
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kue yang lembut seperti bantal, kukis yang renyah, atau pastry yang berlapis dan rapuh terasa begitu nikmat saat disantap? Kuncinya terletak pada tekstur. Sensasi tekstur di dalam mulut merupakan faktor utama dalam menilai kualitas makanan — dan untuk mencapainya dengan sempurna, diperlukan keseimbangan yang tepat antara bahan-bahan serta proses pembuatannya.
Chef Junaidi menjelaskan bahwa setiap jenis olahan panggang memiliki tantangan teksturnya tersendiri. Pada pembuatan kue, faktor-faktor seperti aerasi, proses pencampuran, emulsifikasi lemak, hidrasi, dan suhu pemanggangan semuanya dapat memengaruhi hasil akhir. Bahkan perubahan kecil dalam proses pencampuran saja bisa berdampak signifikan. Kue yang seharusnya lembut dan mengembang sempurna bisa saja menjadi bantat atau gagal mengembang dengan baik.
Pada pembuatan kukis, tekstur bergantung pada jenis margarin atau shortening yang digunakan, serta keseimbangan antara lemak, tepung, dan gula. Suhu adonan dan waktu pemanggangan juga memengaruhi kerenyahan serta bentuk akhir produk. Untuk produk pastry, suhu lemak dan adonan, proses laminasi, tekanan saat menggiling, serta waktu istirahat adonan perlu dikontrol agar lapisan-lapisannya terbentuk dengan sempurna.
Untuk produk gorengan, suhu penggorengan merupakan salah satu faktor kunci. Jika suhu terlalu rendah, produk akan menyerap lebih banyak minyak dan menjadi berminyak. Jumlah produk dalam satu kali penggorengan, ukuran produk, durasi penggorengan, dan kondisi minyak goreng juga perlu diperhatikan.
Konsistensi Tidak Hanya Ditentukan Resep
“Menggunakan resep yang sama tidak selalu menjamin hasil yang sama, terutama dalam produksi berskala besar,” ujar Chef Junaidi. “Ada banyak faktor lain yang turut berperan.”
Untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor tersebut, ia menggunakan pendekatan 5M: Man (Manusia), Material (Bahan Baku), Method (Metode), Machine (Mesin), dan Measurement (Pengukuran). Pendekatan ini mencakup segala hal, mulai dari bahan dan peralatan hingga kondisi pencampuran dan parameter produksi.
Hal ini berarti perlunya pengawasan ketat terhadap bahan baku, metode, peralatan, serta parameter produksi. Faktor-faktor utamanya meliputi suhu margarin sebelum pencampuran, suhu akhir adonan, waktu dan kecepatan pencampuran, hidrasi, suhu oven atau alat penggoreng, serta durasi pemanggangan atau penggorengan.
“Saat tekstur berubah, kita bisa melacak penyebabnya daripada sekadar mengubah resep,” kata Chef Junaidi.
Marcel Ario, Asisten Manajer Produk di Sinar Mas Agribusiness and Food, sependapat bahwa banyaknya variabel yang terlibat dalam produksi dapat membuat konsistensi menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis bakery.
“Kualitas bahan baku, proses pencampuran, suhu, waktu produksi, dan kondisi penyimpanan — semuanya dapat memengaruhi hasil akhir. Bahkan variasi kecil saja bisa menyebabkan perbedaan antara satu batch produksi dengan batch berikutnya,” ujar Marcel.
Sesuaikan Produk dengan Aplikasinya
Bagi Chef Junaidi, semuanya dimulai dengan memilih bahan-bahan yang sesuai dengan tekstur yang diinginkan dan proses produksinya.
Marcel setuju. “Setiap produk FILMA® dikembangkan dengan karakteristik yang sesuai dengan aplikasi yang dimaksudkan,” katanya. “Produk yang tepat dapat membantu menghasilkan hasil yang lebih konsisten, tetapi tetap perlu digunakan dengan proses yang tepat.”
Untuk kue dan biskuit, FILMA® Prestige (Butter Blend Margarine) mengombinasikan mentega dan margarin alami Belanda dengan pengemulsi. “FILMA® Prestige dirancang untuk mendukung kualitas keseluruhan kue dan biskuit, mulai dari rasa dan aroma hingga tekstur,” sebut Marcel.
Chef Junaidi menambahkan bahwa pengendalian proses sama pentingnya. Suhu margarin, pencampuran, suhu pemanggangan, dan waktu pemanggangan semuanya perlu dikontrol dengan cermat untuk mencapai hasil yang konsisten.
Untuk kue kering berlapis, FILMA® Puff Pastry Untuk kue kering berlapis, FILMA® Puff Pastry® memiliki karakteristik lemak yang mendukung proses laminasi dan pembentukan lapisan kue.
