Ruang Berita

Blog

Alam ‘melawan’ alam

Oleh: SMART Dirilis: Juni 4, 2017 277 views

Nurhamid, Penjaga Burung Hantu, 42 tahun, Riau

“Tikus adalah masalah besar di perkebunan karena mereka tidak hanya membuat sarang di dasar pohon kelapa sawit, tetapi mereka juga menyerang tandan buah segar yang sedang bertumbuh dan memakan buah matang yang terjatuh. Hama bisa merusak hasil panen hingga lima persen. Tikus merugikan produksi kelapa sawit.

Banyak perkebunan menggunakan bahan kimia guna mengendalikan hama padahal bahan-bahan tersebut bisa berdampak bagi lingkungan dan membahayakan satwa liar. Tugas saya adalah mengatasi masalah tersebut dengan cara yang aman tanpa mengkontaminasi tandan buah segar dan merusak pohon kelapa sawit.

Burung hantu adalah satwa malam sama seperti tikus yang mereka buru. Mereka memiliki indra pendengaran yang sangat sensitif dibandingkan dengan hewan lainnya. Faktanya, burung hantu dapat menemukan dan menangkap mangsanya hanya dengan mendeteksi suara mereka. Karena bulu mereka dapat menyerap suara, mereka termasuk predator yang efisien karena mereka bisa terbang secara diam-diam menuju mangsa mereka di dalam kegelapan.

Nurhamid saat bekerja.

Saya mengurus burung hantu di Divisi 2 di kebun saya ini dan disini terdapat 50 pasang burung hantu. Jumlahnya sekitar 100 burung, mencakup area seluas 1.500 hektar. Saat yang paling saya sukai adalah ketika burung hantu itu mempunyai anak. Biasanya, burung hantu bisa menelurkan lima sampai enam anak sekali bertelur dan saya harus menjaga mereka selama dua sampai tiga bulan sebelum mereka cukup kuat untuk terbang. Baunya benar-benar tidak enak, terutama selama musim hujan, tetapi ada kesenangan luar biasa saat melihat mereka tumbuh dan menjadi dewasa. Bukanlah tugas yang mudah memelihara mereka dan lingkungan pada saat yang sama tetapi saya menyayangi burung hantu saya—mereka adalah makhluk yang paling indah saat mereka melayang di udara.

Berkat burung hantu, kami tidak perlu menggunakan pengendali hama kimiawi lagi dan tetap bisa menahan populasi tikus dibawah lima persen. Inilah manfaat dari pengelolaan hama terpadu—kami menggunakan cara alami untuk melawan alam.”

GAR telah berinvestasi secara signifikan dalam pengelolaan hama terpadu. Baca lebih lanjut tentang cara kerjanya di sini.

Klik disini untuk mengetahui lebih banyak kisah istimewa di balik kehidupan sehari-hari dari mereka yang menghasilkan karya luar biasa dan mengubah industri kelapa sawit.