Ruang Berita

Studi Kasus

Kerjasama dengan rantai pasok kami untuk melindungi Ekosistem Leuser


Ekosistem Leuser adalah kawasan hutan hujan yang mencakup lebih dari 2,6 juta hektar, terbentang di sebagian besar provinsi di Aceh dan Sumatera Utara. Kawasan ini adalah rumah bagi beberapa spesies langka termasuk orangutan, harimau Sumatera dan gajah. Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional bagi kepentingan konservasi dan keanekaragaman hayati mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, LSM telah menyoroti perlunya memperkuat upaya perlindungan terhadap daerah tersebut, dengan mengklaim bahwa kegiatan pertambangan, kehutanan dan kelapa sawit merusak habitat satwa liar.

Melalui pemetaan terhadap rantai pasok kami, GAR menyadari bahwa beberapa pemasok beroperasi dekat dengan kawasan Leuser. Dengan Kebijakan Lingkungan dan Sosial GAR (KSLG) kami berkomitmen untuk melindungi dan menjaga keanekaragaman hayati dan sangat memperhatikan upaya perlindungan spesies langka dan hampir punah. Mengetahui bahwa beberapa pemasok kami berada dekat dengan Leuser, hal ini mendorong kami untuk memprioritaskan keterlibatan para pemasok  tersebut agar mereka memenuhi persyaratan KSLG kami dan tidak mengancam ekosistem penting ini.

Pada akhir 2014, Rainforest Action Network menerbitkan sebuah laporan yang menyebutkan bahwa tiga perusahaan minyak sawit terkemuka GAR, Wilmar dan Musim Mas sedang mencari sumber dari pemasok yang beroperasi di dalam atau dekat Ekosistem Leuser dan meminta mereka untuk mengambil tindakan.

Aksi

Selain rencana untuk melibatkan semua pemasok yang teridentifikasi berada di wilayah Leuser, rencana keterlibatan intensif (deep engagement) GAR juga dilakukan dan kami segera mulai mengadakan pertemuan dengan para pimpinan perusahaan yang disebutkan dalam laporan tersebut, antara lain: Pati Sari, Surya Panen Subur (SPS), Ensem Sawita dan PTPN 1. Melalui kolaborasi dan kerjasama, GAR membantu SPS dan Pati Sari untuk mengimplementasikan rencana tindakan perbaikan yang diikuti oleh Ensem Sawita dan PTPN 1.

Proses Keterlibatan Intensif GAR

GAR mengunjungi lima pabrik pemasok ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan praktik berkelanjutan di lapangan. Pada saat yang bersamaan, GAR secara proaktif menjangkau lebih dari empat puluh pemasok lain yang pabriknya berada di dekat batas Ekosistem Leuser. Kami menjelaskan kebijakan keberlanjutan kami, ancaman deforestasi yang disoroti oleh LSM dan meminta mereka untuk bekerjasama dengan kami untuk memperbaiki praktik-praktik mereka.

Informasi yang dikumpulkan melalui proses ini membantu dalam membuat rencana aksi perbaikan untuk keempat pemasok yang diidentifikasi oleh LSM. Data ini juga digunakan untuk merancang keseluruhan program pendukung untuk pemasok lain di dekat Leuser dan di tempat lain yang menghadapi masalah serupa.

PT SPS: CONTOH PEMASOK YANG MEMPERKUAT DAN MENINGKATKAN PRAKTIK-PRAKTIK MEREKA

Sejak awal proses keterlibatan intensif ini, PT SPS sangat terbuka dan responsif serta sepakat bekerjasama dengan GAR untuk memperkuat praktik berkelanjutan mereka.

Proses ini dilaksanakan dengan cara berbagi informasi mengenai praktik mereka saat ini seperti penilaian Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value – HCV) dan kebijakan mereka untuk tidak mengembangkan lahan gambut di konsesi mereka. Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak SPS,  ditemukan adanya pihak-pihak lain yang telah secara ilegal masuk ke dalam konsesi mereka dan membuka hutan dengan cara membakar tanpa sepengetahuan mereka.

