Keberlanjutan

Tanya Jawab

T : Apakah KSLG?

J : Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) adalah peta jalan yang membimbing perjalanan kami menuju keberlanjutan. Sejak 2015 kami mengukuhkan kebijakan yang meliputi Konservasi Hutan, Keterlibatan Sosial dan Masyarakat dan Peningkatan Produksi ke dalam satu dokumen untuk pendekatan yang konsisten dan menyeluruh. Hal ini berlaku untuk keseluruhan operasi, anak perusahaan dan pemasok dalam mewujudkan visi GAR untuk industri minyak kelapa sawit berkelanjutan.
T : Apa keuntungan bagi pemasok jika memenuhi ketentuan KSLG?
J : Pemasok yang memenuhi syarat KSLG akan menjadi mitra pilihan GAR. Seiring dengan kebutuhan pasar global yang kuat akan kelapa sawit berkelanjutan, mereka juga akan lebih menarik bagi pembeli lain. Dengan beroperasi secara berkelanjutan, pemasok juga dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan menurunkan risiko.

T : Apakah ada perbedaan antara KSLG dengan sistem sertifikasi misalnya ISPO atau RSPO

J : Iya. KSLG adalah pedoman bagi rantai pasokan kami untuk memproduksi minyak sawit berkelanjutan ( beberapa elemen kebijakan ada di luar persyaratan ISPO dan RSPO). ISPO dan RSPO masing-masing adalah standar sertifikasi industri nasional dan global.

T : Pemasok belum memahami aspek-aspek keberlanjutan. Apa dukungan yang dapat diberikan oleh GAR?

J :Keberlanjutan dapat dibagi menjadi beberapa aspek yang berbeda mulai dari pengelolaan lingkungan hingga keterlibatan sosial dan masyarakat. KSLG menghadirkan gambaran yang baik tentang arti keberlanjutan bagi perusahaan kami.

Pemasok dapat mengetahui lebih lanjut tentang berbagai jenis dukungan layanan yang kami tawarkan, unduh referensi yang berguna, atau hubungi tim kami di supplier.support@sinarmas-agri.com.

T : Program dukungan apa saja yang diberikan GAR agar pemasok dapat memenuhi KSLG?

J :Kami menyediakan berbagai program pendukung mulai dari edukasi umum hingga keterlibatan lebih jauh, tergantung pada kebutuhan setiap pemasok. GAR memiliki para ahli yang akan membantu berdasarkan hasil perencanaan dengan pemasok.

Kami juga memiliki alamat e-mail khusus supplier.support@sinarmas-agri.com

T : Apakah ada persyaratan tertentu untuk mendapat dukungan dari GAR?

J : Tidak. Semua pemasok bisa mendapatkan dukungan selama mereka terbuka dan berkomitmen untuk transformasi keberlanjutan.

T : Pemasok sedang mendapatkan tuntutan/grievance dari masyarakat/LSM, bentuk dukungan apakah yang diberikan oleh GAR?

Kami memiliki prosedur penanganan keluhan yang menuntun kami dan pemasok bagaimana cara mengelola isu yang diangkat pemangku kepentingan. Para pemasok dapat merujuk pada panduan bagaimana penanganan keluhan di halaman Referensi kami, atau hubungi tim kami melalui

supplier.support@sinarmas-agri.com untuk bantuan lebih lanjut.

T : Salah satu implementasi KSLG adalah kemamputelusuran. Apakah yang dimaksud kemamputelusuran? Mengapa itu penting?


J : Kemamputelusuran adalah proses menyelidiki produk akhir hingga sumber asalnya. Untuk semua minyak kelapa sawit yang kami hasilkan, kami ingin mengetahui dari mana tandan buah segar (TBS) berasal dan apakah minyak tersebut diproduksi secara berkelanjutan. Kemamputelusuran menyediakan informasi ini. Hal ini juga dibutuhkan oleh ISPO dan RSPO.
T : Apakah perbedaan antara kemamputelusuran hingga ke kebun (Traceability to Plantation/TTP) dan kemamputelusuran hingga ke pabrik (Traceability to Mill/TTM)?
J :Perbedaan antara TTP dan TTM adalah seberapa jauh kami dapat menelusuri asal produk akhir.

Minyak kelapa sawit berasal dari TBS di perkebunan. Mereka kemudian dipisahkan dan dilumatkan di pabrik. Produk tersebut kemudian masuk ke kilang minyak untuk dijadikan minyak sawit dan minyak inti sawit.Oleh karena itu, kemamputelusuran dalam perkebunan penting agar dapat mengetahui asal usul bahan baku produk minyak kelapa sawit (tandan buah segar).

T : Apa dukungan dari GAR untuk TTP?

J : GAR membantu pemasok memahami dan menerapkan TTP melalui format pelaporan standar dan pelatihan ekstensif sehingga pemasok dapat menjadi pembina bagi rantai pasok mereka sendiri. Pemasok dapat merujuk pada panduan bagaimana melacak kemamputelusuran dalam halaman Referensi kami.
T : Perusahaan kami sudah bersertifikasi RSPO dan ISPO, apakah tim GAR akan tetap melakukan kunjungan ke PKS/kebun kami?
J : Kunjungan ke lapangan adalah cara yang baik bagi GAR dan pemasoknya untuk saling berbagi praktik terbaik satu sama lain. Mereka tidak diperuntukan sebagai audit namun menjadi peluang bagi kedua belah pihak untuk saling memperbaiki.

Tujuan utama program transformasi GAR adalah melibatkan para pemasok untuk berkolaborasi. Dengan demikian, GAR tetap dapat mengunjungi pemasok bahkan setelah sertifikasi.

T : Perusahaan kami sudah pernah dikunjungi oleh pembeli yang lain, apakah masih perlu dikunjungi kembali oleh GAR?

J : GAR tidak akan mengulangi proses yang sama jika pemasok telah dikunjungi oleh pembeli lain dalam industri yang sama. Jika demikian pemasok dapat berbagi hasil kunjungan pembeli lain dengan GAR.

T : Bagaimana bila kami sudah menanam di areal gambut di tahun sebelum adanya KSLG?

J : GAR tidak akan menghukum pemasok jika kasus terjadi sebelum 1 Oktober 2015, yaitu saat kami mengukuhkan KSLG. Namun, untuk kasus seperti itu, pemasok harus menunjukkan praktik terbaik pengelolaan lahan gambut karena kami akan terus memantau operasi secara ketat.

Apa pun hal yang terjadi setelah 1 Oktober 2015 dapat menjadi penghalang sebagai pemasok GAR.

T : Perusahaan kami masih memiliki rencana ekspansi, apa rekomendasi GAR?

J: Para pemasok disarankan untuk melakukan penilaian HCV, HCS, gambut, dampak sosial, dan penghargaan FPIC untuk masyarakat adat dan setempat secara menyeluruh sebelum memulai rencana perluasan lebih lanjut.