
Membalong, Belitung, 3 September 2026 – Membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak selalu diawali dengan pembangunan infrastruktur baru. Di Belitung, langkah pertama justru dimulai dengan membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber. Tanpa pemilahan yang konsisten, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi maupun dapat didaur ulang akan tercampur dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Forestalestari Dwikarya (FLD), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan Bank Sampah di area Tanjung Kembiri Mill (TKMM) dan Transport (TKMT). Program ini dikembangkan dari upaya yang telah tumbuh di lingkungan perusahaan, di mana masyarakat mulai mengumpulkan sampah anorganik secara mandiri dan telah tersedia fasilitas sederhana untuk pemilahan. Namun, belum adanya sistem pengelolaan yang terstruktur, mekanisme operasional, serta akses kepada mitra pengelola sampah membuat upaya tersebut belum berjalan secara optimal.
Untuk memperkuat inisiatif tersebut, PT Forestalestari Dwikarya bersama tim Community Economic Empowerment (CEE) Sinar Mas Agribusiness and Food melakukan asesmen pada Maret 2026 guna memetakan kondisi pengelolaan sampah di lokasi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan agar inisiatif tersebut dapat berkembang menjadi sistem yang lebih tertata dan berjalan secara konsisten.
Inisiatif ini juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di lokasi. Kolaborasi ini mencakup penunjukan mitra pengepul resmi, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra pengangkutan sampah, pelatihan bagi pengurus Bank Sampah, serta sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang dapat dijalankan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Sampah anorganik yang dikumpulkan ke Bank Sampah berasal dari rumah tangga penghuni perumahan karyawan PT Forestalestari Dwikarya serta kantin dan koperasi di lingkungan perumahan. Setiap Sabtu, karyawan dapat menyetorkan sampah yang telah dikumpulkan dan dipilah, untuk kemudian dicatat dan disalurkan kepada mitra pengepul resmi.
Hasil awal mulai terlihat tidak lama setelah Bank Sampah beroperasi. Volume sampah terpilah yang berhasil dikumpulkan meningkat dari 88,9 kilogram pada pengangkutan perdana pada Mei 2026, menjadi 294 kilogram pada pengangkutan kedua pada Juni 2026, lalu 505 kilogram pada pengangkutan ketiga di Juli 2026, dan 464 kilogram pada pengangkutan keempat di Agustus 2026. Perkembangan tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya praktik pemilahan sampah di lingkungan PT Forestalestari Dwikarya sekaligus memperlihatkan potensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat apabila didukung oleh sistem yang tepat.
Meski masih menghadapi tantangan dalam membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, Bank Sampah ini terus mendorong partisipasi masyarakat melalui pemberian insentif dari hasil penjualan sampah. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari volume sampah terkumpul, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Bank Sampah tersebut saat ini dikelola oleh Marsono bersama tim pengurus dan perwakilan warga yang turut membantu menjalankan kegiatan di lingkungan perumahan. Marsono menyebut keberlanjutan program sangat bergantung pada konsistensi dan keterlibatan warga dalam menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari keseharian.
“Membangun kebiasaan baru tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Namun kami tetap semangat karena melihat antusiasme masyarakat yang terus bertambah. Harapan kami Bank Sampah ini dapat terus berkembang, semakin banyak warga yang terlibat, dan kebiasaan memilah sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari, sehingga lingkungan di sekitar kami menjadi lebih bersih dan nyaman untuk generasi berikutnya,” jelas Marsono.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh nasabah. “Bank sampah memberikan dampak dan manfaat nyata kepada kami, sebelumnya melihat sampah seperti tidak berharga, namun sekarang sampah bisa menjadi berkah dan bermanfaat bagi kami karena dapat ditukar menjadi uang maupun sembako. Selain itu, lingkungan perumahan menjadi bersih dari sampah, hidup menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit,” ujar Sujarman, karyawan dari divisi TKMM sekaligus nasabah Bank Sampah.
Saat ini partisipasi dalam Bank Sampah masih terbatas pada karyawan dan staf PT Forestalestari Dwikarya. Namun, melalui edukasi dan sosialisasi kepada karyawan di desa sekitar, Bank Sampah ini juga terbuka bagi masyarakat sekitar untuk menyetorkan sampah anorganik. Dengan demikian, manfaat program diharapkan secara bertahap dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas.
Sejalan dengan komitmen tersebut, perusahaan terus mendorong tumbuhnya kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber sebagai langkah menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dalam mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Belitung,” jelas Supriyanto, Manajer TKMM.
Perjalanan Bank Sampah ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana: memilah sejak dari sumber, membangun mekanisme yang jelas, dan memastikan sampah yang telah dipilah dapat disalurkan kembali melalui jalur pengelolaan yang tepat. Ketika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, sampah tidak lagi sekadar berakhir sebagai limbah, tetapi dapat kembali memiliki nilai sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Kegiatan Bisnis
Yayasan
Pencapaian
Tata Kelola Perusahaan
Perubahan Iklim
Keberperanan Komunitas
Kemitraan & Keanggotaan
Hak Asasi Manusia & Hak-Hak Pekerja
Pengadaan yang Bertanggung Jawab
Produksi yang Bertanggung Jawab
Sertifikasi
Laporan Keberlanjutan
Oleokimia
Bioenergi
Inovasi Makanan & Nutrisi
Berita Pers
Kisah
Temui Pakar Kami
Dalam Berita
Publikasi
Informasi bagi Pemegang Saham
Keterbukaan Informasi
Informasi Keuangan
Prospek Pemasok
Dukungan bagi Pemasok Sawit
Tanya Jawab
Pemasok Non-Sawit Saat Ini
Sarjana & Profesional
Beasiswa
Magang