Dalam hal ini sudah jelas bahwa SPS memerlukan sebuah rencana tindakan perbaikan untuk mengatasi masalah yang terjadi di konsesi mereka. GAR saat ini melakukan program konservasi bersama dengan masyarakat di konsesinya untuk mengatasi masalah tersebut. GAR berbagi pengalaman dengan SPS dalam program konservasi dan juga pengalaman dalam menangani konflik kepemilikan lahan. Sejalan dengan rencana tindakan perbaikan tersebut, SPS memutuskan untuk melakukan studi kepemilikan lahan sebagai langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

GAR juga merekomendasikan agar SPS memperkuat kebijakannya untuk tidak mengembangkan lahan gambut dan menyarankan agar penilaian NKT mereka ditinjau kembali terutama untuk mengidentifikasi hutan gambut yang tersisa dalam konsesinya.

Adanya kegiatan membuka hutan secara ilegal dan dengan cara membakar di konsesi SPS yang dilakukan pihak lain, memerlukan rencana pencegahan kebakaran yang melibatkan masyarakat setempat. Setelah melaksanakan program percontohan pencegahan kebakaran berbasis masyarakat yang berfokus pada pelatihan anggota masyarakat untuk secara cepat memadamkan kebakaran dan menggunakan metode tanpa bakar untuk pembukaan lahan, GAR dapat berbagi rancangan proyek dan pelajaran yang dipetik dengan SPS. GAR terus mendukung dan membantu SPS menangani masalah konservasi hutan dan masyarakat.

Tanpa bantuan GAR, kami merasa lebih sulit untuk mulai mengerjakan isu-isu konservasi ini karena kurangnya pengetahuan dan kapasitas. Program dukungan kepada pemasok GAR adalah sumber daya yang bagus bagikami, membantu kami mengatasi masalah-masalah rumitini. Kami terus mendapatkan manfaat dari komitmen GAR untuk membantu memperbaiki rantai pasoknya.
T. Arsul Hadiansyah, Direktur SPS

SPS menemukan perambahan illegal di kawasan konservasi.
Pertemuan SPS dengan masyarakat setempat mengenai studi penguasaan lahan.

Hasil

Sejak 2014 GAR telah berhasil membantu dan mendorong pemasoknya di wilayah Leuser untuk memperkuat praktik-praktik keberlanjutan mereka, termasuk mengenalkannya pada konservasi berbasis komunitas yang inovatif dan program pencegahan kebakaran berbasis masyarakat. Saat ini GAR terus bekerjasama dengan para pemasoknya yang beroperasi di sekitar Ekosistem Leuser untuk membantu mereka menerapkan praktik-praktik keberlanjutan untuk memastikan kawasan ini tetap menjadi tempat perlindungan bagi satwa liar. Pelajaran yang didapat dan informasi yang dikumpulkan dari kerjasama dengan pemasok kami di Aceh juga membantu kami dalam merancang program dukungan yang lebih baik untuk semua pemasok kami di seluruh Indonesia.

GAR percaya bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan bersamaan. Untuk mencapai hal ini dalam industri kelapa sawit, kami mengajak rantai pasok kami bersama-sama dalam perjalanan keberlanjutan melalui keterlibatan, kolaborasi dan kerjasama. Meskipun kami memiliki hak untuk mengecualikan pemasok yang benar-benar tidak melaksanakan komitmen kami tentang kelapa sawit yang bertanggung jawab, derdasarkan pengalaman kami, berdialog adalah cara yang paling efektif untuk membantu pemasok kami memulai atau memperkuat praktik-praktik keberlanjutan mereka sendiri. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana cara kami mendukung keberlanjutan pemasok, kunjungi www.goldenagri.com.sg dan Dasbor Keberlanjutan kami.

| | |