.

Warga desa mengikuti simulasi pemadaman api
Warga desa mengikuti simulasi pemadaman api

Program Desa Siaga Api diresmikan melalui penandatanganan komitmen bersama antara semua pihak terkait, termasuk desa-desa dimana program ini dilaksanakan, PT SMART Tbk., yang merupakan anak perusahaan GAR, pemerintah setempat serta asosiasi industri terkait seperti GAPKI.

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, M.H. memberikan dukungan positif terhadap program Desa Siaga Api dengan mengatakan “Kebakaran hutan dan lahan bukanlah masalah yang mudah. Untuk dapat mengatasi hal tersebut diperlukan adanya partisipasi dari semua pemangku kepentingan, terutama masyarakat sendiri. Selain menjaga lahan sendiri, mengurus lahan dan hutan di sekitar perkebunan juga merupakan tugas pemilik perkebunan. Dalam hal ini, PT SMART telah melakukan hal itu dengan sangat baik.”

Musim kemarau akan segera dimulai. Dengan peluncuran program ini, GAR telah meletakkan dasar untuk program pencegahan kebakaran dengan mencoba untuk mengatasi akar penyebab kebakaran, tanpa harus menunggu kebakaran terjadi, menyebar dan kemudian berusaha memadamkan api tersebut. Desa-desa di Kalimantan Barat saat ini telah menyelesaikan pelatihan dalam pencegahan kebakaran dan saat ini sedang melaksanakan program-program yang membantu membangun kesadaran masyarkat akan bahaya kabut dan kebakaran. Kegiatan serupa saat ini juga berlangsung di Jambi.

Desa Siaga Api
| | |