Keberlanjutan

Kemamputelusuran

Kami berupaya untuk memahami praktik para pemasok yang menyuplai bahan mentah ke delapan kilang minyak kami. Khususnya kami ingin mengetahui bagaimana pemasok mendapatkan Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun mereka dan mengolahnya menjadi minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (Palm Kernel /PK). Kami juga ingin memahami praktik di kebun para pemasok kami mendapatkan bahan mentah tersebut, termasuk kebun milik para petani independen.

Untuk mencapai hal tersebut, kami  telah memetakan rantai pasok kami hingga ke pabrik. Dengan demikian kami mengetahui lokasi dan segala hal terkait dari seluruh 489 pabrik kelapa sawit yang memasok CPO dan inti sawit (Palm Kernel/PK) ke delapan operasi hilir kami. Saat ini kami ingin memperluas pengetahuan dan upaya mencapai keberlanjutan kami mulai dari kebun, petani swadaya, hingga penjual yang memasok TBS ke pabrik-pabrik tersebut.

Sejak 2016 kami melaksanakan Kemamputelusuran hingga ke kebun (Traceability to Plantation/TTP) yang memberikan informasi penting tentang asal bahan baku kami serta meningkatkan transparansi kami kepada pembeli dan pelanggan.

Target pemetaan rantai pasok hingga ke kebun kelapa sawit

Pemetaan seluruh rantai pasok langsung ke kebun membuat kami   mengetahui lebih lanjut tentang pemilik kebun, pekerja, petani, dan perantara  yang terlibat dalam penyediaan bahan baku. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh rantai pasok kami beroperasi sesuai dengan komitmen keberlanjutan GAR. Untuk membantu para pemasok melakukan hal tersebut, kami perlu mempelajari tentang mereka dan posisi mereka serta bagaimana kinerja mereka terhadap persyaratan kami.Target kami adalah menyelesaikan kegiatan  pemetaan pabrik GAR pada 2017 dan pabrik pemasok pihak ketiga pada 2020.

Untuk melihat data pemetaan dan pemasok terbaru, kunjungi Dasbor Keberlanjutan kami.

Membantu para pemasok kami agar berkelanjutan

Kami bekerja sama dengan para pemasok dalam merangkai rencana aksi praktis untuk mencapai kemamputelusuran hingga ke kebun. Keterlibatan petani independen dan perantara lainnya dalam perdagangan TBS menjadi bagian penting dalam proses ini.

Sebuah pabrik mencapai kemamputelusuran hingga ke kebun jika memenuhi kriteria berikut ini:

  1. Dapat mengidentifikasi semua kebun beserta asal muasal mereka memperoleh TBS dan memprosesnya di pabrik mereka. Selain itu mereka juga harus memiliki informasi relevan seperti rincian tentang kepemilikan dan ketepatan lokasi.
  2. Memiliki proses dokumentasi  TBS mulai dari kebun hingga ke pabrik, termasuk dokumen pengantar (Delivery Order atau Surat Pengiriman Buah) ketika kepemilikan TBS berpindah tangan dari petani ke perantara sebelum memasuki jembatan timbang.Klik di sini untuk mengetahui berbagai dukungan yang diberikan GAR kepada para pemasok.

Mendorong transparansi kepada pemasok kami

Sinar Mas Agribusiness and Food mendukung peningkatan transparansi industri kelapa sawit, dan telah menunjukkan komitmen melalui investasi pada kemamputelusuran hingga ke pabrik kelapa sawit (PKS) dan perkebunan baik yang dimiliki sendiri maupun pemasok pihak ketiga.

Peta untuk lahan konsesi yang sepenuhnya dimiliki perusahaan dan anak perusahaan, serta sesama pelaku industri sawit yang juga merupakan anggota RSPO seperti Asian Agri, Astra, FELDA, Musim Mas, Sime Darby, dan Wilmar, telah dipublikasikan melalui RSPO dengan memanfaatkan platform peta Global Forest Watch (GFW).

Kini semakin banyak permintaan diajukan agar peta konsesi pemasok juga diterbitkan sebagai bagian dari proses transparansi tersebut. Dalam hal ini posisi Sinar Mas Agribusiness and Food jelas. Peta area konsesi maupun garis batas terkait hanya dapat dipublikasikan jika hal itu dilakukan secara sukarela oleh pemegang konsesi atau pemegang izin lahan.

Sinar Mas Agribusiness and Food percaya bahwa ada banyak manfaat bagi perusahaan yang memilih untuk mempublikasikan peta secara sukarela, melalui platform bersama seperti GFW ataupun situs web perusahaannya sendiri. Hal ini dikarenakan pilihan tersebut akan mempromosikan transparansi, memberikan andil pada kemamputelusuran rantai pasok, dan memungkinkan industri kelapa sawit untuk menunjukkan bahwa kegiatan operasionalnya dijalankan secara legal.

Perusahaan juga menghormati hak setiap perusahaan untuk membuat keputusan itu sendiri.

Kolaborasi dengan Mitra

GAR bekerja sama dengan TFT untuk menyusun, memverifikasi dan melaporkan perkembangan kemamputelusuran hingga ke kebun di Dasbor Keberlanjutan GAR. Kami juga bekerja sama dengan para pelaku industri ini yaitu Roundtable for Sustainable Palm Oil (RSPO) dan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta pemangku kepentingan terkait lainnya untuk menetapkan proses dan standar.

Tonggak Keberlanjutan