“Dalam kue kering, karakteristik lemak dapat memengaruhi seberapa mudah adonan diolah, bagaimana lapisan terbentuk, dan tekstur akhirnya,” kata Marcel.
“Selain jenis lemak yang digunakan, Anda juga perlu menyeimbangkan suhu antara adonan dan lemak, menjaga konsistensi pelipatan dan penggulungan, dan memberikan waktu istirahat yang cukup,” tambah Chef Junaidi.
Untuk aplikasi deep frying, FILMA® Goodfry Deep Frying Fat dirancang untuk memberikan stabilitas selama penggorengan dan membantu menjaga kualitas produk. Suhu dan waktu penggorengan, ukuran batch produk, ukuran produk, dan kondisi lemak juga berperan dalam warna akhir, kerenyahan, rasa, dan penyerapan minyak.
“Produk yang dirancang untuk kue dan biskuit belum tentu memiliki karakteristik yang sama yang dibutuhkan untuk kue kering berlapis atau deep frying,” kata Chef Junaidi. “Produk dan prosesnya harus bekerja sama.”
Marcel menambahkan: “Memilih produk yang tepat untuk aplikasinya, sambil tetap mengendalikan parameter produksi, dapat membantu bakery mempertahankan kualitas dan konsistensi dari satu batch ke batch berikutnya.”
Konsistensi Membantu Mempertahankan Standar Produk
Menurut Marcel, pelanggan FILMA® telah melihat konsistensi produksi yang lebih besar dengan mencocokkan bahan yang tepat dengan aplikasi yang tepat.
“Menggunakan produk yang tepat untuk aplikasi yang tepat membuat proses lebih mudah dikendalikan dan membantu bisnis mempertahankan rasa, tekstur, penampilan, dan kualitas keseluruhan yang lebih konsisten dari batch ke batch,” katanya.
Konsistensi ini penting di luar produksi. Memberikan kualitas yang sama dari waktu ke waktu dapat membangun kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
Bagi toko roti, tujuannya bukan hanya untuk menciptakan produk yang baik sekali saja. Tujuannya adalah untuk memberikan kualitas yang sama setiap saat, sehingga pelanggan tahu apa yang diharapkan dan memiliki alasan untuk kembali.
Sementara untuk aplikasi deep frying, FILMA® Goodfry Deep Frying Fat dirancang untuk memberikan stabilitas dalam proses penggorengan dan membantu menjaga kualitas hasil goreng. Untuk mendukung konsistensinya, Chef Junaidi menyebut beberapa parameter yang perlu diperhatikan, antara lain suhu penggorengan, jumlah produk dalam setiap batch, waktu penggorengan, ukuran produk, serta kondisi lemak penggorengan. Dengan kontrol tersebut, warna, kerenyahan, rasa, dan tingkat penyerapan minyak dapat lebih mudah dijaga.
Menurut Chef Junaidi, produk yang tepat tetap perlu berjalan bersama proses yang tepat. Margarin yang sesuai untuk cake dan cookies belum tentu memiliki karakter yang dibutuhkan untuk pastry berlapis, begitu pula lemak yang dirancang untuk deep frying memiliki fungsi yang berbeda dari bahan untuk aplikasi bakery lainnya.
Hal ini juga sejalan dengan pandangan Marcel bahwa setiap produk FILMA® memiliki karakteristik yang dikembangkan sesuai kebutuhan aplikasinya. Dengan memilih produk yang sesuai sekaligus menjaga parameter produksi tetap terkontrol, pelaku usaha dapat lebih mudah mempertahankan kualitas dan konsistensi hasil dari satu batch ke batch berikutnya.
Konsistensi Membantu Menjaga Standar Produk
Berdasarkan Marcel, pelanggan FILMA® telah merasakan konsistensi produksi yang lebih baik dengan memadukan bahan yang tepat untuk aplikasi yang tepat.
“Menggunakan produk yang sesuai untuk aplikasi yang tepat membuat proses lebih mudah dikendalikan serta membantu bisnis menjaga konsistensi rasa, tekstur, tampilan, dan kualitas secara keseluruhan dari satu batch ke batch berikutnya,” ujarnya.
Konsistensi ini memiliki arti penting di luar aspek produksi semata. Menghadirkan kualitas yang konsisten dari waktu ke waktu dapat membangun kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
Bagi berbagai bakery, tujuannya bukan sekadar menciptakan produk berkualitas baik untuk satu kali saja. Tujuannya adalah menyajikan kualitas yang sama secara konsisten, sehingga pelanggan mengetahui apa yang diharapkan dan memiliki alasan untuk kembali lagi.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang