Keberlanjutan

Penelitian dan Pengembangan

PT SMART Tbk (SMART) meyakini bahwa pemanfaatan teknologi dan litbang merupakan komponen kunci dalam mencapai produksi minyak sawit yang bertanggung jawab. SMART berbagi manfaat dari perkembangan agronomi terbaru bersama petani plasma yang dinaungi Perusahaan dan juga dengan petani kelapa sawit mandiri yang mengikuti program Skema Inovasi Pembiayaan.

Memanfaatkan perkembangan teknologi dan litbang untuk meningkatkan produktivitas dan praktik perkebunan merupakan salah satu prinsip utama dalam kebijakan keberlanjutan Perusahaan. SMART meluncurkan Kebijakan Peningkatan Produktivitas pada tahun 2012 yang telah diintegrasikan dalam Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (GAR Social and Environmental Policy atau “GSEP”). Dengan meningkatkan produktivitas dan hasil panen, SMART dapat menghasilkan lebih banyak minyak kelapa sawit dengan areal lahan yang lebih kecil, sehingga dapat mengurangi tekanan untuk membuka kawasan hutan sekaligus meningkatkan mata pencaharian masyarakat.

Kebun pembibitan kelapa sawit

Peningkatan Produktivitas melalui Litbang
Dalam industri kelapa sawit, kualitas bahan tanam diakui merupakan faktor terpenting dalam memaksimalkan produktivitas tanaman. SMART telah menggunakan benih dengan produktivitas tinggi yang dikembangkan sendiri dengan nama Dami Mas di area penanaman baru dan penanaman kembali sejak tahun 2002. Benih Dami Mas dikembangkan melalui percobaan pemuliaan yang ketat dan andal yang dilakukan SMART Research Institute (SMARTRI). Memproduksi benih sendiri juga memungkinkan terwujudnya ketahanan benih dan kemurnian genetik dalam persediaan benih Perusahaan. Selain berupaya meningkatkan potensi produktivitas yang dihasilkan dari benih, SMARTRI juga melakukan penelitian mengenai ketahanan terhadap penyakit.

Pada tahun 2017, SMART mengumumkan sebuah terobosan dalam budidaya bahan tanam kelapa sawit dengan produktivitas sangat tinggi, yang dikembangkan di fasilitas penelitian Perusahaan, yakni SMARTRI dan SMART Biotechnology Centre, melalui program bioteknologi mutakhir. Bahan tanam ini – Eka 1 dan Eka 2 – telah terdaftar pada Katalog Bibit Indonesia dan memperoleh persetujuan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, untuk pemanfaatan dalam kegiatan budidaya. Kedua bibit ini akan memungkinkan SMART untuk mendorong hasil panennya ke tingkat tertinggi dalam industri ini, tanpa menambah luasan areal yang dibudidayakan. Bahan tanam baru tersebut dikembangkan secara alami melalui program seleksi konvensional dan kultur jaringan dari tanaman kelapa sawit pilihan.

Perjalanan inovasi SMART dalam Eka 1 dan Eka 2 – bahan tanam terobosan yang akan membawa produktivitas CPO ke tingkat tertinggi dalam industri ini

SMART juga membina kerja sama internasional untuk meningkatkan produktivitas. Perusahaan adalah peserta aktif Proyek Genom Kelapa Sawit, yaitu inisiatif global yang diambil sebuah konsorsium beranggotakan 16 organisasi penelitian terkemuka dari tujuh negara. Proyek ini memanfaatkan biologi molekuler sebagai alat untuk mendukung pemuliaan konvensional. Tujuan utamanya adalah memetakan keseluruhan spektrum genom varietas kelapa sawit, termasuk mengidentifikasi sifat-sifat spesifik seperti ketahanan pada penyakit, toleransi tanaman terhadap kekeringan, kualitas unggul minyak kelapa sawit yang dihasilkan, dan tingkat produktivitas yang tinggi. SMART memiliki tim khusus pada Divisi Bioteknologi dan staf Perusahaan telah dilibatkan dalam kegiatan penelitian terkait di Spanyol dan Prancis.

Kami berkomitmen untuk ikut melestarikan lingkungan melalui kerjasama dengan University of Cambridge dalam program BEFTA. Program ini untuk mempelajari keanekaragaman hayati di perkebunan kelapa sawit. Melalui BEFTA, para peneliti dari SMARTRI dan University of Cambridge (Departemen Zoologi) melakukan studi lapangan di perkebunan kami untuk memahami bagaimana cara kerja ekosistem kelapa sawit. Tujuan kami adalah mempraktikan manajemen habitat yang bermanfaat bagi keanekaragaman hayati serangga dan dapat membantu menghasilkan panen minyak kelapa sawit yang lebih baik.

Upaya SMART dalam meningkatkan produktivitas perkebunan membantu mewujudkan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability Development Goal atau “SDG”) 2 yang sasarannya adalah mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki gizi, serta mempromosikan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.